Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 55


__ADS_3

"Rasanya sangat sempurna, di sini terkenal dengan seafood baladonya," kata Dokter Zek.


"Kau harus mencobanya," ucapk Dokter Zek memberikan tusukan kerang balado kepada Moly, Moly yang menatap makanan itu langsung menolak, "aku alergi seafood," Moly tersenyum kepada Dokter Zek.


"Benarkah? Berarti kau harus coba yang ini saja," ucap Zokter Zek kembali memberi satu potong daging kepada Moly, Moly pun menerima suapan itu langsung masuk ke mulutnya.


"Bagaimana rasanya? Apa rasanya enak?" tanya Dokter Zek melihat Moly sedang mengunyah steak itu dengan wajah yang datar.


"Steaknya menurut ku kurang sempurna, tingkat kematangannya kurang 2 menit lagi, terlalu banyak daun timi, aku tidak merasakan rosemerynya, khas bawang putihnya tidak tercium, terlalu banyak mentega, dan sebelihnya cukup," jelas Moly membuat Dokter Zek dan Bunga tercengang mendengar penjelasan Moly yang begitu detail mengenai steak itu.


"Sedetail itu kau menjelaskan semuanya pada kami? Kau memang hebat, lalu steak apa yang enak?" tanya Dokter Zek masih terkagum dengan ucapan Moly.


"Pulang dari acara peresmian hotel, kita belanja daging ya biar aku yang memasak steaknya," ucap Moly penuh percaya diri.


"Siap laksanakan!" tegas Dokter Zek sambil meletakan tangannya di atas kepalanya seperti hormat dengan komandan.


Moly dan Bunga tertawa melihat tingkah Dokter Zek, mereka menikmati makan siang di penuhi canda dan tawa tersungging di bibir mereka.


■■■


Di perjalanan Yojin memikirkan wanita yang tadi sempat ia peluk, aromanya sangat femiliar membuat Yojin teringat dengan Moly, "aku yakin dia Moly," Yojin masih dalam lamunannya. Asisten Han yang memperhatikan Yojin yang melamum, "tuan, apa besok anda akan ikut menghadiri acara Grand Opening hotel baru?" ucapan asisten Han tidak di gubris oleh Yojin.


Ponsel Yojin berdering keras membuyarkan lamunannya, Yojin langsung memeriksa ponselnya ternyata ada pesan masuk dari Riko, ia meminta Yojin untuk datang ke acara Grand Opening hotel itu.


"Kapan acara Grand Openingnya?" tanya Yojin kepada asisten Han.


"Perasaan tadi aku nanya deh?" suara lirih asisten Han terdengar Yojin.


"Apa kau bilang?" tanya Yojin merasa bingung.


"tidak tuan, aku tidak mengatakan apapun, besok acara Grand Opening hotel baru itu tuan, apa anda akan datang ke sana?" jelas asisten Han.

__ADS_1


"Besok aku harus datang, aku pasti akan bertemu dengan Moly, Zeki bilang dia akan membawa Moly ke acara itu," gumam Yojin dalam hati.


"Ok, besok kita datang," kata Yojin.


Sudah berbulan-bulan Yojin tak mengunjungi kantornya, sejak perselisihan antara dirinya dan Hye Son membuat Yojin hanya sesekali menengok kantor Mc.Group.


Saat ini Yojin melajukan mobilnya bersama asisten Han menuju kantor itu, karena memang ada rapat yang sangat mendesak. Saat sampai Yojin langsung keluar mobil dan memasuki kantor itu, ia berjalan menuju ruangannya.


"Tuan, ini proposal yang akan ditayangkan di rapat nanti," kata asisten Han memberikan proposal itu kepada Yojin.


Yojin menerima proposal dan memeriksa isi dari proposal itu, "bukanya ini proposal lama yang memang sudah tidak terpakai?" Yojin menatap asisten Han.


"Mereka sengaja mendaur ulang proposal lama ini tuan," jawab asisten Han.


"Coba kau periksa proposal ini, tidak ada perbedaan sama sekali," ucap Yojin melempar proposal itu ke atas meja.


