
Hingga kini mereka berdua menyadari bahwa mereka berdua sedang kelaparan karena perut Daniel menghasilkan bunyi.
mareka berdua saling memandang dan kemudian keduanya saling tertawa.
" apa kamu lapar? " kata Aryni
" hm..... "
" mamah sedang tidur aku tidak tega membangun kan nya. " kata Daniel
Namun Aletha sepertinya mendengarkan suara sedang berbicara dirumah nya. Aletha pun bangun dari tidurnya.
" Sayang apa ada...... " Aletha berhenti berbicara karena melihat Aryni ada disana.
begitu juga sebaliknya, Aryni pun terdiam mematung melihat Aletha hingga dia tidak menyadari telah menjatuhkan hasil karya nya yang sudah hampir jadi.
" kakak senior... "
" kakak merusaknya lagi" kata Daniel namun Aryni tidak perduli.
" bibi...... " kata Aletha berlari kearah Aletha sambil memeluk Aletha.
" bibi.... " kata Aryni menangis
Aletha pun membalas pelukan nya Aryni, dia pun tidak dapat menahan air matanya.
" bibi darimana?? "
" Aryni sangat merindukan bibi "
" bibi jahat.... "
" bahkan bibi pergi begitu lama tanpa memberitahukan Aryni " kata Aryni semakin menangis.
Namun Aletha tidak bisa berkata apa-apa, mungkin baginya dia bisa membohongi Carson akan tetapi untuk Aryni dia tidak sanggup, dia benar-benar tidak sanggup. Aletha memeluk Aryni dengan begitu kuat seakan-akan dia tidak ingin melepaskan Aryni.
" kenapa kalian menangis?? "
" apa mamah kenal dengan kakak senior " kata Daniel
" kamu jahat.... "
" kamu mencuri bibi ku"
" gara-gara kamu bibi pergi meninggalkan aku" kata Aryni marah kepada Daniel.
" sayang.... "
" maafkan bibi nak.... "
" maafkan bibi sayang " kata Aletha menciumi Aryni
" bibi jahat" kata Aryni dengan suara yang kuat.
" maafkan bibi nak" kata Aletha kembali memeluk Aryni.
Melihat keduanya Daniel pun hanya terdiam menunggu mereka berdua tenang. setelah beberapa menit kemudian kini Aryni dan Aletha sudah merasa baikan.
" kamu sudah sangat besar sekarang " kata Aletha membelai wajahnya Aryni.
" Aryni tidak mau lagi kehilangan bibi... "
" Aryni mohon bi, jangan tinggalkan Aryni lagi. " kata Aryni memegang tangan Aletha
" ia sayang.... ".
__ADS_1
" bibi tidak akan pergi lagi, alasan bibi kembali kesini yaitu hanya untuk mu nak" kata Aletha
" aku merindukan bibi'
" aku sangat menyayangi bibi" kata Aryni memeluk Aletha.
" bibi juga nak" kata Aletha
" apa mamah sekarang mengabaikan ku?? " kata Daniel
" mamah?? "
" bibi siapa dia??" kata Aryni melihat Daniel.
" sayang.... "
" dia adalah adikmu " kata Aletha
" adik??? " Kata Aryni
" ia.... " kata Aletha
" Aryni punya adik?? " kata Aryni
" ia nak... "
" dia adalah adik mu"
" Daniel...."
" dia adalah kakak mu" kata Aletha
" tidak.... "
" aku tidak mau, aku tidak memiliki kakak " kata Daniel
" kamu tidak boleh berkata begitu"
" Aryni dia adalah adikmu, kalian berdua bersaudara " kata Aletha
" dia bahkan mengejekku mengatakan nama Daniel jelek. "
" dia juga mengatakan bahwa mamah kuno"
" sementara dia juga sangat jelek, "
" bagaimana mungkin Daniel memiliki kakak yang jelek seperti itu." kata Daniel
" kamu..... " kata Aryni menghampiri Daniel untuk menutup mulut Daniel, namun Daniel pun berlari menghindari Aryni.
Mereka berdua pun berlarian mengelilingi Aletha, melihat kedua anak itu Aletha pun tersenyum bahagia.
Setelah keduanya lelah tertawa Daniel pun meminta Aletha membuatkan mereka makanan. dengan perasaan yang sangat bahagia Aletha pergi ke dapur membuat kan makanan untuk kedua anaknya.
Aryni pun langsung melahap makanan buatan Aletha seperti orang yang kelaparan.
" apa kakak tidak pernah makan? " kata Daniel
" Diam lah... "
" aku seperti ini karena kamu mencuri bibiku" kata Aryni
Aletha hanya tersenyum bahagia.
Kini keduanya selesai makan, Aletha pun membawa Aryni dan Daniel keruang tamu.
__ADS_1
" Sayang apa bisa bibi meminta tolong padamu? " kata Aletha
" apa bi?? " kata Aryni
" tolong rahasiakan pada papah mu bahwa kita bertemu " kata Aletha
"tapi kenapa bi... "
" biar papah tahu bahwa bibi masih hidup" kata Aryni.
" sayang jika papah mu tahu aku adalah bibi Aletha, papahmu bisa saja mengusir bibi lagi seperti dulu" kata Aletha berbohong
"'ia bi.... "
" Aryni janji akan menjaga rahasia ini dari siapa pun. Aryni tidak akan bilang pada papah" kata Aryni takut kehilangan Aletha lagi.
" terimakasih sayang" kata Aletha
" bi.... " kata Aryni
" ia sayang " kata Aletha
" boleh kah aku memanggil mamah juga? " kata Aryni
" Anakku sayang" kata Aletha membawa Aryni kedalam pelukan nya sambil menangis bahagia.
" tentu nak... ".
" kamu adalah putri ku nak," kata Aletha
" kakak bilang aku mencuri mamah dari kakak bahkan kakak yang mencuri mamah dariku. " kata Daniel cemburu.
" apa kamu sudah mengakui aku kakak mu? " kata Aryni
" tidak.... "
" aku hanya malas menyebutkan seniornya saja " kata Daniel
" bilang saja kamu mengakuinya " kata Aryni mengejek Daniel
" tidak.... "
" kakak yang perasaan. " kata Daniel
" kakak??? "
" hahahaha.... "
" baiklah adikku sayang" kata Aryni mencubit pipi Daniel.
" mah.... "
" jika dia kakak Daniel itu artinya paman itu papah Daniel " kata Daniel
" apa papah pernah bertemu dengan adikmu nak" kata Aletha
" ia... "
" bahkan Daniel pernah datang kerumah mah.... " kata Aryni
" sayang..... "
" untuk sekarang mamah belum siap kembali kepada papah kalian, mamah mohon tolong kalian jaga rahasia ini yah" kata Aletha
" ia mah" kata Aryni dan Daniel.
__ADS_1
Waktu terus berjalan hari sudah mulai malam, saatnya Aryni kembali kerumah nya. awalnya Aryni tidak ingin kembali, akan tetapi setelah Aletha mengatakan bahwa Aryni harus pulang agar Carson tidak curiga akhirnya Aryni menuruti Aletha karena dia takut Aletha akan pergi lagi.
Akan tetapi sebelum pulang, Aletha berjanji akan selalu melakukan panggilan video call dengan Aryni.