Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 74


__ADS_3

Gedung bekas bengkel mobil yang mengalami lendakan itu, langsung di pasang garis policeline . Dua pria yang tewas di tempat itu langsung di evakuasi dan di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan otopsi, Hye Son langsung melajukan mobilnya menuju lokasi ledakan itu. Saat di perjalan, mobil Hye Son dan mobil Yojin saling berpapasan berlawanan arah.


Yojin tidak mengetahui jika mobil yang barusan lewat itu mobil Hye Son dan sebaliknya Hye Son tidak mengetahui mobil berwarna putih yang barusan bersimpangan itu adalah mobil Yojin.


Mobil Yojin langsung membelok ke arah kanan menuju rumab sakit, sedangkan mobil Hye Son terus lurus.


"Kita harus segera kerumah sakit untuk memastikan siapa pria yang tewas itu," ucap Yojin.


Mendapat anggukan dari asisten Han, mobil itu melaju dengan kecepatn cukup tinggi. Sampai akhirnya sampai di depan rumah sakit, Yojin langsung turun dari mobil dan bertemu dengam administrasi rumah sakit untuk menanyakan korban ledakan di gedung itu.


Perawat itu tidak mengizinkan siapapun melihat korban yang tewas, terkecuali kerabatnya. Yojin berusaha meyakinkan perawat itu tetapi tetap saja tidak di ijinkan, tak ada pilihan lagi, Yojin yang dengan kesal langsung menelpon Zeki untuk meminta bantuannya.


Saat itu Zeki sedang berjaga di ruang Poli, setelah mendapat telpon dari Yojin, Zeki langsung berjalan menuju ruang jenazah.


"Ada apa?" tanya Zeki.


"Kita harus memeriksa korban yang tewas karena ledakan itu," jawab Yojin.


Zeki langsung menganggukan kepalanya, berjalan menuju perawat yang bejaga untuk memeriksa identitas korban itu. Akhirnya mereka bisa melihat korban yang tewas karena lendakan.


"Sepertinya dia bukan Lee Sang, tapi siapa pria ini?" tanya Yojin.


"Apa dia preman yang terus bersama Lee Sang? Lalu kemana pergi nya Lee Sang?" tanya asisten Han.


"Atau jangan-jangan Lee Sang sudah mengetahui jika disitu ada Bom nya?" sahut Yojin.


"Lalu siapa pelakunya? Aku merasa Lee Sang mengira kau yang melakukannya," ceteluk Zek menunjuk Yojin.


Han segera menyalin rekam medik kedua korban itu, dan segera keluar dari rumah sakit. Mobil Han melaju menuju tempat gedung kosong, sedangkan Hye Son sudah berada di lokasi kejadian.


Melihat gedung yang sudah tak berbentuk lagi, Hye Son memeriksa letak di mana Bom itu meledak sehingga menewaskan 2 orang.


■■■


Hye Son membayangkan sebelum insiden.

__ADS_1


Saat Yojin di rawat di rumah sakit, Yojin mengatakan kepada Lee Sang jika dirinya menyimpan semua harta itu di gedung kosong bekas bengke mobil. Ternyata Hye Song sudah mengaftikan rekam suara di jam tangannya, semua yang di katakan Yojin terdengar sangat jelas.


Ajudan yang di memang sedang berjaga di dalam mobil langsung menuju lokasi itu, untuk memastikan harta yang baru saja di katakan oleh Yojin. Saat 2 pria itu sampai di salah satu gedung kosong itu, mereka memerhatikan kotak besi yang berdebu.


Dengan hati-hati pria itu membuka kota besi itu menggunakan linggis, sampai akhirnya gantai besi itu terbuka. Mereka melihat emas batangan yang berkilauan sangat banyak, dengan cepat pria itu langsung mengganti semua emas batangan itu dengan Bom.


Bom itu akan aktif saat mendapat gesekan keras dari tombol pembuka kotak itu, dengan cepat pria itu memasak Bom dan perlengkapannya. Dan pergi dari gedung itu tanpa meninggalkan jejak.


