
Zeki dan Jerri tergopoh-gopoh membawa Yojin dan Moly masuk ke dalam rumah sakit. Dokter yang berjaga malam itu langsung memeriksa Yojin di tirai pertama sedangkan Moly berada di tirai ke dua. Zeki langsung meminta perawat untuk membawa Moly melakukan pindai CT.
Saat hasilnya sudah keluar, Zeki melihat hasil itu. Betapa terkejutnya saat Zeki yang dengan teliti melihat layar monitor menggambarkan bahwa organ bagian kepala Moly mengalami kerusakan yang cukup serius. Zeki menatap Moly dengan wajah yang tidak menyangka seperti seolah dirinya tidak percaya jika wanita yang dia cintai sedang dalam masa kritis.
"Ini keputusan yang sangat sulit, dia sepertinya mengalami benturan yang sangat hebat sehingga membuat retakan tulang otak itu menusuk bagian otak kecil," jelas Jerri membuat Zeki sangat khawatir.
"Kau harus segera melakukan operasi secepatnya," pinta Zeki.
"Yojin baru saja masuk ke dalam ruang operasi, karena perdarahan di bagian abdomen. Aku rasa kita harus menunggu operasi Yojin selesai, "ucap Jerri.
"Apa aku tidak salah dengar! Kita bisa mengoperasinya di ruang operasi 2?" kata Zeki menatap Jerri.
Jeri langsung menjelaskan kepada Zeki, hanya ruang operasi satu yang alatnya lebih memadahi dari pada ruanh operasi 2. Zeki langsung berlari menuju ruang operasi satu untuk memastikan jika operasi belom di lakukan, tapi sayangnya Zeki melihat ruangan itu sudah di pakai oleh dokter bedah penyakit dalam untuk mengoperasi Yojin.
Zeki langsung merasa tubuhnya sangat lemas, dirinya terduduk di dekat ruang operasi. Perawat yang melihat Zeki langsung mendekat.
"Apa Dokter Zeki baik-baik saja?" tanya Perawat itu.
Zeki yang menatap Perawat itu langsung berdiri, "aku baik-baik saja," Zeki langsung berjalan menjauh dari hadapan Perawat itu.
Perawat itu merasa bingung dengan sikap Dokter Zek yang tiba-tiba sangat aneh.
Zeki pun akhirnya duduk di dekat Moly yang sedang terbaring lemah, Riko yang sedang di obati menatao Zeki langsung mendekat.
"Bagaimana ke adaan Nyonya Moly?" tanya Riko.
"Seperti yang kau lihat, dia dalam ke adaan yang kritis," ucap Zeki.
"Apa dia akan selamat," ucap Riko.
"Apa berkelahi dengan para preman di sana?" tanya Zeki.
__ADS_1
"Aku melihat dia menghajar semua preman yang ada di dalam ruangan rahasia itu, dia sangat hebat mampu menghabisi semuanya dengan sekali pukulan. Aku melihat darah keluar dari punggung nya, awalnya aku sangat khawatir tetapi dia terlihat baik-baik saja, bahkan rasa sakit pun tak terlihat di wajahnya, aku pikir dia hanya terluka biasa. Ternyata dugaan ku salah," kata Riko menekuk wajahnya.
Zeki mendengar jika Yojin sudah keluar dari ruang operasi, Zeki dengam cepat meminta perawat untuk membawa Moly ke dalam ruangan operasi satu. Riko merasa bingung melihat Zeki terlihat sangat sibuk.
"Dia pergi begitu saja, terlihat sangat aneh," gerutu Riko langsung kembali ke ranjangnya.
Moly langsung masuk ke dalam ruang operasi, operasi pun berlangsung cukup lama. Zeki meninggalkan ruang operasi berjalan melihat keadaan Yojin, melihat operasi yang berjalan lancar Zeki pun merasa sangat lega.
■■■
Hye Son kehilangan arah saat mengejar Yojin, koneksi GPS nya terputus membuat bodyguard itu langsung kembali ke gedung pemakanan kakek Je.
"Maaf pak, kami kehilangan jejak," ucap bodyguard itu.
