Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 72


__ADS_3

Hye Son sering membanting semua barang yang ada di dekatnya, keadaan ini membuat Meri harus memberikan obat penenang untuk membuat Hye Son lebih tenang.


Saat Hye Son meminum obat itu, tak lama dirinya langsung tertidur di atas ranjang. Meri langsung merapihkan semua yang berserakan di lantai, agar seolah-oleh tidak terjadi apapun di dalam kamar itu.


Satu minggu berlalu,


Waktunya Yojin dan Moly pulang meninggalkan rumah sakit.


Mereka berjalan di ikuti Bunga dan Eji yang di gendong oleh Yojin, saat memasuki mobil tak sengaja mata Moly melihat pria paruh baya itu sedang mengobrol dengan salah satu perawat yang mengantarnya keluar.


"Anda harus menjaga diri baik-baik pak," ucap perawat itu.


"Terimakasih," sahut pria itu.


Moly yang melihat pria itu seperti Kim Jung, melihat Yojin dan yang lainnya sudah menaiki mobil, Moly oun beralasan untuk menemui perawat sebentar.


"Sayang, tunggu sebentar aku ingin menemui perawat itu." ucap Moly langsung berjalan menuju perawat itu.


Mendapat anggukan dari Yojin, Moly pun berlari menyusul pria itu, saat pria itu berjalan membelakangi Moly. Dengan berlari kecil Moly memegang punggung pria itu.


"Ayah!"seru Moly.


Pria itu pun menoleh, merasa heran dengan tingak Moly yang tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan ayah.


"Siapa yang kau maksud nak?" tanya pria itu.


Moly pun terkejut, ternyata dugaanya salah. Dia bukan Kim Jung melainkan orang lain yang memang hampir mirip dengan ayah nya Moly. Moly yang melihat pria paruh baya itu langsung meminta maaf karena salah menegur orang.


"Maafkan saya pak, saya salah orang. Permisi," kata Moly menundukan kepalanya.


"Baiklah, lain kali kau harus pastikan terlebih dahulu nak," sahut pria itu.


Moly pun berjalan kembali ke dalam mobil dengan perasaan yang masih penasaran.


"Tapi aku yakin dia seperti ayah, tapi kenapa saat aku memegang pundaknya wajah nya berbeda? Apa karena aku merindukannya?"gumam Moly dalam hati.

__ADS_1


"Apa kau sudah menemui perawat itu?" tanya Yojin.


"Sudah sayang, ayo kita berangkat," sahut Moly.


Mobil itu melaju meninggalkan rumah sakit, berjalan ke rumah baru yang sudah Yojin persiapkan untuk Moly. Moly yang melihat jalan yang asing menurutnya langsung bertanya kepada Yojin.


"Kita akan kemana? Apa kita tidak kembali ke rumah dokter Zek?" tanya Moly.


"Tidak sayang, kita akan ke rumah baru kita," jawab Yojin.


Kim Jung menaiki angkutan umum, saat keluar dari rumah sakit. Menatap jendela dirinya melihat Moly yang tadi sempat berlari menghampiri dirinya, tetapi dengan cepat Kim Jung langsung mengjindari Moly. Ada rasa bersalah di dalam hati nya ketika memperlakukan Moly dengan tidak manusiawi.


Saat ini Kim Jung terlihat kurus seprti sedang sakit, Kim Jung sering datang mengunjungi rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam, karena biasaan yang minum-minuman keras mengakibatkan pemyakit komplikasi yang berdatang menghampiri tubuhnya.


■■■


Lee Sang sedang dalam perjalanan menuju kota di mana Yojin menyimpan harta itu, terlihat di sebuah tempat yang sangat teepencil membuat Lee Sang sedikit tidak mempercayai ucapan Yojin.


"Tidak akan aku biarkan dia hidup, jika dia berbohong mengenai harta itu," gumam Lee Sang di dalam hati.


Sampai di suatu tempat, terlihat seperti gedung kosong bekas tempat bengkel mobil berdebu dan banyak sarang laba-laba di tempat itu. Lee Sang yang mulai menginjakan kaki nya memasuk gedung itu sedikit merasa ceriga, bahwa Yojin sudah menipunya.