Asisten Han hanya terdiam memandangi proposal itu.


"Katakan pada team yang akan mengadakan rapat ini untuk berkumpul di ruangan ku, sekarang!" perintah Yojin dengan nada yang kesal.


"Apa kalian benar merevisi proposal ini?" tanya Yojin menunjukan proposal itu.


Team golden yang menatap proposal itu hanya terdiam menundukan kepalanya.


"Kenapa kalian diam!" seru Yojin menatap tajam team itu.


"Maaf kan kami pak, kami di suruh," ucap team golden.


"Siapa yang menyuruh kalian? Apa kalian tau ini proposal yang tidak layak untuk di sajikan! Apa kalian tahu tamu yang akan datang dia berasal dari Amerika," seru Yojin dengan penuh amarah.


"Maafkan kami pak," ucap team golden.

__ADS_1


"Masih ada waktu 2 jam, saya mau kalian menyajikan secara singkat proposal itu tapi harus hasil dari pemikiran kalian sendiri, apa kalian mengerti!" teriak Yojin.


"Mengerti pak!" suara serentak team itu.


Team golden langsung mengerjakan proposal secara singkat di ruangan Yojin, terlihat mereka sangat sibuk membahas satu persatu isi proposal itu dengan begitu teliti. Mereka di pantau terus oleh Yojin sambil memeriksa memeriksa leptopnya.


Terlihat fokus dengan leptonya selama satu jam, Yojin langsung memberikan leptonya kepada team itu.


"Kau pelajari itu semua," ucap Yojin.


Team itu terkejut melihat Yojin memberikan leptopnya, "ada apa pak?" team itu menerima leptop milik Yojin, "sebentar lagi rapat akan di mulai, saya harap kalian membahas semua yang ada di leptop saya," Yojin langsung keluar dari ruanngannya langsung bertemu tamu yang akan menghadiri rapat itu.


Yojin berjalan menuju ruangan khusus untuk menunggu para pejabat penting yang datang untuk menghadiri rapat besar, mereka terlihat berbincang hangat.


Team golden langsung mempelajari proposal yang di buat oleh Yojin, mereka sangat kagum dengan kecerdasan Yojin yang begitu handal mengerjakan proposal secara singkat.


Rapat pun di mulai, Luki pun ikut menghadiri rapat besar itu berjalan dengan angkuhnya. Luki melihat Yojin yang berjalan bersama tamunya dari Amerika itu merasa sinis, "kau akan di permalukan oleh team mu sendiri," gumam Luki dalam hari sambil tertawa terbahak-bahak.


Team golden mempresentasikan hasil kerjanya dengan sangat detail, tamu dari Amerika pun langsung terkesimak dengan gagasan yang di sampaikan di dalam rapat itu. Luki tercengang kaget melihat rapat hari ini berjalan sangat lancar tanpa ada halangan apapun, wajahnya langsung terlihat sangat kusut.


"Ini di luar dugaan ku, memang Yojin tidak sembarangan untuk di hancurkan, sial!" gumam Luki dalam hati.


Rapat itu pun sudah selesai, sebagian orang yang ada di dalam rapat itu perlahan pergi meninggalkan ruangan itu, termasuk Luki dengan cepat langsung keluar menuju ruangannya.


"Sial! Kenapa mereka bisa berhasil? Dasar licik!" triak Luki melempar semua buku yang tersusum rapi di meja nya.


"Harus dengan cara apalagi aku menjatuhkan mu," ucap Luki dengan napas yang tersengal-sengal.


Yojin pun langsung mengantar tamu nya ke luar kantor dan memasuki mobil. Mereka berbincang menggunakan bahasa inggris, akhirnya tamu itu langsung melajukan mobil nya menjauh dari kantor Yojin.


"Rapat hari ini berjalan lancar, dan kamu siapkan proposal sesungguhnya," kata Yojin kepada asisten sambil berjalan kembali ke ruangannya.

__ADS_1


"Baik tuan, akan segera kami laksanakan," jawab asisten Han.


BERSAMBUNG.


__ADS_2