"Dasar bodoh! Mencari Yojin saja kalian tidak bisa," seru Hye Son terlihat sangat kesal.
Bodyguard itu hanya terdiam.
■■■
"Apa kau mencari Park Yojin? Pimpan Hye Son," tanya Lee Sang membuat Hye Son menghentikan langkahnya.
"Siapa kau?" tanya Hye Son menatap Lee Sang yang berjalan mendekati Hye Son.
Bodyguard itu akan menangkap Lee Sang tetapi di cegah oleh Hye Son.
"Aku Lee Sang teman masa kecilnya Park Yojin, aku dengar dia telah berhasil membuka pintu rahasia itu dan kabur membawa semua harta itu," ucap Lee Sang membuat Hye Son menyuruh bodyguard nya untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
"Dari mana kau tau semua itu? Apa kau saingan putra ku?" tanya Hye Son.
Lee sang pun tertawa mendengar pertanyaan dari Hye Son, "apa kau sungguh tidak ingat aku?" ucapan Lee Sang membuat Hye Son semakin bingung.
__ADS_1
"Apa maksud mu? Siapa kau sebenarnya? Katakan lah!" seru Hye Son semakin penasaran.
"Kau meninggalkan wanita yang sedang hamil besar di sebuah Villa, apa kau tahu dia sedang berjuang melahirkan seorang bayi tanpa siapapun di sisinya! Kau memperlakukan wanita itu seperti wanita bayaran yang hanya memuaskan hasrat mu! Dan sekarang kau berpura-pura tidak mengingatnya," jelas Lee Sangan dengan penuh amarah.
Hye Son terkejut saat Lee Sang mengatakan semuanya, membuat Hye Son mengingat masa lalunya bersama wanita yang bernama Yosina.
"Hentikan semua itu, apa kau putra ku?" tanya Hye Son.
"Apa ibu mu bernama Yosina? Apa itu benar?" tanya Hye Son merasa sangat sesak di dadanya, saat melihat di hadapannya adalah anak kandungan nya bersama Yosina wanita yang pernah di kencani saat Hye Son kembali ke Indonesia.
"Katakan dimana Yosina? Aku ingin menemuinya?" tanya Hye Son.
"Katakan dimana Yosina!" seru Hye Son.
"Kenapa baru sekarang mencarinya, sudah terlambat," sahut Lee Sang.
Hye Son menjatuhkan tubuhnya ke lantai, terlihat di wajah Hye Son menyesali perbuatannya. Bertahun-tahun Yosina menghilang seperti di telan bumi, dirinya terpaksa pergi saat tahu bahwa Hye Son tidak mau kehadiran bayi itu. Bahkan Hye Son menyuruh Yosina untuk menggugurkan kandungannya, karena Hye Son tidak bisa menikahi Yosina.
Yosina yang mendengar penuturan kata dari Hye Son merasa sangat sakit hati, dan memutuskan untuk pergi meninggalkannya tanpa memberi tahu Hye Son. Yosina membesarkan bayi nya dengan status belom menikah sangat lah tidak muda, dirinya harus mendapat cacian dari banyak orang yang selalu menanyakan siapa pria yang menjadi ayah dari anak yang di kandung.
Dengan itu Yosina berpindah si tempat yang sangat jauh sampai akhinya dia melahirkan Lee Sang seorang diri.
"Maafkan aku, saat itu aku bingung harus bagaimana, aku mengakui kesalahan ku," ucap Hye Son.
"Sudah terlambat, bangun lah," ucap Lee Sang.
"Akan aku katakan di mana Yosin berada," ucap Lee Sang menatap Hye Son.
"Kau putra ku," kata Hye Son langsung berdiri di bantu oleh asisten nya.
"Kau mengetahui dimana Yojin? Katakan lah," tanya Hye Son.
__ADS_1
Lee Sang menatap wajah ayahnya sendiri ada rasa benci terlintas di matanya, mengingat perjuangan ibu nya membesarkan nya tanpa kasih sayang seorang ayah. Membuat nya sangat membenci Hye Son.