
"Aku harus pergi," ucap Yojin membuat Moly langsung menatap Yojin dengan rasa kesal.
Yojin yang menyadari bahwa Moly mulai marah dengan dirinya, Yojin langsung menjelaskan alasan dia harus pergi.
"Aku harus menemukan titik terang dari sertifikat BM itu, jadi ku mohon mengertilah," kata Yojin kepada Moly, Moly langsung menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis.
Selesai makan, Yojin sudah di jemput oleh asisten Han. Yojin langsung berpamitan menatap Moly dan mencium kening Moly. Yojin masuk ke dalam mobil, dan langsung melajukan mobil itu menuju gedung M.
"Apa mobil kemaren mengikuti mu?" tanya Yojin.
Asisten Han menceritakan kejadian kemaren saat dirinya terpisah dengan mobil milik Zeki.
Mobil sedan berwarna hitam itu mengikuti mobil Mercy BMW milik Yojin yang di kendarai oleh asisten Han, mobil sedan itu mengira jika di dalam mobil Mercy itu ada Yojin dan Moly ternyata mobil itu memasuki area kantor Yojin.
mobil sedan itu memantau dari jauh, memperhatikan pria yang keluar dari dalam mobil itu, dan ternyata pria yang keluar dari mobil itu adalah asisten Han. Mobil sedan itu langsung pergi meninggalkan area parkiran kantor.
Asisten Han yang menyadari bahwa mobil sedan itu sudah menjauh dari kantor, dengan wajah yang serius asisten Han langsung menelpon tangan kanannya untuk mengikuti mobil itu.
Yojin yang mendengar cerita dari asisten Han langsung mengira jika Hye Son akan merencanakan sesuatu untuk menangkap Moly.
Mobil Yojin langsung memasuki area gedung M, Yojin keluar dari mobil itu dan langsung menemui Riko, " bagaimana dengan kunci itu? Apa sudah waktunya untuk di buka?" Yojin langsung mengambil kotak kecil dan meletakan di atas meja.
Yojin langsung membuka kotak itu tanpa ragu, saat dirinya membuka kotak itu terlihat kunci berwarna kuning emas dengan magnet berwarna silver. Yojin mengambil kunci itu dan membolam balikan kunci itu, dirinya sangat bingung harus bagaimana.
"Apa yang harus aku lakukan dengan kunci ini?" tanya Yojin menatap Riko dan asisten Han.
Mereka terdiam dan saling memandang satu sama lain, Riko baru menyadari di bawah kotak itu ada kertas kecil. Riko langsung membuka kertas itu dan mereka melihat isinya.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini? Susah untuk di mengerti?" tanya asisten Han melihat gambar di kertas itu.
"Tunggu dulu, ini seperti gambar pemakaman tempat kakek Je di ke bumikan," sahut Riko menatap Yojin dan asisten Han.
"Itu artinya ... semua harta itu ada di pemakaman kakek Je?" celetuk Yojin.
"Kita harus segera pergi ke pemakaman itu, cepat!" perintah Yojin langsung bangkit dan pergi bersama asisten Han dan Riko.
■■■
Ternyata keberangkatan Yojin bersama yang lain di ketahui oleh Hye Son dan Lee Sang yang sama-sama menginginkan kunci itu. Mereka pun masing-masing membawa pasukan untuk mengikuti mobil Yojin.
Semuanya pun bergegas melajukan mobilnya secara bersamaan, dari tempat yang berbeda. Mobil pun melaju dengan sangat cepat.
Moly tiba-tiba merasakan detak jantungnya begitu cepat membuatnya susah untuk bernapas, Moly pun langsung duduk dan berusaha mengatur napasnya. Pikirannya langsung tertuju kepada Yojin, Moly langsung menghubungi Dokter Zek untuk memastikan keadaan Yojin.
"Awas!"
