Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 67


__ADS_3

Moly melihat Yojin sedang bercermin merapihkan pakaian yang di kenakan, Moly mendekati Yojin memeluknya dari belakang.


"Kenapa wajah mu terlihat gelisah?" tanya Moly sambil memeluk Yojin.


Yojin membalikan tubuhnya, kembali memeluk Moly mengelus punggung Moly berkali-kali.


"Aku mengkhawatirkan mu," jawab Yojin semakin mempererat pelukan itu.


"Apa ini akan berhasil? Aku takut terjadi sesuatu dengan mu," kata Moly.


"Kau tenang saja, aku akan baik-baik aja," ucap Yojin.


Yojin terus meyakinkan Moly untuk tidak mengkhawatir dirinya, mendengar klakson mobil, Yojin langsung melepaskan pelukan itu. Yojin langsung menangkup wajah Moly dan menyium keningnya.


"Jaga dirimu baik-baik ya sayang, aku pergi dulu," ucap Yojin menatap Moly dan langsung berjalan keluar rumah dan menuju mobil itu.


Melihat Yojin sudah pergi bersama Riko, Moly pun langsung menemui Bunga. Meminta Bunga untuk menjaga Eji karena Moly ingin menyusul Yojin yang pergi ke gedung pemakaman kakek Je.


"Mba serius? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan mba Moly?" tanya Bunga menatap Moly.


"Hati ku tidak tenang jika harus berdiam diri di sini, aku titip Eji ya," jawab Moly langsung mengganti pakaian dan langsung berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Moly.


Tidak ada yang mengetahui jika Moly pandai menyetir mobil, mereka hanya melihat Moly wanita yang lemah dan tersakiti.


Mobil Yojin sudah masuk ke gedung pemakanan kakek Je, mereka keluar dari mobil berjalan menuju pintu yang di maksud oleh asisten Han. Melihat pintu yang hampir tak terlihat karena banyak tanaman rambat yang menutupi pintu itu.


Riko memeriksa pintu itu ternyata Riko melihat ada tombol yang sudah berkarat, tanpa ragu Riko menekan tombol itu dan pintu mulai terbuka. Yojin dan Riko saling menatap satu sama lain, mereka langsung masuk ke dalam pintu itu.


Melihat di dalam sangat gelap, Riko langsung menyalakan center melalui ponselnya. Saat mereka menyinari ruangan itu, terlihat lorong cukup panjang membuat Riko dan Yojin berjalan terus sampai di ujung dari lorong itu.

__ADS_1


Riko membuka pintu itu, saat dirinya melihat bagian luar dari pintu itu ternyata pintu tepat di dekat ruang yang munuju pintu rahasia itu. Riko pun keluar di ikuti dengan Yojin.


Masuk ke dalam ruang rahasia yang memang tidak ada penjaga, Yojin menatap ada tombol alarm dan memegang tombol itu. seketika alarm itu terlepas dari gagang pintu itu.


Yojin langsung membuka pintu itu dengan kunci yang dia bawa. Saat tangannya memasukan kunci itu ke dalam gagang pintu dan memutar untuk membuka pintu ternyata Hye Son merasakan jika ada yang membuka pintu rahasia itu. Dirinya langsung menatap tajam asisten nya pak Oh untuk segera memeriksa gedung pemakaman.


Pak Oh menganggukan kepalanya dan segera menelpon salah satu penjaga yang menjaga gedung itu, untuk menanyakan kondisi gedung saat ini. Pak Oh yang mendapat informasi bahwa kondisi gedung itu dalam keadaan yang kondusif tidak ada hal yang mencurigakan, maka Pak Oh langsung memberitahu Hye Son. Hye Son hanya terdiam.


Yojin berhasil membuka pintu itu, dan masuk bersama Riko. Keadaan di dalam ruangan itu sangat dingin dan penuh debu, Yojin tidak melihat ada tanda tanda apapun di dalam ruangan itu, hanya ada satu pintu kecil yang terdapat simbol kotak kecil agak memanjang.


Yojin langsung menatap magnet yang dia pegang, ternyata sama persis dengan simbol itu. Tanpa ragu Yojin langsung menempelkan magnet itu tepat di bentuk simbol yang ada di pintu kecil itu. Pintu pun terbuka dengan suara yang cukup keras.


