
Sementara di tempat lain.
" jika kamu kembali ke Indonesia, apa yang akan kamu lakukan. " kata Aditya
" aku akan menemui orang-orang yang aku rindukan. " kata Aletha
" apa kamu akan tinggal dengan pria itu?? " kata Aditya
" tidak mungkin, sebentar lagi mereka akan menikah. " kata Aletha
" lalu bagaimana dengan anak itu?? " kata Aditya
" aku akan membesarkan nya sendiri. aku akan berusaha semampuku untuk membesarkan nya. " kata Aletha
" itu memang kewajiban mu, karena kamu adalah orang tuanya. "
" aku menanyakan anak pria itu, bukan Daniel. " kata Aditya
" Aryni...?? "
" entah lah... "
" mungkin jika bertemu dia tidak mengingat ku lagi. " kata Aletha
" apa kamu benar-benar sungguh mencintai anak itu?? " kata Aditya
" dia masih kecil dan di masih sangat membutuhkan perhatian orang dewasa, dia pasti sangat kesepian. "
" aku mencintai nya, tidak ada alasan untuk ku membencinya." kata Aletha
" jika kembali ke Indonesia apa kamu bersedia menerima segala pemberian ku. " kata Aditya
" apa maksudnya?? " kata Aletha
" aku tidak ingin kamu hidup susah dan menderita, setidaknya terima semua yang kuberikan padamu. "
" misalnya rumah, uang, atau mobil" kata Aditya
" tidak.... "
" aku tidak menginginkan itu, jika aku menerima itu. "
" itu artinya aku adalah ibu yang tidak bertanggung jawab dengan anaknya. " kata Aletha
" mungkin kamu bisa melewati nya. "
" lalu bagaimana dengan Daniel?? "
" dia sudah terbiasa hidup dengan kemewahan." kata Aditya
" aku akan berusaha semampuku untuk membuat nya tidak kekurangan apapun. " kata Aletha
" jika begitu pergilah... " kata Aditya memberikan amplop berwarna coklat kepadanya.
" apa ini??? " kata Aletha
"buka lah" kata Aditya
Aletha pun membuka amplop coklat itu dan disana terdapat beberapa berkas identitas seseorang dan sebuah kartu berwana hitam.
Aletha membaca identitas tersebut.
" Alina??? " kata Aletha
" ia.... "
" jika kamu igin kembali ke Indonesia, kembali lah menjadi Alina dan bukan Aletha lagi. "
" disana Aletha sudah terdaftar sebagai orang meninggal, tetapi Alina tidak. "
"dia masih terdaftar sebagai orang hilang. "
" bukan kah Alina saudara kembarmu yang hilang terbawa arus?? " kata Aditya
" bagaimana kamu tahu?? " kata Aletha
" saat mencari kalian berdua, aku mengetahui bahwa Alina sudah meninggal di sebuah pelosok desa. "
" akan tetapi tidak ada yang mengetahui identitas nya sehingga dia terkubur tanpa identitas. " kata Aditya
__ADS_1
" lalu bagaimana jika Alina masih hidup, dan dia bukan Alina yang sebenarnya " kata Aletha
" saat pertama kali aku menemukan mu, aku kembali ke desa tersebut dan aku melakukan tes DNA atas kalian berdua. "
" hasilnya akurat 100 persen. "
" namun aku tidak melaporkan nya ke bagian sipil agar kamu bisa tetap hidup. " kata Aditya
" terimakasih banyak " kata Aletha menangis memeluk Aditya.
Aditya menerima pelukan dari Aletha, dia sangat terkejut. dia terdiam bagaikan patung.
" aku tidak akan melupakan segala kebaikan mu padaku"
" suatu saat aku akan membalas mu. " kata Aletha
" tidak perlu, "
" aku melakukan ini karena aku mencintaimu " kata Aditya.
" tetapi aku sadar bahwa cinta ku hanya sepihak. "
" melihat mu bahagia itu sudah sangat membantu ku. "
" berjanjilah padaku untuk tidak menderita lagi."
" black Card itu, tolong bawalah bersama mu. "
" aku akan sangat bahagia jika kamu menggunakan nya. " kata Aditya
mendengar pernyataan Aditya membuat Aletha terdiam.
