Istri Bayaran

Istri Bayaran
episdoe 65


__ADS_3

Banyak sekali yang ingin mengunjungi gedung pemakaman kakek Je, setelah mendengar berita bahwa Yojin mengalami kecelakaan dan tak ada kabarnya sama sekali. Mereka beranggapan Yojin sudah meninggal dunia, dan tidak ada yang mengetahui di mana kunci dari pintu rahasia itu.


Yojin sedang menyusun strategi untuk masuk ke dalam gedung pemakaman kakek Je tanpa ada seorang pun yang tahu. Riko sedang memikirkan jika mereka menyamar menjadi petugas kebersihan di dalam gedung itu, Yojin mendengar semua itu menyetujui ide yang di berikan Riko.


"Kondisi gedung semakin ketat tuan, coba anda liat ini," ucap Riko menunjukan rekaman CCTV yang berhasil di tangkap oleh Riko.


"Kau benar juga, artinya kita harus mengetahui kapan petugas kebersihan itu membersihkan ruangan yang ada di dalam gedung itu," kata Yojin kepada Riko.


Riko langsung memperhatikan setiap gerak camera yang ada di dalam gedung itu, untuk memastikan keadaan di dalam.


Terlalu sibuk memikirkan gedung pemakaman kakek Je, Moly datang menghampiri Yojin dengan membawa makanan ringan dan capucino hangat.


"Kalian terlalu sibuk, ini aku buatkan pancake di temani capucino hangat," ucap Moly meletakan makanan itu di atas meja.


"Ini terlihat sangat enak," sahut Yojin.


"Tentu sayang, kau harus mencobanya," kata Moly.


"Kau membuat apa nyonya Moly?" tanya Riko menoleh ke arah makanan itu.


"Apa kau tidak bisa melihat dengan jelas, jika ini secangkir capucino," celetuk Yojin sambil memakan pancake.


"Aku hanya bertanya, itu pun basa basi saja, kenapa tuan malah memarahi ku?" tanya Riko membuat Moly langsung melerai mereka berdua.


Di rumah sakit.


asisten Han mulai menggerakan tangannya, Zeki yang masih menjaga Han langsung memeriksa Han. Zeki melakukan beberapa tes untuk memastikan kondisi Han.


Zeki langsung menghubungi Yojin, memberi tahu jika Han sudah sadarkan diri dan sekarang sedang melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kerusakam di bagian otak nya.


Yojin yang mendapat kabar jika Han sudah sadarkan diri langsung merasa lega, Yojin memutuskan untuk menjenguk Han bersama Riko.


"Kita harus pergi ke rumah sakit," ucap Yojin berlari mengambil jaket dan topi.


Riko langsung bergegas memakai masker dan mengeluarkan mobil, Yojin yang sudah menunggu langsung mennaik mobil itu. Mereka berdua melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi. Melihat iklan di sepanjang jalan raya berita tranding topik, membahas tentang kecelakaan yang di alami oleh pengusaha sukses Park Yojin. Di dalam berita itu mengatakan bahwa jasad Park Yojin telah hilang seperti di telan bumi.


Yojin yang melihat rumor yang beredar itu merasa kesal, jika dirinya di katakan sudah meninggal dunia.


"Berita apa-apaan ini? Mereka membuat rumor yang salah," celetuk Yojin terlihat sangat kesal.


"Anda tidak perlu khawatir tuan, ini peluang kita untuk segera membuka pintu rahasia itu" sahut Riko sambil menyetir.

__ADS_1


Sampai di rumah sakit, Riko dan Yojin langsung menaiki lift dan menuju ruang VVIP untuk bertemu dengan Zek yang sudah menunggunya.


"Bagaimana Han?" tanya Yojin melihat Han sudah sadarkan diri.


"Kondisinya mulai membaik, dari hasil pemeriksaan tidak ada kerusakan di bagian otak nya," jawab Zeki, membuat Yojin menganggukan kepalanya.


"Apa kau mendengar rumor di luar sana?" tanya Zeki.


"Iya aku mendengar semuanya," jawab Yojin.


"Kau harus berhati-hati, ayah mu mencari dirimu untuk meminta kunci itu. Kemaren dia menemui ku di sini," kata Zeki, Yojin langsung menatap mata Zeki saat mendengar ayahnya datang meneumi Zeki.


"Lalu, apa yang di katakan ayah ku?" tanya Yojin.


Zeki langsung menceritakan kepada Yojin saat dirinya sedang ber jaga malam di rumah sakit.


Membayangkan kejadian kemarin.