Yojin melangkah mundur saat melihat pintu itu terbuka, terlihat cahaya ke emasan dari dalam membuat Yojin dan Riko langsung masuk ke dalam. Di dalam ruangan itu ada banyak sekali emas batangan berserta surat.


"Apa ini semua nyata?" tanya Riko menatap banyaknya emas batangan.


"Aku rasa begitu, tapi ada surat di setiap emas itu," jawab Yojin membuka satu surat.


"Apa maksdunya surat ini?" tanya Yojin kepada Riko.


"Sepertinya, kakek Je telah menulis siapa pemilik di setiap harta itu, dan ternyata kakek Je menuliskan riwayat hidup setiap korbannya," jawab Riko.


"Itu artinya, kakek Je hanya mengambil uang yang seharusnya tidak di nikmati oleh penjilat itu," ucap Yojin.


"Aku rasa begitu," kata Riko.


Yojin dan Riko telah mengambil sertifikat dan surat di dalam ruangan rahasia itu, saat dirinya akan keluar Yojin sangat terkejut melihat Hye Son sudah berada di hadapannya.


"Papa?" suara Lirih Yojin membuat Hye Son tersenyum.

__ADS_1


"Apa kau terkejut?" tanya Hye Son.


"Ternyata kau lebih terobsesi dari diriku, apa itu benar?" tanya Hye Son membuat Yojin hanya terdiam.


"Papa, aku hanya ingin mengembalikan semua hak orang yang membutuhkan Bukan untuk kepentingan pribadi," ucap Yojin.


"Yojin dengarkan Aku! Bukan kah jika kita membangun pusat perbelanjaan terbesar di kota ini akan menguntungkan untuk semua orang, bukankah kita bisa menyumbangkan uang itu untuk orang yang membutuhkan? Coba kau berfikir baik-baik," jelas Hye Son membuat Yojin mengepalkan tangannya.


"Aku tahu niat papa bukan seperti itu, papa sendiri yang bilang jika akan mengembangkan bisnis papa di setiap tempat, jika aku berhasil membuka pintu rahasia kakek Je. Tapi itu bukan permintaan dari kakek Je melainkan keinginan pribadi papa sendiri, apa itu yang di katakan manusiawi?"sahut Yojin membuat Hye Son sangat marah.


"Jaga ucapan mu Yojin!" seru Hye Son menampar Yojin.


Yojin sangat terkejut mendapat tamparan dari sang ayah, wajahnya langsung menatap tajam Hye Son.


"Apapun yang terjadi aku akan tetap mengembalikan semuanya," suara lirih Yojin membuat Hye Son semakin marah. Matanya menatap tajam ke arah Yojin.


Hye Son langsung menyuruh bodyguard nya untuk menangkap Riko dan Yojin, mereka pun memberontak dan terjadi lah perkelahian di dalam ruangan itu. Hye son menyuruh pak Oh untuk masuk ke dalan ruangan itu untuk memeriksa keadaan di dalam.


Saat pak Oh memeriksa ruangan di dalam, pak Oh tidak melihat ada apapun, ruangan itu kosong tidak ada harta benda satu pun di dalam ruangan itu. Pak Oh langsung memberi tahu Hye Son membuat Hye Son semakin marah.


Hye Son langsung memberi isyarat kepada bodyguardnya untuk tidak menyerang Yojin, melihat Yojin penuh luka dengan napas yang tergesa-gesa membuat Hye Son kembali menanyakan keberadaan harta karun itu.


"Dimana kau sembunyikan semua itu! Katakan sekarang!" seru Hye Son.


Yojin yang masih mengatur napasnya, menatap Hye Son.


"Sudah ku katakan itu bukan hak papa, jadi akan aku kembalikan ke pemiliknya," jawab Yojin dengan sangat santai.


"Bedebah! Kau memang anak kurang ajar! Tangkap dia!" teriak Hye Son membuat bodyguard nya memukul tengkuk Yojin sehingga Yojin pun pingsan.

__ADS_1


Riko yang melihat Yojin pingsung langsung mendekati Yojin tetapi di halangi oleh bodyguar.


BERSAMBUNG.


__ADS_2