
Besok adalah hari libur, besok Aryni berencana akan kerumah Daniel.
saat ingin pulang Daniel memanggil Aryni.
" kakak senior... " kata Daniel
" ia... "
" ada apa?? " kata Aryni
" besok,,,"
" bagaimana jika aku saja yang pergi kerumah mu. " kata Daniel
" kamu kerumah ku?? "
" tapi kenapa?? " kata Aryni
" besok mamah ku bekerja, dan tidak ada orang dewasa dirumah. " kata Daniel
" lalu biasanya jika ibumu bekerja, kamu dimana?? "
" kan dirumah? " kata Aryni
" biasanya jika mamah bekerja aku tinggal bersama guru les ku. " kata Daniel
" baiklah.... "
" berikan nomor ponsel mu" kata Aryni
" aku tidak memiliki ponsel"
" mamah ku bilang itu tidak baik untuk anak seumur ku. " kata Daniel
" apa??? "
" ibumu berarti masih kuno dan tidak tahu jaman "
" bahkan anak bayi baru lahir sekalipun mereka sudah punya ponsel. " kata Aryni
" dulu juga saat tinggal bersama dengan Granma aku juga memiliki ponsel. " kata Daniel
" jika begitu kenapa tidak tinggal saja bersama Granma mu" kata Aryni
" aku ingin tinggal bersama mamah.... " Kata Daniel
" ternyata kamu anak cengeng,, "
" lalu bagaimana aku untuk menghubungi mu besok?? " kata Aryni
" buat apa?? " kata Daniel
" untuk menanyakan dimana alamat mu, biar supir ku yang akan menjemput mu. " kata Aryni
" bagaimana jika nomor ponsel mamah ku saja" kata Daniel
" baiklah jika begitu. " kata Aryni
Daniel pun memberikan nomor ponsel Aletha kepada Aryni.
Malam pun tiba, setelah Aletha dan Daniel selesai makan malam tiba-tiba ponsel Aletha berdering dan itu panggilan dari nomor baru.
" hallo.... " kata Aletha
Seketika Aryni terdiam saat mendengar suara Aletha, sampai sekarang bahkan Aryni belum bisa melupakan Aletha dan suara nya.
" hallo..... " kata Aletha lagi
Namun Aryni masih terdiam hingga akhirnya Aletha memutuskan panggilan itu.
Kini Aletha sudah selesai merapikan dapur, dia pun menghampiri Daniel ke meja belajar nya.
" belajar apa sayang?? " kata Aletha
" Daniel lagi mengerjakan pr matematika mah" kata Daniel
" apa kamu butuh bantuan mamah nak?? " kata Aletha
" tida mah... "
__ADS_1
" ini masih mudah dimengerti. " kata Daniel
" jika kamu tidak mengerti kamu tanya pada mamah yah nak" kata Aletha
" ia mah" kata Daniel
Daniel melihat Aletha ingin masuk kedalam kamarnya.
" mah.... " kata Daniel
" ia sayang... "
" ada apa?? " kata Aletha
" apa teman Daniel menghubungi mamah?? " kata Daniel
" teman???? " kata Aletha bingung karena yang dia tahu Daniel tipe orang yang tidak gampang akrab dengan seseorang. selama ini Daniel lebih merasa nyaman sendiri.
" apa kamu memiliki teman sekarang?? " kata Aletha.
Daniel pun menjelaskan kepada Aletha bahwa dia membantu Aryni sedang mengerjakan kursi yang dia rusak. Aletha tidak tahu bahwa yang dimaksud Daniel adalah Aryni karena Aryni tidak memberitahukan namanya kepada Daniel.
Setelah Daniel menceritakan hal itu tiba-tiba ponsel Aletha kembali lagi berdering dan itu nomor baru yang lalu juga.
" mungkin ini dia" kata Aletha memberikan ponselnya kepada Daniel.
Daniel pun mengangkat ponsel tersebut dan ternyata Carson yang menghubungi nya.
