Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 70


__ADS_3

Yosina yang tengah hamil besar, menempati villa kecil yang jaraknya sangat jauh dari kota. Dirinya telah menghilang tanpa memberi tahu Hye Son, terlalu menyakitkan saat dia mengingat ucapan Hye Son yang meminta Yosina untuk menggugurkan kandungannya.


Mengelus perut nya yang sudah membesar, Yosina memikirkan bagaimana jika anaknya nanti lahir tanpa kehadiran Hye Son di sisinya.


"Bagaimana jika anak ini besar nanti dan menanyakan siapa ayahnya, aku takut kelak dia akan membenci ayahnya sendiri," celetuk Yosina sambel mengelus perut nya yang besar.


Saat Yosina telah melahirkan Lee Sang dan sampai saat ini Lee Sang tumbuh menjadi pria dewasa. Baru lah Yosina menceritakan siapa ayahnya dan di mana tempat tinggalnya, Yosina memberikan selembar foto Hye Son kepada Lee Sang. Dan akhirnya Yosina menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit jantung yang di deritanya selama ini.


"Kau putra ku," ucap Hye Son di hadapan Lee Sang.


Lee Sang hanya tersenyum berjalan memutari Hye Son.


"Bukan kah putra mu hanya Park Yojin yang sekarang sedang sekarat," bisik Lee Sang di telinga Hye Son.


"Apa maksud mu?" tanya Hye Son.


Lee Sang melihat wajah Hye Son dengan tatapan sinisnya, "karena keserakahan mu kau korbankan semuanya, bahkan putra mu sendiri kau telantarkan, kau pria yang sangat kejam. Apa kau tidak memikirkan kebahagiaan mereka? Kau sangat egois. Kau menelantarkan kami demi karir yang gemilang, setelah kau sukses apa kau bahagia? Ternyata kau masih ingin mendapatkan harta itu. Hati-hati keserakahan mu hanya akan membunuh mu, ayah."


Ucapan itu sangat menusuk ke dalam hati Hye Son yang hanya terdiam tidak bisa berkata-kata lagi, matanya menatap Lee Sang dengan rasa kesal. Hye Son langsung menyuruh ajudannya untuk segera melajukan mobil itu, Hye Son masuk ke dalam mobil meninggalkan Lee Sang yang masih terdiam di tempat.


Di dalam rumah sakit.


Moly telah selesai melakukan operasi dan sekarang berada di ruang ICU berbeda dengan Yojin yang sudah di pindah ruang perawatan.


"Aku dimana?" tanya Yojin dengan suara yang lirih.


"Kau ada di rumah sakit," jawab Zeki memeriksa rekam medis milik yojin dan langsung memberikan kepada perawat.


"Bagaimana keadaan mu, apa kau merasa pusing?" tanya Zeki.


"Tidak, memangnya kenapa?" jawab Yojin merasa bingung.


"Syukurlah," jawab Zeki.


Setelah melihat Yojin baik-baik saja, Zeki langsung bernapas lega.


"Dimana Moly? Aku sempat melihatnya datang di gedung itu, dimana dia?" tanya Yojin seketika membayangkan kejadian saat mereka berada di gedung pemakaman.

__ADS_1


Zeki terdiam saat Yojin menanyakan keberadaan Moly, melihat Zeki menekuk wajahnya. Yojin merasa ada sesuatu yang di sembunyikan, tiba-tiba kepalanya terasa sakit membuat Yojin menyeringai kesakitan. Zeki langsung memeriksa kondisi Yojin dan memberi obat pereda nyeri.


"Fokus pada kondisi mu terlebih dahulu, Moly dalam keadaan baik-baik saja. Jadi kau tidak perlu khawatir," sahut Zeki dan meninggalkan Yojin agar dirinya beristirahat.


Zeki berjalan ke ruangan ICU, saat akan masuk ruangan itu. Zeki mengganti pakaian steril dan memeriksa kondisi Moly, Melihat Moly mulai ada kemajuan untuk siuman. Zeki pun langsung menatap Moly.


"Bertahan lah, aku akan melakukan yang terbaik untuk kau sembuh," ucap Zeki menatap Moly yang di pasang begitu banyak alat di tubuhnya.


Zeki langsung keluar dari ruang ICU kembali keruangannya.


"Permisi Dok," sapa perawat itu.


