Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode ke-39


__ADS_3

Kini Aletha dan Daniel sudah mendapatkan rumah kontrakan, Aletha meminta pada Aditya bahwa rumah yang sederhana saja, memilki dua kamar saja untuk nya dan Daniel.


" apa kamu yakin tinggal disini?? " kata Aditya


" kenapa memangnya?? "


" ini cukup bagus" kata Aletha


" mamah.... "


" kenapa kita tinggal di sini?? "


" ini sangat kecil" kata Daniel


" sayang.... "


" kita tidak perlu rumah yang besar, kita hanya tinggal berdua disini. "


" jika kita tinggal di rumah yang besar maka kita akan merasa kesunyian" kata Aletha


" kenapa kita tidak tinggal dengan Granma saja mah?? " kata Daniel


" sayang.... "


" kita tidak boleh terus-menerus tinggal dengan Granma. "


" mamah tidak mau terus-menerus merepotkan Granma dan paman. "


" lagi pula kita orang Indonesia dan akan tetap kembali kesini. " kata Aletha


" apakah papah Daniel disini juga?? " kata Daniel


Aletha dan Aditya saling memandang.


" Hmmmm..... "


" dulunya disini, tapi itu sudah sangat lama. sekarang mamah tidak tahu sayang. " kata Aletha


" jika begitu kenapa tidak paman saja yang jadi papahnya Daniel " kata Daniel


" khm.... khm.... " Aditya berbatuk.


" sayang.... "


" paman belum ingin menikah " kata Aditya

__ADS_1


" menikah??? "


" apa itu menikah?? " kata Daniel


" menikah itu.... " Aditya berhenti berbicara karena Aletha memotong nya.


" Daniel.... "


" sudah.... "


" sekarang kamu masuk kedalam kamar mu dan bantu mamah beres-beres. " kata Aletha


" apa kita tidak punya pembantu?? " kata Daniel


" kita tidak boleh terus-terusan merepotkan orang lain. "


" kita harus mandiri" kata Aletha


" apa itu mandiri?? " kata Daniel


" mandiri itu artinya melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain. "


" jika kita tidak bisa membantu setidaknya jangan merepotkan. " kata Aletha


" tapi di rumah Granma, membersihkan rumah itu di lakukan para wanita. "


" pekerjaan itu tidak dilihat dari segi perempuan atau laki-laki, jika kamu mampu maka lakukan."


" apalagi kamu seorang laki-laki, kamu harus orang kuat agar kamu bisa melindungi keluarga mu. "


" kamu mengerti?? " kata Aditya


" mengerti paman.... " kata Daniel


" sekarang pergilah dan kerjakan apa yang dikatakan mamah" kata Aditya


Daniel pun masuk kedalam kamar itu.


" dia sangat banyak bertanya " kata Aletha


" itu hal biasa, mungkin karena ini yang pertama baginya beradaptasi. "


" jika begitu ber beres-beres lah, aku akan tinggal." kata Aditya


" kapan kamu kembali ke Amerika " kata Aletha

__ADS_1


" besok.... "


" karena aku harus bekerja " kata Aditya


" aku akan mengantarmu kebandara " kata Aletha


" tidak perlu.... "


" baiklah, aku pergi" kata Aditya


"ia sudah.... "


" kamu hati-hati..... " kata Aletha


Aditya pun pergi berjalan kearah mobilnya.


" Adit...... " kata Aletha


Aditya membalikkan badannya namun tiba-tiba kini Aletha langsung memeluknya.


" terimakasih banyak untuk semuanya "


" maafkan aku yang tidak bisa membalas perasaan mu. "


" aku tidak akan pernah lupa dengan semua yang kamu perbuat padaku " kata Aletha menangis


" sudah.... "


" jangan seperti ini, jika kamu seperti ini maka aku tidak akan bisa meninggalkan mu. "


" berjanjilah padaku "


" kamu harus memakai black card pemberian ku. "


" berbahagialah dan jangan menderita lagi. "


" jika kamu menderita maka apapun itu, bagaimana pun caranya aku akan menikahi mu saat itu juga. "


" jadi jangan menderita."


" kamu mengerti??" kata Aditya melepaskan Aletha dari pelukan nya.


" ......... " Aletha menganggukkan kepalanya.


" sudah..... "

__ADS_1


" hapus air matamu, aku tidak ingin melihatnya." kata Aditya menghapus air mata Aletha.


Setelah itu Aditya pun pergi meninggalkan Aletha dan Daniel.


__ADS_2