Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode 86 Positif


__ADS_3

Sanjaya membawa Rika dan kedua anak kembar nya ke rumah sakit internasional. Mereka langsung menuju ke ruangan dokter Riani spesialis obgyn.


Menunggu hanya 5 menit, nama Rika pun dipanggil. Di dampingi dengan anak dan suami membuat Rika seperti ratu.


"Selamat pagi nyonya tuan."


"Pagi dokter."


"Bisa di beritahu keluhan nya nyonya."


"Begini dokter, tadi pagi saya muntah muntah, kepala juga pusing, saya sudah telat haid selama 1 minggu dok."


"Apakah sudah di test nyonya?"


"Belum dokter."


"Baiklah, sekarang ibu naik dulu ke tempat tidur ya, biar kita langaung liat dari usg."


Sanjaya membantu Rika menaiki tempat tidur dan berbaring, perawat yang mendampingi dokter lalu menaikkan baju Rika dan mengolesi dengan gel.


Dokter mengarahkan alat usg ke perut Rika, dokter tersenyum kemudia dia memberitahukan kepada Sanjaya dan juga Rika.


"Nyonya bisa lihat yang saya lingkari, itu adalah calon anak tuan dan nyonya, usia kandungan nyonya masih 5 minggu."


"Benar kah istri saya hamil dok?"


"Benar tuan, dan kandungan nyonya juga kuat."


"Terima kasih ya Tuhan." Sanjaya menciun kening Rika karena terharu dengan surprise yang di berikan istri nya.


Queen yang tampak bingung dengan alat alat usg dan gambar yang hanya hitam, menanyakan kepada dokter, tingkat keinginan tahuan nya selalu saja muncul jika melihat yang batu bagi nya.


"Doktell...doktell ini apa."


"hallo nona kecil, ini nama nya alat usg."


"Kakak ndak ngelti ueg itu, kenapa doktell letakkan ke pellut na mommy."


"Kan mau lihat adek bayi."


"Adek bayi?"

__ADS_1


"Iya nona."


"Di pellut mommy ada adek bayi?"


"Iya sayang, di perut mommy ada adek bayi."


"Yeay....kapan kelual nya my, kakak udah ndak sabal pengen liat adek bayi."


"Nanti ya sayang, tunggu perut mommy besar dulu."


"Ooo..ote ...ote...kakak sabal kok tunggu adek bayi kelual."


Setelah melakukan usg dan kali ini di berikan obat untuk penguat kandungan karena Rika yang memiliki riwayat keguguran.


Sanjaya membawa keluarga kecil nya pulang, sepanjanb jalan Sanjaya tersenyum membayangkan kembali rumah nya yang akan kembali semakin ramai dengan bertambah nya anak nya.


"Mas kenapa senyum senyum terus?"


"Mas senang sayang, sebentar lagi rumah kita akan semakin ramai."


"Iya mas."


"Kalau kamu menginginkan sesuatu bilang sama mas ya sayang jangan sungkan."


"Iya mas."


"Belum tau sayang, nanti kalau perut mommy sudah besar baru kelihatan laki lalki atau perempuan."


"Kakak mau adek na pellempuan, bial ada teman kakak main belbi sama masak masak my."


"Kalau abang mau nya apa bang?"


"Apa aja my, yang penting mommy sehat."


"Doakan mommy ya sayang, supaya sehat terus."


"Oke..ote my."


Untuk kali Sanjaya akan lebih overprotektif kepada istri nya, cukup satu kali kehilangan bagi nya.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Sementara di kantor semua pekerjaan Sanjaya di kerjakan oleh asistant nya, siapa lagi kalau bukan Rico.


Rico harus sering lembur untuk menyelesaikan rapat dimana mana dan terkadang harus di bantu oleh Lisa.


Semenjak kejadian Lisa yang di antar pulang oleh Rico, hubungan merea semakin berjarak. Karena Rico dengan terang terangan mengatakan membantu nya bukan karena memiliki perasaan tetapi karena merasa iba saja.


Rico yang sudah memiliki pacar seorang model membuat Lisa harus mengubur keinginan nya untuk mendapatkan Rico.


Hanya sekedar pembicaraan sewaktu bekerja saja Lisa mau dekat dengan Rico, dan untuk selebih nya Lisa hanya diam dan kadang mengganggukkan kepala nya saja.


Seperti sekarang mereka harus lembur berdua, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


Lisa yang sudah bolak balik melihat jam tangan nya pun menghela nafas, bagaimana tidak karena di jam rawan seperti ini ojol akan sangat di dapat nya.


Dengan hati hati Lisa pun menyampaikan keinginan nya untuk pulang lebih awal keoada Rico.


"Maaf pak Rico, apakah saya bisa pulang sekarang, saya takut ojol akan susah kalau di jam sekarang."


Rico pun melihat jam nya dan menghela nafas nya .


"Baiklah..kita pulang sekarang."


Lisa langsung menyusun berkas berkas dengan rapi lalu mengambil tas nya dan segera turun dengan menggunakan lift sampai ke lantai dasar.


Di lift Lisa sibuk dengan ponsel nya untuk memesan onjol, tetapi banyak yang membatalkan karena sudah hampir larut malam.


Lisa menghela nafas nya kasar, bagaimana cara nya dia pulang, karena jarak rumah dan kantor nya lumayan lah jauh.


Lisa berdiri di depan loby untuk menunggu ojol yang akan datang terlambat karena harus menambal ban terlebih dahulu.


Dengan sangat terpaksa Lisa harus menunggu nya, karena tidak ada ojol yang menerima orderan nya.


Rico pun langsung menaiki mobil nya, dan ketika ingin keluar dia melihat Lisa masih berdiri.


"Lisa...ayo bareng aku saja."


"tidak pak terima kasih, saya sudah pesan ojol tetapi memang datang nya telat."


"Apa kamu yakin menunggu sendiri."


"Iya pak, tidak apa apa."

__ADS_1


"Baiklah saya pergi."


Rico pun pergi, sementara Lisa yang sebenar nya ketakutan mulai melihat kanan dan kiri, berharap ojol nya datang.


__ADS_2