
Zergan terbangun dari tidurnya karena merasa tidak nyaman seperti dia sudah terlalu lama tertidur. Dia juga merasa tidak demam hanya saja badannya masih terasa lemas dan pusing.
Mata Zergan mengarah pada jam dinding hitam di kamarnya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 18.15 matanya langsung melotot karena dia tidur sangat lama sekali.
"Njir gua tidur apa mati ya" ucapnya.
Karena daritadi dia belum makan karena tidak enak makan karena tadi mulutnya terasa pahit mungkin sekarang tidak. Zergan bangun langsung menuju kamar mandi yah dia sama sekali belum mandi.
Hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk mandi, dia memutuskan untuk keluar dari kamarnya karena sudah sangat bosan.
Zergan sudah berada di ruang makan yang kebetulan sudah disiapkan untuk makan malam. Dia hanya menunggu orangtuanya datang dan kemudian akan makan bersama.
"Zergan bagaimana keadaannya sudah enakan?" tanya ramah Bu Ani yang melihat Zergan sudah berada di meja makan.
"Sudah cuma lagi lemes aja" jawab Zergan.
"Oh iya tadi sore ada Rayan nyariin kamu tapi kamunya lagi tidur jadi Rayannya gak mau nunggu jadi langsung pulang" jelas Bu Ani kepada Zergan.
"Waduh iya lupa" ucap Zergan terkejut.
"Katanya kapan-kapan kesini lagi, gitu" Bu Ani memberitahu.
Zergan jadi merasa tidak enak sama Rayan padahal tadi dia sudah merencanakan hal yang ingin dia lakukan bersama Rayan di rumahnya. Mereka sudah lama tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. Kalau saja Zergan meneruskan ke kuliahan sudah dipastikan dia akan satu universitas dengan Rayan sahabatnya sejak SMA.
Zergan dulu sangat populer di sekolahnya karena ketampanannya dan kepintaran beda dengan Rayan yang terlihat sederhana padahal sekolahnya mewah. Menurutnya Rayan juga tampan kepintaran bisa dibilang bagus hanya saja Rayan terlalu malas untuk belajar.
"Oh iya lupa gak bawa hp" ucap Zergan.
"Mau diambil?" tawar Bu Ani.
"Tidak perlu repot-repot nanti saja" tolak Zergan merasa tidak enak.
Dilihat kedua orangtuanya sedang menuju ruang makan. Zergan tersenyum melihat mereka kapan lagi kan bisa seperti ini.
"Bagaimana? sudah merasa baikan?" tanya Papa Rajendra.
"Lebih baik dari tadi" jawab Zergan sambil tersenyum.
"Good boy" balas Mama Leandra.
"Sorry gara-gara Zergan kalian jadi gak kerja" ucap Zergan sedih.
"Hey, no problem boy kita juga bisa istirahat juga" jawab Leandra sambil mengelus rambut Zergan.
"Hehe iya thank you" balas Zergan.
"Let's eaten" ucap sang kepala keluarga yang di angguki oleh istri dan anaknya, di sisi lain Bu Ani memperhatikan mereka dan tersenyum.
__ADS_1
Bu Ani menganggap mereka seperti keluarganya sendiri sebaliknya mereka juga menganggap Bu Ani seperti Ibu mereka. Sangat bersyukur karena kehadiran Bu Ani mereka merasa merasa terbantu dan bahagia dengan adanya Bu Ani.
"Tadi Rayan kesini" ucap Leandra memecahkan suasana ketika sudah menyelesaikan makan malamnya.
"Nah itu Zergan yang nyuruh tadi" jawab Zergan.
"Kasian Rayannya jadinya kesini tapi gak ketemu kamu" ucap Leandra.
"Udah dihubungi belum Rayannya?" tanya Leandra.
"Hehe belum Ma lupa jadi gak enak sama Rayan" jawab Zergan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Bagaimana jika kita kerumahnya saja? sudah lama juga tidak kesana" tawar Rajendra.
"Boleh juga tapi Zergan masih sakit" jawab Leandra.
"No, sudah baikan lagian juga kangen udah lama gak kesana" ucap Zergan bahagia.
