
Rika yang sudah memakai pakaian nya menghampiri Queen masih tidur tiduran di ranjang. Sanjaya melihat Rika yang terduduk, hanya pandangan sinis yang di berikan Rika.
Anak sama ibu nya sama saja, sama sama menyeramkan.
Rika duduk di samping Queen. Dia mengelus rambut Queen yabg sudah panjang.
"Kakak udah tidur siang sayang?"
"Bellum my."
"Kenapa?"
"Kakak mau tidull siang di kamal mommy, boleh?"Sambil mengedipkan kedua mata genit nya dan itu sangat menggemaskan bagi Rika.
"Kita tidur nya di kamar kakak sama abang saja ya, mommy juga tidur di situ, gimana?"
"Benellan, sellius mommy."
"Serius donk sayang."Sambil melirik Sanjaya.
"Yeayyy....ayo my kita tidul di kamal kakak, eh..daddy tidul sama siapa my."
"Biar daddy tidur sendiri."
"Hihihi...daddy pelluk bantal gulling aja, hihihi..Queen lupa janji nya yang baru saja di katakan Sanjaya.
"Sayang...aku enggak bisa tidur kalau enggak meluk kamu."Ujar Sanjaya.
"Enggak usah banyak alasan, pokok nya sebulan ke depan mas tidur sendiri."
"Kamu tega sayang, my little junior gimana sayang."
"Mas suruh jangan bangun selama 1 bulan."
"Siapa yang bangun my?" Tanya Queen.
"Eh.."Rika menepuk kening, dia tidak mengingat masih ada Queen di kamar itu.
"Hahahaha...ayo sayang jawab kakak, siapa yang bangun."goda Sanjaya.
"Enggak ada yang tidur sayang, mommy salah bicara, ayo kita ke kamar kakak."
"Bye daddy, kakak mau tidull sama mommy, daddy ndak bolleh ikut ya."
Rika melengos meninggalkan Sanjaya, rasa kesal di hati nya belum juga reda. Sanjaya yang di tinggalkan begitu saja, meremas rambut nya dengan kuat.
__ADS_1
"Apa pun cara nya akan ku lakukan, aku bisa gila jika 1 bulan enggak masuk ke lembah savana nya."
Sanjaya pun beranjak ke kamar mandi lalu membersihkan tubuh nya supaya segar. Setelah itu dia masuk ke kamar anak nya melalui pintu penghubung.
Sanjaya melihat kedua anak nya tertidur sambil memeluk Rika. Tidak ada tempat yang tersisa untuk nya.
Sanjaya mencoba melepas tangan Queen dari pelukan Rika. Sedikit demi sedikit akhir nya pelukan itu pun terlepas, tetapi nasib zonk pada Sanjaya, Rika yang merasakan pelukan Queen mengendur, akhir nya terbangun dia melototkan mata nya melihat kelakuan Sanjaya.
" Mau ngapain mas ke sini."
"Sayang, mas enggak bisa tidur kalau enggak meluk kamu."
"Aku enggak mau tidur sama mas, sana mas tidur sendirian."
"Mas enggak mau sayang."Sanjaya memelas kepada Rika
"Kalau mas enggak pergi juga, aku bangunin abang supaya abang yang usir mas."
"Jangan dong sayang, kamu enggak kasihan sama mas."
"Enggak."
"Ya sudah aku pergi."Sanjaya berkata datar dan memperlihatkan wajah dingin nya.
Rika menghela nafas nya kasar, dia merasa kasihan kepada Sanjaya tetapi dia juga masih merasa kesal melihat suami nya itu.
Dia melihat Sanjaya sedang terlentang di atas tempat tidur dengan menutupi wajah nya dengan tangan kanan nya.
Sanjaya yang melirik Rika memasuki kamar, berpura pura tidak tau kalau Rika di kamar itu, dia tetap dengan posisi nya.
Rika masuk ke kamar mandi lalu membersihkan diri nya, kemudian dia keluar dengan menggunakan handuk hanya sebatas paha saja.
Rika memilih milih pakaian yang mana yang akan di pakai nya, dia berdiri di depan lemari besar itu, karena bingung dengan baju yang begitu banyak.
Sanjaya menurunkan tangan nya dan melihat Rika hanya memakai handuk, hasrat terpancing kembali. Dia bergerak pelan, duduk di tempat tidur.
Rika yang sudah mendapat baju nya, membuka handuk nya sehingga dia dalam keadaan naked. Dia tidak menyadari Sanjaya sudah mengintai nya sejak tadi.
Begitu Rika naked Sanjaya langaung bergerak cepat mendekati istri nya itu, lalu meremas benda kenyal dari posisi belakang, memelintir benda kecil itu dan terkadang menarik nya.
"Eh...mas kamu ngapain, lepas ih.."
"Enggak mau sayang, mas ingin lagi."
"Enggak...enggak..."
__ADS_1
Sanjaya tidak menerima penolakan, dia memutar tubih Rika sehingga menghadap nya, lalu dia langsung melahap benda kenyal kesukaan nya itu.
Tangan nya bergerlya dia bawah sana, dia mengobrak abrik di lembah savana, terkadang memainkan benda kecil sehingga membuat Rika melupakan kekesalan nya karena terbuai dengam permainan Sanjaya
Sanjaya lalu menggendong Rika lalu membawa nya ke kamar mandi. Dan menurunkan tepat di bawah guyuran shower, dia lalu menghidupkan shower dan membiat Rika kaget.
"Mas...aku kan jadi basah lagi mas."Rengek Rika
"Nanti kita mandi bersama sayang, tapi sebelum itu tuntas dulu ini."
"Tadi kan udah mas."
"Lagi sayang, enggak cukup 1 x sayang, biar kamu cepat hamil lagi."
"Mas ingin sekali ya aku hamil lagi."
"Iya sayang, mas ingin melihat kamu hamil dan menyuruh mas memenuhi keinginan ngidam mu."
"Hahaha...ada ada saja."
Sanjaya lalu mencium bibir Rika dengan kasar, dia memasukkan lidah nya dan mengeksplor semua isi mulut istri nya.
Di rasa lembah savana sudah basah, Sanjaya mengarahkan jagung nya untuk memasuki nya.
jleb.
"Pelan mas."
"Iya sayang."
Sanjaya meluapkan semua hasrat nya ke dalam lembah savana, dia menggempur Rika sampai kaki Rika terasa lemas.
Dia lalu mengangkat kedua kaki Rika dan mengaitkan nya ke pinggang nya, Sanjaya menggempurkan dengan cepat tanpa lelah dan benih benih Sanjaya masuk ke dalam lembah savana.
Dia mendirikan Rika lalu jongkok di kedua kaki Rika, lalu membersihkan area lembah savana.
"Mas..udah biar aku saja yang membersihkan nya."
"Enggak apa apa sayang."
Rika merasa terharu, dia melihat Sanjaya membersihkan lembah savana nya dengan baik.
"Ayo mas sudah, nanti aku bisa kedinginan."
"Iya sayang, ayo mandi bersama."
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Rika, Sanjaya lalu menggosok badan Rika dan membersihkan nya begitu juga sebalik nya