
Kini Aletha dan Daniel sudah mendapatkan rumah kontrakan, Aletha meminta pada Aditya bahwa rumah yang sederhana saja, memilki dua kamar saja untuk nya dan Daniel.
" apa kamu yakin tinggal disini?? " kata Aditya
" kenapa memangnya?? "
" ini cukup bagus" kata Aletha
" mamah.... "
" kenapa kita tinggal di sini?? "
" ini sangat kecil" kata Daniel
" sayang.... "
" kita tidak perlu rumah yang besar, kita hanya tinggal berdua disini. "
" jika kita tinggal di rumah yang besar maka kita akan merasa kesunyian" kata Aletha
" kenapa kita tidak tinggal dengan Granma saja mah?? " kata Daniel
" sayang.... "
" kita tidak boleh terus-menerus tinggal dengan Granma. "
" mamah tidak mau terus-menerus merepotkan Granma dan paman. "
" lagi pula kita orang Indonesia dan akan tetap kembali kesini. " kata Aletha
" apakah papah Daniel disini juga?? " kata Daniel
Aletha dan Aditya saling memandang.
" Hmmmm..... "
" dulunya disini, tapi itu sudah sangat lama. sekarang mamah tidak tahu sayang. " kata Aletha
" jika begitu kenapa tidak paman saja yang jadi papahnya Daniel " kata Daniel
" khm.... khm.... " Aditya berbatuk.
" sayang.... "
" paman belum ingin menikah " kata Aditya
__ADS_1
" menikah??? "
" apa itu menikah?? " kata Daniel
" menikah itu.... " Aditya berhenti berbicara karena Aletha memotong nya.
" Daniel.... "
" sudah.... "
" sekarang kamu masuk kedalam kamar mu dan bantu mamah beres-beres. " kata Aletha
" apa kita tidak punya pembantu?? " kata Daniel
" kita tidak boleh terus-terusan merepotkan orang lain. "
" kita harus mandiri" kata Aletha
" apa itu mandiri?? " kata Daniel
" mandiri itu artinya melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain. "
" jika kita tidak bisa membantu setidaknya jangan merepotkan. " kata Aletha
" tapi di rumah Granma, membersihkan rumah itu di lakukan para wanita. "
" pekerjaan itu tidak dilihat dari segi perempuan atau laki-laki, jika kamu mampu maka lakukan."
" apalagi kamu seorang laki-laki, kamu harus orang kuat agar kamu bisa melindungi keluarga mu. "
" kamu mengerti?? " kata Aditya
" mengerti paman.... " kata Daniel
" sekarang pergilah dan kerjakan apa yang dikatakan mamah" kata Aditya
Daniel pun masuk kedalam kamar itu.
" dia sangat banyak bertanya " kata Aletha
" itu hal biasa, mungkin karena ini yang pertama baginya beradaptasi. "
" jika begitu ber beres-beres lah, aku akan tinggal." kata Aditya
" kapan kamu kembali ke Amerika " kata Aletha
__ADS_1
" besok.... "
" karena aku harus bekerja " kata Aditya
" aku akan mengantarmu kebandara " kata Aletha
" tidak perlu.... "
" baiklah, aku pergi" kata Aditya
"ia sudah.... "
" kamu hati-hati..... " kata Aletha
Aditya pun pergi berjalan kearah mobilnya.
" Adit...... " kata Aletha
Aditya membalikkan badannya namun tiba-tiba kini Aletha langsung memeluknya.
" terimakasih banyak untuk semuanya "
" maafkan aku yang tidak bisa membalas perasaan mu. "
" aku tidak akan pernah lupa dengan semua yang kamu perbuat padaku " kata Aletha menangis
" sudah.... "
" jangan seperti ini, jika kamu seperti ini maka aku tidak akan bisa meninggalkan mu. "
" berjanjilah padaku "
" kamu harus memakai black card pemberian ku. "
" berbahagialah dan jangan menderita lagi. "
" jika kamu menderita maka apapun itu, bagaimana pun caranya aku akan menikahi mu saat itu juga. "
" jadi jangan menderita."
" kamu mengerti??" kata Aditya melepaskan Aletha dari pelukan nya.
" ......... " Aletha menganggukkan kepalanya.
" sudah..... "
__ADS_1
" hapus air matamu, aku tidak ingin melihatnya." kata Aditya menghapus air mata Aletha.
Setelah itu Aditya pun pergi meninggalkan Aletha dan Daniel.