Zeki menoleh ke arah sumber suara melihat di belakang perawat itu ada Hye Son dan asistennya berjalan mendekati Zeki. Zeki hanya terdiam melihat Hye Son.


"Bagaimana kabar mu? Apa kau sedang berjaga hari ini?" tanya Hye Son.


Zeki langsung membuka pintu ruangannya, dan menyuruh Hye Son dan asistennya masuk ke dalam.


"Aku dengar Park Yojin di rawat disini? Bagaimana keadaanya?" tanya Hye Son.


"Kondisinya cukup serius, tapi dia sudah siuman," jawab Zeki.


"Sebaiknya besok saja pak, karena saat ini Yojin sedang berada di ruangan steril, jadi tidak di ijinkan siapapun untuk menemuinya," sahut Zeki sedikit berbohong dengan Hye Son.


"Baiklah, aku menunggu sampai besok," kata Hye Son dan langsung bangkit dari duduk nya.


Hye Son langsung berjalan keluar dari ruangan Zeki membuat Zeki langsung berdiri hanya terdiam menatap kepergian Hye Son.


"Kenapa dia hanya menanyakan kabar Yojin? Apa dia akan melakukan sesuatu? Ngomong-ngomong sikapnya agak berubah? " batin Zeki.


Zeki langsung menutup pintu ruangannya, dan duduk di kursi sambil menatap layar komputer. Ponsel Zeki berdering membuat Zeki langsung melirik siapa yang menelponnya.


Zeki : "Iya ada apa?"


Bunga : "Bagaimana kondisi mbak Moly? Apa baik-baik saja."


Zeki menjelaskan keadaan Moly kepada Bunga melalui telpon seluler, Zeki meminta Bunga untuk menjaga Eji dan ia akan mengunjungi Bunga setelah semua pekerjaan Zeki sudah selesai. Telpon itu pun terputus.

__ADS_1


ke esokan hari nya.


Hye Son menemui Yojin, mereka saling menatap satu sama lain. Hye Son yang masih berdiri di dekat ranjang Yojin memastikan keadaan putranya.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Hye Son.


Yojin yang dalam posisi semi fowler atau posisi setengah duduk, "aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku," suara itu terdengar lirih membuat Hye Son langsung terperosot duduk di lantai.


"Maaf kan aku, selama ini aku sangat egois meminta mu untuk membuka pintu rahasia itu," ucap Hye Son membuat Yojin terdiam terpaku dengan penuturan ayahnya.


"Papa, bangun lah. Tidak ada yang perlu di sesali, aku akan tetap menjalankan amanat yang di berikan kakek, apapun yang terjadi. Karena di setiap harta itu terdapat surat si pemiliknya," sahut Yojin membuat Hye Son terbangun dan menatap nya.


"Dan kau juga harus tau Yojin, aku adalah saudara kandung mu," ceteluk Lee Sang.


Suara itu membuat Yojin dan Hye Son yang ada di dalam ruang perawatan itu menatap ke arah sumber suara, melihat Lee Sanv tiba-bia mengatakan hal itu Yojin terkejut dan langsung menatap Hye Son.


"Ada apa ini?" tanya Yojin.


Lee Sang berjalan mendekati ranjang Yojin, dengan senyum nya yang sangat manis. Lee Sang menatap Yojin.


"Apa pimpinan Hye Son belom memberitahu mu tentang anak nya yang terbuang," ucap Lee Sang.


"Anak? Siapa yang kau maksud?" tanya Yojin.


Yojin merasa sangat penasaran dengan semua yang terjadi. Matanya menatao Hye Son yang memandangi Lee Sang.


"Katakan padaku pah, apa yang terjadi. Anak siapa yang dia maksud?" tanya Yojin.


Hye Son membuka suara, " Lee Sang adalah putra pertama ku," suara Hye Son membuat Yojin melebarkan matanya, ia sangat terkejut.


"Apa! Jadi selama ini aku mempunyai saudara? Kenapa papa sembunyikan semua ibu?" sahut Yojin mengusap wajahnya berulang kali.


Hye Son menceritakan hubungannya dengannya dengan Yosina sehingga melahirkan Lee Sang tanpa adanya hubungan pernikahan. Yojin yang mendengar semua cerita Hye Son hanya bisa terdiam.


"Apa mau mu saat ini?" tanya Yojin menatap Lee Sang.


"Kau ini adik ku, kau harus lebih sopan," jawab Lee Sang.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2