Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode ke-37


__ADS_3

Sementara di tempat lain.


" jika kamu kembali ke Indonesia, apa yang akan kamu lakukan. " kata Aditya


" aku akan menemui orang-orang yang aku rindukan. " kata Aletha


" apa kamu akan tinggal dengan pria itu?? " kata Aditya


" tidak mungkin, sebentar lagi mereka akan menikah. " kata Aletha


" lalu bagaimana dengan anak itu?? " kata Aditya


" aku akan membesarkan nya sendiri. aku akan berusaha semampuku untuk membesarkan nya. " kata Aletha


" itu memang kewajiban mu, karena kamu adalah orang tuanya. "


" aku menanyakan anak pria itu, bukan Daniel. " kata Aditya


" Aryni...?? "


" entah lah... "


" mungkin jika bertemu dia tidak mengingat ku lagi. " kata Aletha


" apa kamu benar-benar sungguh mencintai anak itu?? " kata Aditya


" dia masih kecil dan di masih sangat membutuhkan perhatian orang dewasa, dia pasti sangat kesepian. "


" aku mencintai nya, tidak ada alasan untuk ku membencinya." kata Aletha


" jika kembali ke Indonesia apa kamu bersedia menerima segala pemberian ku. " kata Aditya


" apa maksudnya?? " kata Aletha


" aku tidak ingin kamu hidup susah dan menderita, setidaknya terima semua yang kuberikan padamu. "


" misalnya rumah, uang, atau mobil" kata Aditya


" tidak.... "


" aku tidak menginginkan itu, jika aku menerima itu. "


" itu artinya aku adalah ibu yang tidak bertanggung jawab dengan anaknya. " kata Aletha


" mungkin kamu bisa melewati nya. "


" lalu bagaimana dengan Daniel?? "


" dia sudah terbiasa hidup dengan kemewahan." kata Aditya


" aku akan berusaha semampuku untuk membuat nya tidak kekurangan apapun. " kata Aletha


" jika begitu pergilah... " kata Aditya memberikan amplop berwarna coklat kepadanya.


" apa ini??? " kata Aletha


"buka lah" kata Aditya


Aletha pun membuka amplop coklat itu dan disana terdapat beberapa berkas identitas seseorang dan sebuah kartu berwana hitam.


Aletha membaca identitas tersebut.


" Alina??? " kata Aletha


" ia.... "


" jika kamu igin kembali ke Indonesia, kembali lah menjadi Alina dan bukan Aletha lagi. "


" disana Aletha sudah terdaftar sebagai orang meninggal, tetapi Alina tidak. "


"dia masih terdaftar sebagai orang hilang. "


" bukan kah Alina saudara kembarmu yang hilang terbawa arus?? " kata Aditya


" bagaimana kamu tahu?? " kata Aletha


" saat mencari kalian berdua, aku mengetahui bahwa Alina sudah meninggal di sebuah pelosok desa. "


" akan tetapi tidak ada yang mengetahui identitas nya sehingga dia terkubur tanpa identitas. " kata Aditya

__ADS_1


" lalu bagaimana jika Alina masih hidup, dan dia bukan Alina yang sebenarnya " kata Aletha


" saat pertama kali aku menemukan mu, aku kembali ke desa tersebut dan aku melakukan tes DNA atas kalian berdua. "


" hasilnya akurat 100 persen. "


" namun aku tidak melaporkan nya ke bagian sipil agar kamu bisa tetap hidup. " kata Aditya


" terimakasih banyak " kata Aletha menangis memeluk Aditya.


Aditya menerima pelukan dari Aletha, dia sangat terkejut. dia terdiam bagaikan patung.


" aku tidak akan melupakan segala kebaikan mu padaku"


" suatu saat aku akan membalas mu. " kata Aletha


" tidak perlu, "


" aku melakukan ini karena aku mencintaimu " kata Aditya.


" tetapi aku sadar bahwa cinta ku hanya sepihak. "


" melihat mu bahagia itu sudah sangat membantu ku. "


" berjanjilah padaku untuk tidak menderita lagi."


" black Card itu, tolong bawalah bersama mu. "


" aku akan sangat bahagia jika kamu menggunakan nya. " kata Aditya


mendengar pernyataan Aditya membuat Aletha terdiam.


