Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode 90 Goyangan Queen


__ADS_3

Sanjaya membawa mobil nya dengan kecepatan sedang, rasa bahagia di hati nya tidak dapat di pungkiri nya. Sudah lama ia ingin melihat istri nya itu hamil pasca kejadian dulu, apapun keinginan istri nya akan di penuhi nya.


Tidak membutuhkan waktu lama, Sanjaya sudah tiba di kediaman nya, dia memarkirkan mobil nya di halaman mewah nya.


"Selamat siang tuan, apa mobil nya di masukkan ke garasi tuan?" ucap Pak jajang selaku security


"Tidak perlu, sebentar lagi saya akan keluar."


"Oh..baiklah tuan."Pak jajang kembali ke pos security untuk berjaga kembali.


Sanjaya langsung menaiki tangga karena di yakini istri nya sedang menunggu di kamar mereka.


"Sayang."Sanjaya melihat Rika sedang berbaring dan memunggungi pintu masuk


" Eh..iya mas."


"Kenapa, kamu pusing?"


"Sedikit mas, perut ku juga enggak enak mas, rasanya pingin muntah."


"Kita ke dokter ya."


"Enggak mau, mas sini tiduran di samping aku."Rengek Rika yang terlihat manja.


"Tumben istri mas ini manja banget."


"Entah lah mas, semenjak hamil rasa nya aku manja banget, apa bawaan si dedek ya mas."


"Enggak apa apa sayang, mas suka kamu manja begini, pingin rasa nya mas makan kamu."


"Jangan macam macam ya mas, badan aku lagi enggak enak ini."


"Mas bercanda sayang." Sanjaya membuka pakaian kerja nya dan meletakkan nya di sofa, Kini dia hanya memakai boxer nya saja dan langsung berbaring di atas tempat tidur bersama Rika.


Rika langsung memeluk Sanjaya, aroma tubuh Sanjaya membuat nya merasa nyaman, perut nya yang tadi nya berulah secara perlahan kini mulai enakan.


Sanjaya yang mendapat pelukan istri nya, mempererat pelukan nya, dia mencium kepala Rika dan mengelus punggung Rika.


"Enggak jadi beli jagung nya sayang?"


"Nanti aja mas, mau nya kayak gini dulu rasanya nyaman banget mas."


"Hehehehe..ternyata anak daddy merindukan daddy ya?"goda Sanjaya


"Iya daddy, dedek lindu daddy."Rika menirukan suara anak kecil dan berlogat cadel.


"Hahahaha...kau sungguh menggemaskan sayang, cup."Sanjaya mencium sekilas bibir Rika.


Karena terlalu nyaman, Rika kembali tertidur di pelukan suami nya dengan sedikit mendengkur. Sanjaya terkekeh melihat istri nya yang sejak hamil ini selalu saja bawaan nya ingin tidur. Sanjaya memaklumi semua perubahan sifat Rika karena memang sudah di jelaskan oleh dokter perubahan hormon si istri yang akan berubah ubah.


Sanjaya hanya terbaring dan memeluk istri nya tercinta. Selang sekitar 60 menit Rika terbangun, ngidam ingin memakan jagung rebus kembali diinginkan nya.

__ADS_1


"Mas..ayo kita cari jagung rebus nya."


"Sayang masih ingin makan itu."


"Iya mas, ayo mas aku sudah lapar banget mas."


"Iya ayo mas pakai baju dulu ya."


Sanjaya dan Rika pun bersiap siap. Mereka menuruni tangga dengan pelan dan melangkah keluar.


Sepanjang jalan Rika mencari cari yang berjualan jagung tebus tetapi satu pun tidak ada yang terlihat di mata nya. Air mata nya hampir saja menetes karena tidak menemukan yang di inginkan nya.


"Mas kenapa enggak ada yang jual jagung rebus."Ucap Rika sendu.


Sanjaya melirik sekilas ke arah iatri nya karena mendengar suara istri nya yang sedikit sendu dan hampir menangis.


"Kita cari ke restoran aja ya sayang."