"Siap-siap sebentar lagi kita berangkat" suruh Rajendra finally.
…
Avyn tersenyum saat melihat pantulan dirinya di kaca, dress selutut yang dibalut cardigan rajut sangat cocok dipakai olehnya. Polesan sedikit make up diwajahnya yang membuat dirinya semakin cantik.
Sekarang tinggal menunggu Cellyn menjemputnya, Avyn sudah menghubungi Cellyn katanya dia sudah di jalan menuju rumah Avyn.
"Emang kenapa? gak bagus ya Bu?" tanya Avyn.
"Bagus cantik sekali, cuma kamu terlihat berbeda dari biasanya" ucap Ibunya mengelus rambut Avyn.
"Gakpapa cuma pingin pakai ini aja hehe" ucap Avyn.
"Biasanya cuma pakai celana sama Hoodie kalau mau keluar, emang mau kemana sih?" tanya sang Ibu penasaran.
"Avyn kurang tau cuma diajak makan malam sama Cellyn gitu" jawab bohong Avyn, sebenarnya dia tidak suka berbohong tapi ini demi dia dan Ibunya.
Mobil putih sport mewah milih Cellyn tiba di depan kediaman rumah Avyn.
"Hai Tante selamat malam" sapa Cellyn yang baru turun dari mobilnya.
"Hai malam Lyn" sapa balik Ibu Avyn.
"Kok style kalian gak sama?" tanya Ibu Avyn saat melihat style anaknya dan teman, Cellyn yang memakai style serba hitamnya berbeda jauh dengan Avyn yang terlihat girly.
"Oh iya baru nyadar" jawab Cellyn pura-pura terkejut.
"Apa aku salah kostum ya" balas Avyn.
__ADS_1
"Enggak juga bagus kok Vyn bajunya" puji Cellyn.
Ibunya Avyn mulai curiga dengan situasi ini dia tau betul anaknya sedang berbohong. Tapi dia tidak marah dengan hal ini, Avyn sudah menginjak usia remaja jadi wajar saja kalau dia merasakan yang namanya jatuh cinta. Sudah bisa dia tebak anaknya akan pergi menemui pria yang mungkin dia cintai.
"Kalian gak jadi pergi?" ucap ibunya Avyn memecahkan suasana saat melihat kedua gadis di depannya hanya diam melihatnya saja.
"Oh jadi dong Tan" jawab Cellyn.
"Kita berangkat dulu ya Bu" pamit Avyn sambil mencium telapak tangan ibunya yang kemudian disusul oleh Cellyn.
"Iya hati-hati ya kalian berdua, Avyn jangan pulang terlalu malam ya" balas Ibunya Avyn.
…
Mobil mewah keluarga Alderick tiba dikawasan perumahan elite. Berhenti sebentar karena Rajendra lupa alamat rumahnya.
"Why? kok berhenti?" tanya Leandra penasaran.
"Anu lupa sebalah mana rumahnya" jawabnya.
"Oh pikun padahal masih muda" balas Leandra.
"Emang kamu tau yang mana?" tanya balik Rajendra.
"Ahahaha yang tentunya... enggaklah lupa" jawab Leandra.
"Ya in saja lah" balas singkat Rajendra.
"Zergan rumahnya yang mana?" tanya Mama Leandra.
Zergan daritadi hanya memfokuskan dirinya dengan game di hp nya sehingga tidak memperhatikan suasana.
"Lah udah nyampe?" tanya balik Zergan.
"Bentar lagi kita lupa rumahnya yang sebelah mana" jawab Papanya.
Zergan melihat ke arah luar sebentar melihat ini sedang berada di mana.
"Maju dikit rumahnya di situ" tunjuk Zergan pada salah satu rumah di situ.
Rajendra menjalankannya mobil maju sedikit dan berhenti di rumah yang ditunjuk Zergan tadi.
"Nah ini" ucap Zergan.
"Oh iya yang ini rumahnya" ucap Leandra.
"Ayok masuk" ajak Rajendra.
__ADS_1
Mereka bertiga turun dari mobil lalu berjalan masuk kekawasan rumahnya Rayan. Menekan tombol bel yang dibukakan langsung oleh Rayan.