" kenapa kamu terdiam??? "


" kamu tenang saja,,, "


" aku akan tidak meminta mu untuk membalaskan cinta ku pada mu. " kata Aditya bangkit berdiri mengucek rambut Aletha setelah itu dia berjalan kearah mobilnya.


Aletha menyusul Aditya dan kemudian mereka meninggalkan pantai.


" sejak kapan?? " kata Aletha


" apa??? " kata Aditya sambil pokus menyetir.


" sejak saat kita pertama bertemu. " kata Aditya


" kamu.... "


" bagaimana mungkin kamu bisa jatuh cinta dengan hanya pertemuan pertama. " kata Aletha


" apa yang salah dengan itu. "


" kamu anak dari tante Emmely, "


" tante Emmely orang yang baik... "


" tentu kamu mewarisi sifat itu. "


" pria jatuh cinta pada wanita jika melihat wanita itu cantik, selain cantik kamu pasti orang yang baik. "


" lalu masalah nya dimana " kata Aditya


" tetapi tetap saja kamu tidak iklas merawat ku." kata Aletha


" aku??? "


" kenapa?? " kata Aditya


" kamu bahkan mengomeliku setiap hari... "


" mengatai ku patung bernafas, entah apa lagi itu... "


" semakin banyak nya bahkan aku tidak bisa mengingat nya. " kata Aletha


" hahaha.... "


" kamu mendengar ku?? " kata Aditya


" iya... "

__ADS_1


" aku sangat ingin membunuh mu pada saat itu, itu sebabnya aku mencengkram mu. " kata Aletha


" lalu selain itu, apalagi yang kamu ingat. " kata Aditya


" kamu bahkan sering mencium ku. "


" dasar dokter mesum... "


" beraninya kamu mencium pasien mu pada saat kritis seperti itu. " kata Aletha


Aditya pun sangat merasa malu,,,


" khm.... "


" itu bukan aku"


" itu tante Emmely " kata Aditya


" aku tahu membedakan kalian berdua, aku memang kritis tapi aku bisa mendengar dan merasakan " kata Aletha


" sudah.... "


" berhenti mengomeliku,,, "


" kita sudah sampai.... " kata Aditya


" lalu seandainya Alina hidup, apa kamu akan mencintai kami berdua juga?? " kata Aletha menggoda Aditya.


" sudah.... "


" aku bilang berhenti" kata Aditya


" hahahaha... "


" apa kamu punya rasa malu sekarang?? " kata Aletha selalu menggoda Aditya.


" Al.... jika kamu berjalan seperti itu kamu bisa terjatuh " kata Aditya berjalan memasuki rumah.


" katakan apa kamu akan mengencani kami berdua dokter mesum?? " kata Aletha


" ia...."


" bila perlu aku akan menikahi kalian berdua" kata Aditya


" akh...."


" kamu benar-benar mesum ternyata " kata Aletha selalu menggoda Aditya hingga dia tidak sengaja tersandung anak tangga.


" a.. a... ah.... " kata Aletha ingin terjatuh namun tiba-tiba Aditya langsung menopang tubuhnya dan memeluk Aletha hingga Aletha tidak sadar bibir nya mendarat tepat di bibir Aditya.


Keduanya pun terdiam saling memandang, mereka berdua bagaikan tersihir sesuatu.


" uh..... "


" Granma apa yang dilakukan paman dan mamah??? " kata Daniel


Emmely pun spontan langsung menutup mata Daniel. Aletha dan Aditya pun langsung menjauhkan diri mereka masing-masing.


" kami akan pergi... "


" kalian silahkan lanjutkan " kata Emmely membawa Daniel.


" kamu mencari kesempatan?? " kata Aletha


" kamu yang mencari kesempatan"


" kamu mengejek ku mesum... "


" tapi lihatlah bahkan kamu yang mencium ku terlebih dahulu. " kata Aditya


" kamu yang memelukku" kata Aletha malu


" aku hanya membantu mu agar kamu tidak terjatuh, kamu yang mengambil kesempatan itu. " kata Aditya


" maka biarkan saja aku jatuh... " kata Aletha


" iya.... "


" kamu ada benarnya juga, seharus aku tidak menolong mu tadi agar kamu terjatuh kemudian pingsan lalu aku bisa melakukan sesuka ku. " kata Aditya berjalan meninggalkan Aletha.

__ADS_1


" kamu.... "


" dasar dokter mesum... " kata Aletha merasa kesal.


__ADS_2