" hallo" kata Daniel
" Hallo.... " kata kata Carson
" kamu siapa?? " kata Daniel
" apa ini Daniel?? "
" aku ayah nya Aryni... "
"Aryni menyuruh ku untuk menghubungimu. " kata Carson
" berikan padaku alamat rumahmu" kata Aryni tiba-tiba berbicara
" kenapa kamu lama sekali menghubungi ku, kamu tahu mamah hampir saja tertidur. " kata Daniel
" sudah.... "
"berikan alamat mu pada ku" kata Aryni
" tunggu sebentar " kata Daniel berlari ke dalam kamar Aletha untuk menanyakan alamat rumah mereka.
setelah mendapatkan Alamat tersebut, kini Daniel kembali berbicara kepada Aryni dan memberikan alamat itu kepada Aryni.
Keesokan harinya, setelah supir Aryni menjemput Daniel Aletha pun pergi bekerja seperti biasanya.
beberapa menit pun berlalu kini Daniel tiba di rumah Aryni. Aryni sudah menunggu nya di teras rumah nya.
" ayo ikut aku" kata Aryni membawa Daniel ketaman belakang.
Daniel pun hanya mengikuti Aryni. setelah tiba disana Aryni dan Daniel mulai mengerjakan pekerjaan mereka. Carson melihat dari jendela kamarnya akhirnya dia pun menemui kedua anak itu.
Carson memperhatikan Daniel, walaupun umur Daniel masih 4 tahun akan tetapi dia sangat mengerti dibidang seni.
Bahkan sesekali dia memberikan saran kepada Aryni.
" katakan nak siapa yang mengajarimu soal seni ini?" kata Carson
" tidak ada paman... " kata Daniel
" apa ibumu menyukai bagian ini?? " kata Carson
" tidak, bahkan mamah tidak tertarik sedikitpun bagian seni paman" kata Daniel
" lalu ayahmu bagaimana?? " kata Carson
" tidak tahu paman " kata Daniel
" sejak kemarin kamu selalu saja membicarakan ibumu pada ku. "
" apa ayahmu juga orang sibuk?" kata Aryni
__ADS_1
" tidak.... " kata Daniel
" lalu bagaimana dengan kakak senior?? "
" aku tidak pernah melihat bibi.... "
" apa bibi juga orang sibuk?? " kata Daniel
" maksud kamu ibuku? " kata Aryni
" ia... " kata Daniel
" aku tidak memilki ibu" kata Aryni
" sama dong, aku juga tidak memiliki papah" kata Daniel
" benarkah?? "
" apa kamu mengejekku?? " kata Aryni
" tidak.... "
" buat apa aku mengejek mu. " kata Daniel
Carson menatap wajah Daniel dengan sangat teliti, Daniel bahkan tidak ada perbedaan sedikitpun dengan Carson saat Carson kecil.
Diam-diam pun Carson memotret Daniel.
" jika begitu, bagaimana lain kali kita berganti orang tua saja. " kata Daniel
" maksud kamu?? " kata Aryni
" sesekali aku tinggal bersama dengan paman"
" dan kamu bisa tinggal bersama dengan mamah. "
" jadikan kita impas. " kata Daniel
" aku tidak mudah tertarik dengan orang lain. " kata Aryni
" aku juga begitu " kata Daniel
" kamu mengikuti ku?? " kata Aryni
" tidak... " kata Daniel
" tapi buktinya kamu bisa akrab dengan ku begitu cepat. " kata Aryni
" itu karena kakak senior yang memulai nya. " kata Daniel
" aku??? " kata Aryni
" ia... "
" kakak yang meminta ku untuk membantu kakak senior " kata Daniel
" itu karena kamu merusak punya ku awalnya " kata Aryni
" itu karena salah kakak senior " kata Daniel
" kamu kembali menyalahkan ku?? "
" bukan nya minta maaf. "
" dasar anak keras kepala " kata Aryni
" kakak senior juga keras kepala "
" kamu.... " kata Aryni
" kakak " kata Daniel
"Sudah-sudah..... "
" kalian berdua sama-sama keras kepala. "
" apa kalian akan berdebat terus?? " kata Carson
"........ " Aryni menjulurkan lidah nya kepada Daniel.
__ADS_1
Daniel pun mengikuti Aryni.
Carson tersenyum menggelengkan kepalanya melihat kedua anak itu.