
Sanjaya kemudian menemui Bagas. Sanjaya bingung bagaimana cara nya berbicara kepada anak laki laki nya ini yang tingkah laku maupun wajah nya copyan nya sewaktu kecil.
"Abang..boleh daddy berbicara?"
Bagas hanya melihat daddy nya itu, kemudian membuang muka nya ke arah yang berlawanan.
"Abang..bolehkan daddy berbicara empat mata dengan abang?"
"Hemmm." Bagas hanya berdehem. Sanjaya menghela nafas nya, sungguh sangat susah sekali mengambil hati anak nya ini.
"Kita bicara nya di ruang kerja daddy ya bang?"Lagi lagi Bagas hanya menganggukkan kepala nya.
Sanjaya lalu masuk ke ruang kerja nya dan diikuti oleh Bagas dari belakang. Sanjaya duduk di sofa panjang kemudian di ikuti oleh Bagas duduk di depan daddy nya.
"Abang...masih marah sama daddy."
Bagas menganggukkan kepala nya.
"Hufffttt...Daddy minta maaf audah menyakiti hati abang, tapi daddy juga melakukan itu karena daddy tidak ingin mommy meninggalkan daddy dan dady tidak suka mommy mengatakan sebagai wanita murahan, mommy adalah wanita istimewa bagi daddy."
"Tapi daddy gak perlu sampai memukul mommy, abang enggak suka siapapun memukul mommy dan adek Queen."
"Iya daddy salah sudah memukul mommy, tidak seharus nya daddy memukul mommy."
"Apa daddy tahu, mommy sudah menderita sewaktu daddy tidak bersama kami, sejak saat itu abang berjanji tidak akan pernah membiarkan mommy dan adek di pukul orang lain."
"Maaf...maafin daddy ya bang."
"Daddy sudah pernah berjanji tapi daddy juga mengingkari nya."
"Jadi daddy harus bagaimana bang."Sanjaya meremas kuat rambut nya, sungguh memori anak nya ini sangat kuat
"Tidak peu melakukan apa apa."
"Jadi abang sudah memaafkan daddy?"
Bagas menggelengkan kepala nya, dan wajah nya tampak datar, tidak ada senyuman sama sekali.
__ADS_1
"Daddy harus bagaimana abang, daddy enggak bisa melihat abang mendiamkan daddy."
"Izinkan mommy tidur bersama abang dan adek Queen selama 1 bulan dan daddy enggak boleh tidur bersama mommy atau bersama kami."
"Hah..abang jangan gitu, daddy enggak bisa tidur kalau enggak meluk mommy."
"Ya sudah kalau gitu abang akan bilang sama mommy, kalau daddy mengizinkan mommy untuk pulang ke tempat mommy dulu."
Ya Tuhan, kenapa aku memiliki anak seperti dia, sungguh sangat menyusahkan ku saja, bagaimana bisa dia tega menyuruh daddy tidur sendiri, ingin rasa nya aku menendang bokong kecil nya itu, huft.
"Apa enggak bisa 1 minggu aja bang, daddy sungguh enggak tahan bang."
"Enggak bisa, pokok nya selama 1 bulan daddy harus tidur sendiri, deal."
Sanjaya menimang dan berfikir, akhir nya setelah cukup lama akhir nya dia pun mengatakan deal.
Bagas lalu keluar dari ruangan kerja daddy nya dan tersenyum kemenangan, karena di berhasil mengerjai daddy nya dan supaya daddy tahu rasa nya kehilangan mommy nya.
Aku harus memikirkan cara supaya malam aku bisa tidur bersama Rika, bisa bisa karatan jagung milik ku tidak tersentuh oleh lembah savana itu.
Sanjaya lalu keluar dari ruang kerja nya lalu masuk ke kamar nya. Rika yang baru selesai dari kamar mandi melihat wajah Sanjaya yang murung. Rika lalu mendekati Sanjaya yang duduk di sofa sambil merebahkan kepala nya kebelakang.
"Hufftttt...anak itu sayang buat kepala mas cenat cenut."
"Siapa sich mas, aku enggak ngerti siapa yang mas maksud."
"Abang sayang."
"Emang kenapa dengan abang mas."
Sanjaya pun menceritakan keinginan Bagas kepada Rika. Rika tertawa terbahak bahak, dia tidak menyangka bahwa anak nya sangat overprotektif kepada nya.
"Sayang jangan ketawa, mas pusing ini."
"Hahahaha..dia itu copyan lho mas semua sifat nya sama seperti mu."
"Ahhh...dulu kamu ngidam apa sich sayang sampai bisa ngelahirin kayak abang."
__ADS_1
"Enggak ada mas, paling ngidam nya cuma kangen aja sama mas, hanya itu saja."
"Mungkin ini karma buat mas, karena dulu sudah membiarkan kamu melahirkan sendiri."
"Jangan sedih mas, ikuti aja kemauan abang, lagian cuma sebulan kok mas."
"Sayang...itu sangat lama, mas enggak akan tahan sayang."
"Terus mas mau nya gimana."
"Fikirkan cara nya sayang supaya mas bisa tidur bersama mu."Sambil meremas benda kenyal Rika.
"Iihhhh...mas tangan nya dikondisikan."
"Enggak bisa sayang, tangan mas lagi mencari kebahagiaan nya."
"Ada ada aja kamu mas, udah ah aku mau kebawah."
"Eitttsss...enggak bisa sayang, tuntas kan dulu ini baru bisa bebas sayang."Sanjaya menaikkan baju yang di pakai Rika lalu menaikkan penutup benda kenyal itu dan memasukkan kemulut nya benda kenyal itu.
"Mas..ah..udah donk mas."
Sanjaya seakan tuli, dia semakin menggigit kecil benda kecil itu dan tangan nya yang sebelah di masukkan ke dalam underware Rika. Di sana dia mulai mengolok olok pintu lembah savana yang menggiurkan itu.
"Mas..nanti kakak masuk, pintu nya belun di kunci lho."
Sanjaya lalu melepaskan ******* nya di benda kenyal itu juga tangan yang di bawah, lalu berjalan untuk menutup pintu dan mengunci nya.
Dia membuka semua pakaian nya dan mengajak Rika untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Kemudian Sanjaya mengangkat Rika ke atas westafel, dan membuat Rika dalam keadaan naked.
Sanjaya menunduk lalu menggigit sedikit benda kenyal lalu turun ke lembah savana kesukaan nya itu.
Dia menaikkan sebelah kanan kaki Rika ke bahu dan kaki sebelah kiri di tekuk. Sehingga terpampanglah dengan jelas lembah savana itu.
Sanjaya lalu menenggelamkan wajah nya di bawah dan mulai menggerakkan lidah nya. Rika merasakan sensasi berbeda, tidak pernah Sanjaya melakukan seperti ini.
__ADS_1
Rika meremas rambut Sanjaya dan menekan nya. Sanjaya semakin membuat lidah nya semakin liar di bawah sana.