
setelah menunggu hampir 10 menit, ojol yang di tunggu tunggu Lisa pun akhir nya tiba. Lisa langsung memakai helm dan menaiki ojol nya.
Lisa menutupi kedua paha nya dengan tas nya. Jalanan yang mulai sepi membuat Lisa semakin takut apalagi ojol nya ini membawa nya dengan kecepatan sedang saja.
"Pak..bisa agak cepat tidak pak."
"Buru buru ya mbak."
"Tidak juga pak, cuma agak capek saja pak karena lembur, pengen cepat sampai rumah."
"Oo...enggak mau keliling keliling dulu mbak."
"Enggak usah pak."
Perasaan Lisa semakin tidak enak, satu oun pengendara motor tidak ada yang lewat. Tanpa di sadari Lisa, Rico mengikuti nya dari belakang namun jarak nya agak sedikit jauh sehingga hampir tidak kelihatan oleh Lisa.
Tiba tiba ojol yang di tumpangi Lisa berhenti di tempat sepi.
"Kok berhenti pak, kan belum sampai."
"Iya mbak, tunggu sebentar ya mbak kayak nya bensin nya habis."
"Aduh...gimana sich pak."
Ojol sengaja mengatakan bensin habis, karena dia melihat situasi yang mendukung untuk melakukan sesuatu kepada Lisa.
Disaat Lisa lengah karena melihat ke kanan dan ke kiri, ojol langsung menarik tas yang di pegang Lisa. Tarik menarik pun akhir nya terjadi.
"Tolong...tolong...Teriak Lisa
"Enggak usah teriak mbak, enggak akan ada yang nolongin mbak, hahahaha."
Rico yang melihat dari kejauhan ojol yang di tumpangi Lisa berhenti, dia pun mempercepat membawa mobil, dan ketika dia sudah hampir dekat, dia melihat Lisa di tampar dan di dorong.
Dengan cepat Rico langsung keluar dari mobil nya dan berlari dengan cepat mendekati Lisa. Dia langsung mengahajar ojol dengan membabi buta.
"Dasar kurang ajar, bisa bisa nya kau berbuat begitu."
"Ampun pak...ampun...tolong ampuni saya." Driver itu meminta amoun sambil mengatupkan kedua tangan nya.
"Pergi kau dari sini, sebelum kau mati di tangan ku."Geram Rico.
Driver pun dengan cepat pergi mengendarai motor nya, sementara Lisa menangisi nasib nya yang selalu saja buruk.
Rico lalu mengambil tas Lisa yang terletak di tanah, lalu memegang tangan Lisa dan membawa nya ke dalam mobil nya.
"Hikss....hiksss.."Lisa menangis dan seluruh badan nya bergetar karena masih ketakutan, sudut bibir nya juga tampak terluka.
Rico mengambil tissue yang di mobil lalu mengelap sudut bibir Lisa yang masih berdarah.
"Teri..ma kasih pak."
Rico lalu membawa Lisa pulang, di sepanjang jalan tidak ada pembicaraam antar kedua nya. Lisa yang memang sangat capek dan lelah akhir nya tertidur di mobil Rico.
__ADS_1
Rico melirik Lisa yang tertidur, karena tidak tau letak tempat tinggal Lisa akhir nya Rico pun membawa nya ke apartemen nya.
Rico menggendong Lisa dengan brydal dan meletakkan nya di atas tempat tidur nya. Ini kali pertama Rico membawa perempuan ke dalam apartemen nya.
Rico membersihkan badan nya, hampir setengah jam di di dalam kamar mandi, dan saat dia keluar Lisa juga tampak bangun.
Rico mengerjakan tugas tugas yang sering di bawa nya pulang ke apartemen nya. Hampir 2 jam dia mengerjakan nya dan mengirim nya ke email Sanjaya.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam, Lisa pun terbangun dari tidur nya, dia membuka mata nya dengan perlahan, dia mengernyit karena merasa ini bukan kamar nya.
"Ehem.."Rico berdehem dan mengagetkan Lisa
"Eh...pak Rico, kenapa bapak ada di sini."