" kenapa kamu terdiam??? "
" kamu tenang saja,,, "
" aku akan tidak meminta mu untuk membalaskan cinta ku pada mu. " kata Aditya bangkit berdiri mengucek rambut Aletha setelah itu dia berjalan kearah mobilnya.
Aletha menyusul Aditya dan kemudian mereka meninggalkan pantai.
" sejak kapan?? " kata Aletha
" apa??? " kata Aditya sambil pokus menyetir.
" sejak saat kita pertama bertemu. " kata Aditya
" kamu.... "
" bagaimana mungkin kamu bisa jatuh cinta dengan hanya pertemuan pertama. " kata Aletha
" apa yang salah dengan itu. "
" kamu anak dari tante Emmely, "
" tante Emmely orang yang baik... "
" tentu kamu mewarisi sifat itu. "
" pria jatuh cinta pada wanita jika melihat wanita itu cantik, selain cantik kamu pasti orang yang baik. "
" lalu masalah nya dimana " kata Aditya
" tetapi tetap saja kamu tidak iklas merawat ku." kata Aletha
" aku??? "
" kenapa?? " kata Aditya
" kamu bahkan mengomeliku setiap hari... "
" mengatai ku patung bernafas, entah apa lagi itu... "
" semakin banyak nya bahkan aku tidak bisa mengingat nya. " kata Aletha
" hahaha.... "
" kamu mendengar ku?? " kata Aditya
" iya... "
__ADS_1
" aku sangat ingin membunuh mu pada saat itu, itu sebabnya aku mencengkram mu. " kata Aletha
" lalu selain itu, apalagi yang kamu ingat. " kata Aditya
" kamu bahkan sering mencium ku. "
" dasar dokter mesum... "
" beraninya kamu mencium pasien mu pada saat kritis seperti itu. " kata Aletha
Aditya pun sangat merasa malu,,,
" khm.... "
" itu bukan aku"
" itu tante Emmely " kata Aditya
" aku tahu membedakan kalian berdua, aku memang kritis tapi aku bisa mendengar dan merasakan " kata Aletha
" sudah.... "
" berhenti mengomeliku,,, "
" kita sudah sampai.... " kata Aditya
" lalu seandainya Alina hidup, apa kamu akan mencintai kami berdua juga?? " kata Aletha menggoda Aditya.
" sudah.... "
" aku bilang berhenti" kata Aditya
" hahahaha... "
" apa kamu punya rasa malu sekarang?? " kata Aletha selalu menggoda Aditya.
" Al.... jika kamu berjalan seperti itu kamu bisa terjatuh " kata Aditya berjalan memasuki rumah.
" katakan apa kamu akan mengencani kami berdua dokter mesum?? " kata Aletha
" ia...."
" bila perlu aku akan menikahi kalian berdua" kata Aditya
" akh...."
" kamu benar-benar mesum ternyata " kata Aletha selalu menggoda Aditya hingga dia tidak sengaja tersandung anak tangga.
" a.. a... ah.... " kata Aletha ingin terjatuh namun tiba-tiba Aditya langsung menopang tubuhnya dan memeluk Aletha hingga Aletha tidak sadar bibir nya mendarat tepat di bibir Aditya.
Keduanya pun terdiam saling memandang, mereka berdua bagaikan tersihir sesuatu.
" uh..... "
" Granma apa yang dilakukan paman dan mamah??? " kata Daniel
Emmely pun spontan langsung menutup mata Daniel. Aletha dan Aditya pun langsung menjauhkan diri mereka masing-masing.
" kami akan pergi... "
" kalian silahkan lanjutkan " kata Emmely membawa Daniel.
" kamu mencari kesempatan?? " kata Aletha
" kamu yang mencari kesempatan"
" kamu mengejek ku mesum... "
" tapi lihatlah bahkan kamu yang mencium ku terlebih dahulu. " kata Aditya
" kamu yang memelukku" kata Aletha malu
" aku hanya membantu mu agar kamu tidak terjatuh, kamu yang mengambil kesempatan itu. " kata Aditya
" maka biarkan saja aku jatuh... " kata Aletha
" iya.... "
" kamu ada benarnya juga, seharus aku tidak menolong mu tadi agar kamu terjatuh kemudian pingsan lalu aku bisa melakukan sesuka ku. " kata Aditya berjalan meninggalkan Aletha.
__ADS_1
" kamu.... "
" dasar dokter mesum... " kata Aletha merasa kesal.