Beberapa preman yang bersama nya langsung berjalan memasuki gedung itu, menelusuri di dalam nya secara detail tetapi mereka tidak menemukan barang apapaun.


"Kami tidak menemukan barang apapuan tuan," ucap preman itu.


Lee Sang langsung mengepalkan tangannya dengan tatapan yang penuh dengan kebencian.


"Sial!" seru Lee Sang.


Lee Sang mengingat saat Yojin mengatak jika dia menyimpan semua harga itu di gedung bekas bengkel mobil di kota X.


"Aku menyimpan harta itu di gedung kosong, tempat nya di kota X. Gedung itu sudah lama kosong dan banyak besi berserakan, aku harap kau haris berhati-hati," jelas Yojin.


Lee Sang mengingat ucapan Yojin, yang menyimpam teka-teki kepada Lee Sang.

__ADS_1


"Tuan, tidak ada tanda-tanda adanya harta itu, apa lebih baik kita kembali?" tanya preman itu.


"Tunggu sebentar, aku mengingat saay Yojin mengatakan. Hati-hati banyak besi berserakan? Aku rasa ada hubungannya dengan penyimpanan harta itu," sahut Lee Sang.


Lee Sang melihat beberapa besi bekas yang berserakan di tempat itu, saat dirinya mulai membersihkan tumpukan besi bekss itu. Lee sang melihat ada sebuah papan yang menyatu dengan lantai, dengan rasa penasaran Lee Sang mendekati papan yang terbuat dari kayu itu.


"Apa ini?" tanya Lee Sang.


Lee Sang menbuka papan itu tetapi tidak semudah yang di bayangkan, Mereka mencari alat bantu untuk membuka papan itu. Melihat ada linggis di ujung, Lee Sang pun mengambilnya.


Perlahan papan itu di buka dan ternyata di dalam nya ada kota yang terbuat dari besi berwarna hitam pekat.


"Apa dia sedang mengerjai ku?" tanya Lee Sang mulai emosi karena mengikuti arahan Yojin yang tak kunjung usai.


Lee Sang langsung menyuruh salah satu preman itu membuat kotak besi itu, mereka kesulitan membuka besi. Berbagai cara telah di lakukan Lee Sang dan teamnya, tetap saya mereka tidak membuka kota besi itu. Dengan penuh amarah Lee Sang pun menendang salah satu besi yang berserakan itu, besi itu menekan salah satu tombol sehingga membuat kotak besi itu membunyikan suara seperti pintu yang terbuka.


Lee Sang langsung mendekati besi itu dan memeriksa tombol yang ada di dekat kota besi.


"Tombol apa ini? Atau jangan-jangan tombol ini dapat membuka kota besi sialan itu? " tanya Lee Sang.


Preman itu akan segera membuka kota besi itu, namum di cegah oleh Lee Sang karena kecurigaan Lee Sang terhadap kota besi itu.


"Jangan sentuh besi itu," ucap Lee Sang membuat kedua preman itu merasa kesal dengan Lee Sang.


"Tuan, kau ini kenapa? Kita hampir mendapatkan harta itu, kenapa kau mala melarang kami! Apa tuan tidak melihat barang berharga itu ada di depan kita," sahut Preman itu.


"Aku mencium seperti ada jebakan di dekat tempat ini, aku merasa ada di dalam kota itu," kata Lee Sang.


"Sudah lah tuan lupakan saja, apa tuan tidak ingin segera mendapatkan semua harta ini? Tuan memang bodo!" hardik premam itu.


Preman itu berusaha membuka kota besi yang sudah terbuka sedikit, Lee Sang yang merasa panik langsung berteriak.


"Jangan lakukan itu! Tidak!" teriak Lee Sang.


Kotak besi itu terbuka perlahan dan apa yang terjadi, tiba-tiba benda itu meledak tepat saat preman itu membuka kota besi itu.

__ADS_1


"DUAR!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2