○○○


Saat Zeki sedang sibuk memeriksa Rekam Medis setiap pasien yang di rawat, tiba-tiba salah satu perawat memberi tahu Zeki jika ada yang ingin bertemu dengan Zeki. Zeki pun merasa sangat bingung dengan ucapan perawat itu.


"Siapa yang ini bertemu dengan ku? Katakan saja aku sedang sibuk," sahut Dokter Zeki.


Merasa penasaran Zeki pun langsung keluar dari ruang UGD berjalan kembali ke ruangannya, di sana Zeki melihat Hye Son sudah menunggu nya. Zeki pun terdiam saat melihat Hye Son ada di ruangnnya.


"Maaf pak, menunggu lama. Ada apa pak Hye Son datang kemari?" sahut Zeki.


"Apa kau sudah tahu jika Yojin mengalami kecelakaan?" tanya Hye Son.


"Saya mengetahui semua itu dari berita pak," jawab Zeki.


Hye Son tersenyum mendengar jawaban dari Zeki.


"Aku dengar kalian sempat bertemu sebelum insiden kecelakaan ini terjadi. Apa itu benar? Apa Yojin mengatakan sesuatu padamu?" tanya Hye Son membuat Zeki berfikir keras untuk menghindari jawaban yang berbahaya.


"Kita memang bertemu pak, tapi hanya bertemu karena sudah lama tak jumpa. Hanya saja Yojin pernah berkata bahwa dirinya sering merasa gelisah akhir-akhir ini, itu saja pak. Lalu saya meresepkan obat," jawab Zeki.


"Aku dengar kau mengetahui tentang kunci rahasia itu, apa Yojin mengatakan di mana kunci itu di simpan?" tanya Hye Son menatap tajam Zeki.


"Saya hanya mengetahui sekilas saja pak, selebihnya Saya tidak mengetahui dimana kunci itu berada," jawab Zeki dengan begitu santai.

__ADS_1


Hye Son hanya terdiam, dan segera memberi tawaran kepada Zeki.


"Seperti nya kau harus naik jabatan, apa kau mau?" tanya Hye Son memberi tawaran kepada Zeki.


Zeki yang merasa ini jebakan dari Hye Son hanya bisa tersenyum dan menjawab, "maaf pak, saya sudah merasa nyaman di posisi yang sekarang."


"Baiklah, pikirkan baik-baik tawaran saya. Kesempatan tidak datang 2 kali," Hye Son langsung meninggalkan ruang Zeki dengan raut wajah yang sangat kesal.


"Kau harus selidiki dimana kunci itu?" kata Hye Son kepada tangan kanannya.


Hye Son berjalan ke luar dari rumah sakit itu, di kawal 4 orang ajudannya, memasuki mobil mewah itu dan pergi meninggalkan rumah sakit itu.


Zeki yang masih di dalam ruangan itu menatap ke pergian Hye Son, dan tak lama Zeki kembali berjaga malam di UGD.


○○○


"Ini tidak bisa di biarkan, aku harus segera menyelesaikan semuanya," kata Yojin.


"Bagaimana caranya? Sepertinya ayah mu itu sangat berbahaya, kau harus berhati-hati," ucap Zeki.


"Kami sudah menyusun rencana untuk memasuki gedung itu," ucap Riko.


Zeki langsung menoleh ke arah Riko dan kembali menatap Yojin. Yojin pun menceritakan jika dirinya akan memasuki gedung pemakaman kakek Je besok, dengan menyamar sebagai petugas kebersihan di gedung itu.


Zeki pun menganggukan kepalanya, tetapi ada ke khawatiran terlintas di matanya.


"Apa kalian benar-benar yakin?" tanya Zeki.


"Tentu," sahut Yojin.


Ke esokan harinya.


Yojin dan Riko sudah bersiap untuk berangkat ke gedung pemakamab kakek Je. Dia sudah mengetakan baju petugas kebersihan dan merubah sedikit wajahnya di bantu oleh Bunga dan Moly agar tidak ada yang mengetahui penyamarannya.


Yojin yang melihat penampilannya berubah 80% merasa terkejut saat melihat cermin.


"Kenapa aku sangat jelek," celetuk Yojin sambil menatap cermin, Yojin langsung di pukul oleh Moly.


"Kau ini, ini hanya sementara jadi kau harus berdamai dengan wajah itu," ucap Moly membuat Bunga dan Rikl tertawa.


Mereka mengganti mobil nya dengan mobil petugas kebersihan. Mobil itu melaju dengan sangat cepat menuju gedung itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2