"Enggak mau mas, aku mau nya yang di pinggir jalan mas."


"Tapi nanti kurang hygienis sayang, kasihan baby kita."


"Pokok nya enggak mau mas, aku mau nya yang di gerobak gerobak."


Sanjaya menghela nafas nya, menghadapi bumil yang satu ini sungguh membuat pikiran nya lelah, dia sebisa mungkin menahan amarah nya di depan istri nya ini.


"Tapi enggak ada yang jual sayang, bagaimana kalau mas suruh bi Lia yang cari jagung nya di pasar lalu di masak di rumah aja."


"Iya sayang, tapi kita jemput si kembar dulu ya?"


"Iya mas."


Sanjaya lalu mengarahkan mobil nya ke arah sekolah si kembar. Karena memang sudah waktu nya pulang, sekalian saja untuk menjemput anak nya itu.


Sembari menunggu si kembar keluar dari kelas, Sanjaya pun menghubungi bi Lia.


"Hallo bi, ini saya."


"Iya tuan ada yang bisa saya bantu tuan."


"Pergi lah keluar dan cari jagung, kemudian rebus di rumah, istri ku mengidam jagung rebus."


"Baiklah tuan."


Bagas dan Queen yang sudah keluar kelas dengan tas gendong mereka berjalan keluar. Queen berjalan sambil berjoget joget, mulut nya terlihat komat kamit, entah apa yang sedang di ucapkan oleh gadis centil itu.


"Jalan nya yang bener adek, nanti kamu bisa jatuh, enggak usah sambil joget joget."


"Ihhh...ganggu kakak aja, kakak lagi acik acik joget, sebell sama abang."


Sanjaya dan Rika yang melihat nya dari mobil pun tertawa, ada aja tingkah Queen yang membuat mereka tertawa dan membawa warna di rumah mereka.

__ADS_1


" Awas kalau jatuh, abang enggak mau tolongin."


"Ndak apa apa, kakak ndak jatuh kok."Queen kembali berjoget sesekali dia memutar pinggul nya ke kanan dan ke kiri seperti berdangdut.


"Hihihi..kakak udah pintall joget, nanti kakak bilang sama daddy biall kakak les nyanyi sama joget joget."


"Pasti daddy enggak mau."


"Mau kok, nanti kakak layu layu daddy biall daddy mau, weeekkkk..." Queen menjulurkan lidah nya


"Terserah dasar centil."


"Bialin yang penting cantik."


Sanjaya yang masih terkikik geli karena ulah princess kesayangan nya, akhir nya turun dari mobil dan dan menemui kedua anak kembar nya.


"Daddy...teriak Queen sambil berlari menubruk daddy kesayangan nya.


"Daddy...kakak liiiinnnnnnnnddddduuuuuu." Rayu Queen sambil memainkan kedua mata genit nya.


"Hahahahaha... princess daddy genit sekali."


"Hihihihi...iya donk daddy, kakak hallus genit bial nanti cantik."


"Daddy ayo pulang." Ajak Bagas karena jengah melihat sikap Queen.


"Ayo bang, ayo kak kita pulang, mommy sudah menunggu di mobil."


"Mommy ikut jemput kakak sekulah?"


"Iya sayang."


"Kenapa mommy ndak tullun."


"Mommy capek sayang, ayo kasihan mommy di mobil sendirian."


"Le go dad."


Sanjaya membawa anak nya masuk ke dalam mobil nya. Queen langsung berteriak histeris karena melihat mommy nya juga ikut menjemput nya


"Mommy...kakak lindu sama mommy."Queen langsung berdiri di mobil dan ingin duduk bersama mommy nya itu


"Iya kak, mommy juga rindu."


"Gimana sekolah nya bang."


"Seru mom, abang suka."


"My..kakak mau nyanyi , mommy sama daddy dengel ya."


"Enggak nyanyi, suara kamu itu enggak enak buat sakit kuping."

__ADS_1


"Pokok na kakak mau nyanyi, kalau abang ndak mau dengall, abang tutup telinga abang aja,belles kan"


__ADS_2