
"Yojin!"
Zeki melihat Yojin menggendong asisten Han yang tidak sadarkan diri, dengan cepat Zeki dan Riko langsung membantu asisten Han masuk ke dalam mobil.
Mobil itu langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Saat di perjalanan, Zeki melirik Yojin yang sedang menyenderkan kepalanya di kursi penumpang.
"Apa kau baik-baik saja."
Zeki yang melihat wajah Yojin penuh luka dan goresan membuat Zeki menghawatirkan kondisinya.
"Kau harus segera di obati, tanpak nya luka mu cukup parah," ucap Zeki sambil mengemudi.
"Kita harus ke rumah sakit," kata Zeki.
"Jangan bawa kami ke rumah sakit, identitas ku dan mereka akan ketauan jika aku masih hidup," jawab Yojin.
"Kita ke rumah ku saja, bagaimana?" kata Zeki.
"Aku mau Moly khawatir dengan kondisi ku, antar aku ke gedung M," pinta Yojin.
"Sudah seharusnya Moly megetahui semuanya, apa kau tidak mengetahui betapa paniknya Moly saat kau tidak ada kabar sama sekali. Dia terus menghubungi ku untuk menanyakan kabar mu, bahkan dia rela tidur di sofa menunggu ku pulang dari kerja demi untuk menanyakan mu, biar kan dia nanti yang merawat mu," jelas Zeki membuat Yojin tak berani berkata apapun.
"Kau harus tahu, Han butuh perawatan intensif. Dia tak sadarkan diri sudah cukup lama liat kondisinya sangat pucat, kau harus melawan ego mu yojin. Liat lah mereka terluka parah," celetuk Zeki merasa kesal dengan Yojin.
Yojin pun langsung menatap Riko dan Han yang terluka cukup serius.
"Baik lah, aku mengerti," kata Yojin menekuk wajahnya.
Mobik itu langsung melaju ke rumah Zeki, Zeki langsung menghubungi teman dokter tempat nya bekerja untuk datang ke rumah membawa perawat dan beberapa alat medis yang di butuh kan.
Zeki langsung masuk ke dalam halaman rumah miliknya, Zeki langsung membawa Han ke tempat praktek pribadinya di bantu oleh Riko. Zeki langsung melakukan penanganan pertama pada asisten han, tak lama Dokter Jerri datang bersama satu perawat dan beberapa alat medis.
Mereka pun langsung di obati oleh Dok Jerri, Jerri yang melihat luka yang cukup dalam di bagian punggu milik Riko merasa terkejut.
"Apa kau mengalami benturan?" tanya Dokter Jerri.
"Entah lah Dok, aku tidak mengingat kejadian itu. Saat ini aku merasa sangat pusing," jawab Riko.
__ADS_1
"Aku melihat ada bekas tujukan benda seperti serpihan besi yang menusuk punggung mu, tetapi lukanya tidak terlalu dalam,"ucap Dokter Jerri.
"Terserah kau saja Dok, yang penting aku masih terselamatkan," celetuk Riko.
Yojin tidur di tempat praktek pribadi Zeki bersama Han dan Riko. Mereka tidur cukup terlelap karena obat yang di berikan oleh Zeki. Tiba-tiba Riko mencium wangi masakan membuatnya langsung terbangun.
Matanya melihat ada sup di asta meja periksa Zeki, dengan rasa penasaran Riko langsung bangun mendekati sup itu.
"Siapa yang masak? Ini sepertinya enak, kebetulan sekali aku sangat laper," ucap Riko menatap Yojin masih tertidur.
"Apa Dokter Zeki yang memasaknya? Sepertinya tidak mungkin, lah Dokter Zek saja masih tertidur," sahut Riko menoleh ke sekitar ruangan itu, tidak ada siapapun.
Riko melihat ada wanita cantik dengan rambut panjang membawa nampan berisikan makanan. Masuk ke dalam ruangan Dokter Zek dan terkejut melihat Riko yang berdiri.
"Astaga Tuan!" teriak Bunga membuat Riko ikut kaget.