"Ini kamar ku, aku membawa mu ke sini karena kau tertidur di mobil, aku tidak tau di mana rumah mu."
"Terima kasih untuk semua nya, saya pamit pulang pak."Lisa beranjak dari tempat tidur dan mengambil tas nya yang terletak di atas sofa, dia melangkah kan kaki nya keluar kamar.
Tapi sebelum itu, Rico sudah memegang tangan nya dan menahan langkah Lisa.
"Tetap lah di sini, besok baru kau kembali."
"Tidak usah pak, saya berani kok pulang sendiri."
"Jangan membantah ku Lisa."Ujar Rico tegas.
Lisa menundukaan kepala nya takut, Rico langsung menarik tangan Lisa dan membawa nya ke sofa.
"Bersihkam badan mu, pakai lah baju ku."
Lisa langsung mengambil kemeja Rico dan membawa nya ke kamar mandi. Lisa keluar dengan kemeja Rico yang berada di atas lutut nya.
"Istirahat lah, aku akan tidur di sofa."
"Saya saja pak yang tidur di sofa, ini kan punya bapak, saya hanya menumpang di sini."
"Tidur lah."
Lisa langsung membelakangi Rico, dan Rico juga telah tidur di sofa. Baru memejamkan mata nya selama 2 jam, Rico mendengar suara suara seperti meringis.
"Ayah...ibu...Kakak rindu kalian, hikss...hikss..Ternyata Lisa mengigau kedua orang tua nya.
Rico langsung mendekati Lisa dan duduk di samping Lisa.
"Ibu...jemput kakak saja sekarang, Lisa capek sendirian di sini, kakak enggak punya siapa siapa di sini...hikss...hiksss."Air mata Lisa tumpah meskipun lagi tidur.
Rico yang mendengar nya merasa kasihan dengan Lisa, nasib mereka sama, sama sama yatim piatu, Rico lalu membaringkan tubuh nya di samping Lisa dan memeluk erat Lisa.
"Tenang lah..ada aku di sini."ucap Rico pelan sambil mengelus punggung Lisa.
Seakan terbuai, Lisa pun tidak lagi mengigau dia tertidur dengan nyaman di pelukan Rico.
Pagi nya Lisa yang terbangun duluan terkejut dengan pelukan Rico di tubuh nya. Dia memandangi Rico.
__ADS_1
""Kau sudah bangun." tanya Rico dengan suara bangun tidur nya.
"Iya pak."
Tanpa kata Rico langsung mencium bibir Lisa dan ******* nya dengan lembut. Lisa hanya diam karena tidak percaya dengan semua nya.
"Morning kiss mu." ucap Rico
"Hah.."
Karena merasa gemas dengan kepolosan Lisa, Rico langsung menaiki tubuh Lisa dan kini Rico berada di atas tubuh Lisa.
"Eh...bapak mau apa "
"Tidak mau apa apa, hanya ingin memandang mu saja."
Blushh....
Wajah Lisa langsung merona bak tomat busuk, Rico terkekeh melihat nya. Dia mengecup dahi, mata, pipi Lisa dan terakhir bibir Lisa.
"You are mine Lisa."
"Hah..Bapak bicara apa."
"Jangan panggil bapak kalau hanya kita berdua, panggil sayang."
"Saya tidak mengerti pak."
"Mulai sekarang kau milik mu, ingat itu milik ku."
"Tapi pak."
" Kenapa, apa kau tidak mencintai ku lagi."
"Bukan begitu, tapi kan bapak punya pacar."
"Itu hanya alasan ku saja, agar kau menjauhi ku."
"Jadi bapak berbohong."
"Hem...mulai sekarang kau adalah milik ku, calon istri ku."
blushhh...
Rico langsung mencium kembali bibir Lisa dan kali ini Lisa membalas nya meskipun masih kaku.
-
-
-
-
__ADS_1
Sesekali tentang Lisa dan Rico ya, kasihan mereka jika tidak ada part cerita nya..