Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode ke -29


__ADS_3

BULAN KE ENAM SETELAH PERNIKAHAN.


Sudah satu minggu ini Aletha di rawat dirumah sakit karena keadaan Aletha semakin hari semakin memburuk, dan usia kehamilan Aletha pun sudah memasuki bulan ke lima.


Bertahan untuk dua bulan lagi itu sangatlah susah untuk kesehatan Aletha, akan tetapi Aletha tetap berjuang untuk keinginannya untuk melahirkan anaknya.


Apalagi satu bulan terakhir ini, janin yang didalam perut Aletha kini mulai sering memberikan gerakan membuat Aletha semakin bersemangat walaupun itu harus kehilangan nyawanya sendiri.


" Rudy.... " kata Aletha


" iya kak... " kata Rudy


" bawa aku untuk keluar dari ruangan ini. "


" aku merasa sangat bosan. " kata Aletha


" apa ini tidak bermasalah dengan kesehatan kakak? " kata Rudy


" kakak janji.... "


" hanya sebentar saja " kata Aletha


" kalau begitu kakak tunggu sebentar, aku akan tanyakan ke perawat nya dulu. " kata Rudy pergi meninggalkan ruangan Aletha.


Tidak lama kemudian kini Rudy dan Amanda masuk kedalam ruangan Aletha karena kebetulan Amanda datang kerumah sakit untuk menjenguk Aletha.


" kakak di ijinkan keluar tapi hanya sebentar dan tidak boleh jauh-jauh. " kata Rudy


" tidak apa-apa " kata Aletha


Rudy pun mengambil alih kursi roda tersebut dan mendorong Aletha ke sebuah taman rumah sakit.


" biar aku saja " kata Amanda


" makasih kak " kata Rudy


" kita kemana nih Al.... " kata Amanda


" bawa aku berkeliling rumah sakit " kata Aletha


" ia.... " kata Amanda mendorong kursi roda Aletha.


Saat berkeliling dirumah sakit, tanpa sadar Carson berlari melewati mereka berdua begitu saja akan tetapi Aletha mengenali bahwa dia adalah Carson.


" Man... " kata Aletha


" ia ada apa Al... " kata Amanda


" putar balik, kita jangan kesana lagi. " kata Aletha


" tapi kenapa?? " kata Amanda


" Carson ada disini " kata Aletha


" Carson??? "


" siapa Carson?? "

__ADS_1


" apa dia suami kontrak mu?? " kata Amanda


" ....... " Aletha menganggukkan kepalanya.


" apa dia belum tahu bahwa kamu hamil anak nya dia?? " kata Aletha


" dia tidak tahu. " kata Aletha


" jika begitu bagus dong dia ada disini, agar dia tahu bahwa kamu hamil anaknya dan biarkan dia bertanggung jawab pada mu. "


" gara-gara dia juga kamu berada di ujung kematian seperti ini. " kata Amanda


" tidak.... "


" dia tidak boleh tahu keadaan ku yang sebenarnya " kata Aletha


" kenapa Al?? "


" lalu bagimana jika kamu tidak bisa diselamatkan?? " kata Amanda


" aku tidak perduli dengan nyawaku, Matipun aku mau asalkan anakku selamat. " kata Aletha


" lalu bagaimana jika anak ini tidak terselamatkan juga dan lihat keadaan mu sekarang " kata Amanda


" aku akan berjuang " kata Aletha menangis


Amanda tidak tega melihat Aletha dia pun memeluk Aletha berharap dengan begitu Aletha bisa merasa lebih baik.


Namun tiba-tiba beberapa perawat dan dokter berlari melewati mereka berdua sepertinya terjadi sesuatu.


Aletha mengingat Carson dan kemudian para perawat itu berjalan searah dengan Carson.


" ayok kita kesana " kata Aletha


" tapi pria itu ada disana " kata Amanda


" aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada keluarga nya " kata Aletha


" apa kamu mencintai pria itu?? "


" kenapa kamu perduli padanya?? "


" ingat Al.... "


" bahwa dia menganggap mu hanya istri bayarannya saja, tidak usah berharap lebih padanya. " kata Amanda


" aku mengerti, tapi aku ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi. "


" aku mohon bawa aku kesana. " kata Aletha


" baiklah.... " kata Amanda Pasrah


Mereka berdua pun berjalan menyusul para perawat itu, hingga mereka tiba di ruang ICU dari balik kaca Aletha melihat didalamnya terdapat beberapa perawat dan juga dokter. Aletha juga melihat ada Carson disana sedang menangis.


Aletha sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Carson, dan kebetulan seorang perawat keluar dari dalam ruang itu.


" sus.... " kata Aletha

__ADS_1


" ia mbak... " kata Perawat


" apa yang terjadi didalam sana. " kata Aletha


" oh.... "


" pasien yang dirawat didalam kamar ini baru saja meninggal mbak " kata Perawat


" meninggal sus??? "


" kalau boleh tahu, siapa orang yang dirawat di kamar itu?? "


" dan kenapa para dokter dan juga perawat berlarian begitu banyak keruangan itu? " kata Aletha


" oh.... "


" dia pasien VVIP rumah sakit ini, para dokter berlarian kesana mungkin saja karena pasien adalah ayah dari pemilik rumah sakit ini. " kata perawat


" siapa dia?? " kata Aletha


" nama pasien itu tuan Williams mbak" kata Perawat


" apa??? " kata Aletha


" ia mbak... "


" maaf mbak saya harus pergi" kata perawat itu.


Aletha pun menangis mendapat kabar bahwa Williams sudah meninggal. Aletha sangat merasa sedih, bagaimana pun juga selama tinggal disana Williams memperlakukan nya begitu baik.


Aletha pun kembali menyalahkan dirinya. karena dia Williams meninggal.


Keesokan harinya Amanda menemani Aletha untuk penguburannya Williams. Akan terapi Aletha hanya bisa menyaksikannya dari jarak yang jauh, dia tidak berani untuk bertemu langsung dengan Carson.


Satu minggu berlalu, dokter yang biasa memasuki ruangan Aletha dirawat namun dia sedang bersama dengan seseorang.


Dokter tersebut memeriksa keadaan Aletha.


" perkembangan janin mu sangat baik... " kata Dokter itu


" terimakasih banyak dok" kata Aletha tersenyum.


" oh ia mbak.... "


" perkenalkan dia adalah dokter Adityawarman."


" dia adalah dokter baru disini dan mulai sekarang sampai kedepannya dia yang akan bertanggungjawab padamu " kata Dokter tersebut.


" hello.... " kata dokter Adityawarman tersebut dan tersenyum pada Aletha.


" hai... " kata Aletha


" perkenalkan aku dokter Adityawarman dan kamu bisa memanggilku dengan Aditya. " kata Aditya.


" salam kenal dok " kata Aletha


" oke baiklah.... "

__ADS_1


" jika begitu kita pergi dulu" kata Dokter tersebut dan mereka berdua pun meninggalkan kamar Aletha.


__ADS_2