■■■


Hye Son berdiri menatap tempat Bom itu meledak, "aku rasa dia sudah tewas, urusan ku hampir selesai," gumam Hye Son pergi meninggalakan tempat itu dan masuk ke dalam mobil.


"Antar aku ketempat biasa," ucap Hye Son.


Yojin bersama dengan Han berjalan menuju gedung kosong itu, saat di perjalanan memasuki gang. Han langsung menghentikan mobilnya, membuat Yojin merasa bingung.


"Ada apa?" tanya Yojin.


"Pimpinan Hye Son, baru saja lewat. Sepertinya dia sedang teeburu-buru," jawab asisten Han.


Melihat mobil Hye Son sudah menjauh dari gang itu, baru lah mobil Han yang memasuki gang itu dan berjalan sampai di depan gedung kosong yang sudah di beri batas dengan garis polisi atau policeline.


Yojin keluar dari mobil, melihat kondisi gedung yang hampir roboh, membuat Yojin terus masuk ke dalam. Ia melihat kotak bekas Bom itu di letakan, Han yang memeriksa area depan gedung itu melihat di sekitaran semak-semak, ada tetesan darah yang cukup banyak. Membuatnya terus mengikuti tetesan darah itu.


Han langsung menelpon Yojin yang masih berada di dalam untuk segera keluar dari gedung itu.


"Ada apa? Apa kau menemukan sesuatu?" tanya Yojin.


Han menunjukan tetesan darah itu kepada Yojin, "Aku rasa Lee Sang terpental sampai ke semak-semak ini tuan, dan melarika diri," pendapat Han.


"Kau benar juga, lumayan jauh dia terpentalnya. Sampai polisi tidak menemukan tetesan darah ini, apa mungkin bersembunyi tidak jauh dari tempat ini?" tanya Yojin.


Mereka berdua memutuskan untuk mengikuti tetesan darah yang sudah menghitam itu sampai ke pertigaan jalanan yang sunyi tidak terlihat ada kendaraan yang melintas.


"Tempat apa ini?" tanya Yojin.

__ADS_1


Han langsung mengingat jalan yang ada di depannya, melihat Yojin akan kembali ke lokasi gedung itu, tetapi di cegah oleh Han.


"Tunggu tuan," cega Han berusaha mengingat jalan itu.


"Ada apa lagi, aku harus kembali ke gedung kosong itu untuk mengambil mobil kita," sahut Yojin.


"Aku tau tempat ini tuan, jalan ini menuju rumah pak Kim, ayahnya Moly," ucap Han.


"Pak Kim? Apa kau yakin? Itu artinya Lee Sang di rumah pak Kim," tanya Yojin.


Setelah mereka berasumsi bahwa Lee Sang di tolong pak Kim dan di rawat olehnya, Han langsung melajukan mobilnya menuju rumah Kim Jung. Mobil itu mamasuki gang yang cukup sempit, dari kejauhan Han menunjukan rumah Kim Jung kepada Yojin.


"Itu rumah pak Kim," tunjuk Han, memperlihat kan pak Kim yang sedang membuat kerajinan tangan dengan kayu.


"Aku tidak melihat ada Lee Sang di sana? Apa pak Kim sakit?" tanya Yojin.


"Entah lah tuan, aku rasa begitu," jawab Asisten Han.


Yojin melihat Lee Sang yang berusaha duduk dari tempat tidurnya, terlihat dari jendela yang memang selalu terbuka saat siang hari. Yojin langsung menatap Han, mereka berdua saling menatap seperti satu pemikiran.


Yojin ingin keluar dari mobil dan menemui Lee Sang tetapi di cegah oleh Han, " biarkan dia beristirahat tuan, aku rasa lukanya cukup para."


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah Yojin, melihat kondisi Yojin yang mulai pucat, Han pun melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai.


"Sayang, apa kau sakit?" tanya Moly.


"Dia hanya kelelahan Nyonya, maafkan aku telah membawa Tuan Yojin berkeliling," jawab Han.


"Apa kalian mencari harta itu?" tanya Moly.


Han langsung kaget saat Moly tiba-tiba menanyakan tentang harta itu.


"Memang nya ada apa Nyonya?" tanya kembali Han membuat Moly terdiam.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2