Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode 85 Mual


__ADS_3

3 bulan sudah berlalu kejadian itu, kini kehidupan Sanjaya sudah tenang, tidak ada lagi gangguan dari para mantan dan ayah nya.


Di jam 5 pagi, Rika merasakan mual yang hebat, dan kepala yang terasa pusing. Dia berjalan dengan pelan sambil menahan muntah nya yang ingin keluar.


Hoek...Hoekk...


Rika memuntahkan semua isi perut nya sampai cairan yang berwarna kuning juga ikut keluar. Kaki nya terasa lemas untuk berjalan, dia melorotkan kaki nya ke lantaibkamar mandi karena tidak sanggup untuk berjalan.


Sanjaya yang samar samar mendengar orang muntah terbangun, dia melirik ke kanan nya, tempat tidur itu kosong, dia langsung duduk dan beranjak ke kamar mandi, karena lampu kamar mandi menyala karena pintu yabg sedikit terbuka jadi cahaya lampu keluar.


"Sayang...kamu kenapa?" Sanjaya langsung menolong Rika berdiri dan memapah nya.


"Kaki ku lemas sekali mas."


Sanjaya menggendong Rika ala bridal dan membawa nya ke tempat tidur. Dia melihat baju bagian atas terkena muntahan.


"Kamu muntah sayang."


"Iya mas."


Tanpa kata, Sanjaya lalu mengambil baju dan mengganti baju Rika yang baru.


"Mau mandi sekarang atau bagaimana?"Tanya Rika


"Nanti saja mas, kaki ku masih lemas."


"Mas oles minyak angin mau?"Tawar Sanjaya


Rika hanya menganggukkan kepala nya, Sanjaya mengambil minyak angin yang di atas nakas dan mengoles kan nya ke perut Rika.


"Sayang...kenapa perut kamu keras begini?"


"Aku juga gak tau mas, ini tanggal berapa ya mas."


"Tanggal 15, ada apa?"


Rika menepuk kening nya, dia baru menyadari kalau jadwal menstruasi nya sudah telat selama 1 minggu, dia yang biasa mendapat tamu bulanan di awal bulan, sampai sekarang itu juga belum datang.

__ADS_1


"Ada apa sayang, jangan buat mas takut." Sanjaya panik karena wajah pucat Rika juga kelihatan.


"Mas...kayak nya aku hamil." ujar Rika lirih


"Apa sayang mas enggak dengar."


"Seperti nya aku hamil mas."


"Hah...ka..mu serius sayang, kamu lagi enggak lagi bohongin mas kan?"


"Seperti nya begitu mas."


"Nanti kita ke dokter, ya Tuhan mudah mudahan ini benar." Sanjaya tampak berbinar binar


"Iya mas."


Sanjaya pun merebahkan badan nya kembali sambil memeluk dan mengelus punggung Rika. Mual yang di rasakan Rika jauh berkurang ketika menghirup aroma tubuh Sanjaya.


Pagi nya kediaman Sanjaya tampak heboh, Queen menangis histeris karena dia menggigit lidah nya sendiri di saat sarapan.


"Huwaa....huwaaa..."


"Lidah kakak sakit my, hikss..hikss."


"Coba keluarkan lidah nya, mommy mau lihat."


Queen mengeluarkan lidah nya dan ujung lidah nya tampak berdarah.


"Kakak gigit lidah kakak ya sayang."


"Iya my...hikss...hiksss lidah kakak udah patah, nanti kakak ndak bisa makan lagi."


Ya tuhan anak mu ini mas, lidah cuma tergigit saja kata nya sudah patah, huffttt..


"Bisa makan kakak, tapi harus pelan pelan ya jangan terburu buru."


"Ndak mau, kakak takut lidah kakak ndak bisa lagi di pake."

__ADS_1


"Hahahahaha..."Bagas dan Rika tertawa terbahak bahak.


Sanjaya yang baru tiba di meja makan, heran melihat anak dan istri nya tertawa sedangkan Queen maalah menangis.


"Kenapa sayang seru sekali ketawa nya, ini lagi kakak kenapa nangis?"


"Mommy sama abang jahat daddy, kakak ndak mau teman lagi sama melleka, melleka tawa tawa kakak." bibir Queen merenggut.


"Cup...cup princess daddy, enggak boleh begitu, mereka kan abang sama mommy."


"Tapi mommy sama abang tawa tawa kakak daddy, kakak sebell."


"SudaH dong sayang ketawa nya, ini Queen nangis." Ujar Sanjaya


"Haha..iya mas, habis nya kakak lucu mas, masa karena lidah nya tergigit kata nya nanti enggak bisa lagi di pakai, emang lidah barang..hihihihi.."


Hampir saja Sanjaya melepaskan tawa nya, jika saja dia tidak melihat Queen merengut, sudah di pastikan tawa nya akan membahana.


"Masih di pakai kok kak, nanti kita obati ya."


"Iya dad."


"Mas mau makan?"


"Iya sayang, habis itu kita ke dokter ya, mas sudah buat janji tadi."


"Iya mas."


"Siapa yang sakit my?"Tanya Bagas


"Enggak ada yang sakit abang, mommy cuma mau nanya saja sama dokter nya."


"Nanya apa my, kakak ikut ya?


"Iya nanti kakak sama abang ikut sama mommy dan daddy."


"Yess..kakak mau tanya tanya doktell na, kakak nanti bawa boneka belbi kakak supaya di suntik sama doktell na, bial belbi kakak ndak sakit."

__ADS_1


"Iya kakak."


__ADS_2