"Ya ampun, siapa kau?" tanya Riko menatap wanita di hadapannya.
Bunga menghembuskan napasnya secara kasar di hadapan Riko, " makanan nya sudah siap, silahkan di makan," ucap Bunga langsung pergi dari hadapan Riko.
Riko yang melihat Bunga menjauh.
Moly yang baru saja selesai memandikan Eji merasa heran melihat Bunga dengan wajah yang begitu kesal.
"Wajah mu keliatan tampak kesal, ada apa?" tanya Moly.
"Enggak mbak, bukan apa-apa kok," jawab Moly langsung menggendong Eji dan mengajaknya bermain.
Moly langsung keluar rumah untuk menyirami tanaman, saat Moly akan menyiram bunga di depan tempat praktek Dokter Zek. Moly merasa mada seseorang yang berada di dalam ruangan itu. Dengan rasa penasaran Moly pun membuka pintu ruangan itu, Moly melihat Yojin dan yang lainnya sedang tertidur. Moly mendekati Yojin, melihat kondisi Yojin penuh dengan luka dan memar membuatnya sangat terkejut.
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Moly memegang tangan Yojin.
Yojin yang merasa mendapat sentuhan dari tangan seseorang langsung membuka matanya. Yojin melihat di hadapannya Moly yang terlihat sangat khawatir, Yojin berusaha bangun tetapi di cegah oleh Moly.
"Kau tenang saja, aku baik-baik saja," ucap Yojin menenangkan Moly.
"ini pasti sangat menyakitkan," kata Moly.
__ADS_1
"Sudah jangan khawatir, aku sudah di obati dengan Zeki jadi luka nya akan segera sembuh," sahut Yojin.
"Lalu bagaimana dengan asisten Han?" tanya Moly melihat ke arah asisten Han yang sedang terbaring lemah.
"Entahlah, dia belom sadarkan diri," jawab Yojin.
Moly pun langsung menyuapi Yojin makan dan membantu Yojin untuk membersihkan tubuhnya yang banyak memar, Moly dengan wajah sedih langsung mengganti pakaian Yojin.
"Siapa pria itu?" tanya Moly melihat Riko sedang memeriksa leptop milik Zeki.
"Dia Riko, dia tangan kanan ku selain Han," jawab Yojin.
Moly pun langsung bertanya kepada Yojin, apa yang sedang terjadi. Yojin dengan berat hati menceritakan semua kejadian yang telah di alaminya, Moly yang mendengar cerita itu langsung mengucap syukur karena melihat Yojin dan yang lainnya selamat.
Moly yang melihat pergerakan tangan asisten Han, langsung berkata.
"Zeki! Lihat lah tangan asisten Han bergerak!"
Suara Moly membuat Zek yang langsung memeriksa kondisi aisten Han.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Yojin melihat Zeki masih memeriksa kondisi Han.
"Dia sudah siuman, tapi..." jawab asisten Han membuat Yojin dan Riko sangat penasaran.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Yojin mulai panik.
"Dia seperti mengalami cedera otak bagian dalam, kita harus membawanya ke rumah sakit segera! Jika tidak ini akan membahayakan kondisi nya" jelas Dokter Zek kepada semua yang ada di ruangan itu.
Yojin hanya bisa diam, matanya menatap asisten Han dengan wajah sendu.
"Lakukan yang terbaik Zek, selamat kan Han, cepat!" seru Yojin membuat Zeki langsung menepon ambulan untuk membawa Han ke rumah sakit.
"Sayang tenang lah, biarkan asisten Han mendapat perawatan yang lebih intensif," sahut Moly mengelus pungung Yojin.
Asisten Han langsung di bawa ke rumah sakit dengan identitas palsu, untuk menghindari pencarian Lee Sang dan Hye Son.
Ambulan itu melaju dengan sangat cepat, Zeki dan Jerri yang ikut merujuk Han. Mereka terlihat sedang berbincang sangat serius.
__ADS_1
BERSAMBUNG.