Dengan cepat asisten Han langsung membanting stir mobilnya untuk menghindari tabrakan. Akhirnya mobil itu di kepung oleh 5 mobil. Mereka tidak bisa menghindari mobil yang berusaha menabraknya.
"Ini pasti ulang mereka!" seru Yojin mengira itu ulang Hye Son.
"Aku sempat melihat Lee Sang ada di salah satu mobil itu, apa mereka bersekongkol Dengan tuan besar?" Riko yang berusaha menahan guncangan di dalam mobil.
Suara gesekan mobil yang terus menyerangnya terus menerus membuat mereka yang ada di dalam mobil terluka, sehingga mobil Yojin pun menabrak trotoar jalan dan menerabas sampai masuk ke semak-semak hutan, dengan cepat mereka membuka pintu mobil itu dan terpental jauh.
Saat mereka terpental jauh dan berguling-guling di tanah, mobil itu langsung meledak dengan kerasnya sehingga mereka yang mengawasi mobil itu dari pinggir jalan mengira Yojin dan yang lainnya sudan tewas di tempat.
__ADS_1
Yojin yang merasa sedikit pusing berusaha untuk bangun dan langsung mencari keberadaan asisten Han dan Riko, dengan pandangan yang samar-samar Yojin melihat Riko tergeletak pingsan karena kepalanya sempat membentur batu, dan asisten Han tergeletak tak berdaya dengan luka di bagian tangan dan kepalanya.
Dengan merayap Yojin mendekati Riko dan terus memanggilnya, tidak ada jawaban dari Riko. Yojin pun melangkah ke arah asisten Han sambil memegang kepalanya yang terus mengeluarkan darah. Mendengar ada suara mobil yang menerobos hutan itu, dengan cepat Yojin mengamankan asisten Han dan Riko.
"Cari dia sampai ketemu! Jangan biarkan Yojin lolos lagi!" perintah Lee Sang kepada preman nya.
Mobil itu langsung menerobos hutan dan mencari sumber api yang keluar dari mobil Yojin. Beberapa preman itu melihat mobil itu sedang di lalap si jago merah sehingga susah untuk di periksa.
Pria itu memeriksa di setiap lokasi hutan itu untuk memastikan apakah Yojin melarikan diri. Dengan rasa waspada Yojin bersama asisten Han dan Riko bersembunyi di balik batu besar yang cukup jauh dari lokasi mobilnya. Yojin terus mengawasi pria yang sedang mencari keberadaannya sambil memerhatikan keadaan asisten Han dan Riko.
"Dimana perginya dia?" tanya pria itu terus mencari keberadaan Yojin.
"Aku rasa dia sudah habis terbakar," jawab pria satu lagi dengan nada yang meremehkan.
Salah satu pria itu menatap di balik batu besar itu, saat dirinya mulai mendekati batu itu langkah kakinya terdengar sangat menyeramkan. Yojin berusaha membangunkan Riko dan asisten Han karena merasa ada suara langkah kaki yang mendekat ke arah dirinya bersembunyi.
Yojin merasa sangat bingung, dirinya terus berusaha membangunkan mereka. Langkah kaki itu semakin mendekat dan terdengar sangat jelas, Yojin terus menoleh ke arah batu besar itu.
Suasana saat itu sangat menegangkan, membuat Yojin kebingungan harus berbuat apa, melihat asisten Han dan Riko terluka parah sehingga belom sadarkan diri.
"Aku harus bagaimana ini?" gumam Yojin memikirkan bagaimana menghindari pria itu.
Yojin terus memikirkan cara bagaimana bisa membawa mereka berdua pergi jauh dari tempat itu, semakin terdengar jelas langkah kaki itu mulai mendekat ke arah batu tempat Yojin bersembunyi semakin panik Yojin melihat Han dan Riko belom sadarkan diri. Pria itu menemukan tetesan dari yang mengarah ke batu itu.
"Keluar lah atau kami yang akan menyeret kalian!" seru pria itu membuat Yojin semakin panik.
BERSAMBUNG.
__ADS_1