Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode 79 Rayuan ular berbisa


__ADS_3

Setelah memberitahu semua nya Sanjaya pun merasa lega, dia berharap Rika tidak akan terpancing oleh mulut berbisa Amora. Berbeda dengan Sanjaya, Rika semakin takut, dia menghawatirkan kedua anak nya, dia takut mantan suami nya itu melukai anak anak nya.


"Aku tidak bisa takut, aku harus kuat, aku harus bisa melindungi anak anak ku, ya aku harus berani." Ujar Rika menyemangati diri nya sendiri


🌻🌻🌻


Sanjaya yang sudah kembali ke kantor nya, meminta Rico untuk terus menyelidiki Amora.


Dia tidak bisa berdiam diri, Amora bukan orang yang bisa di sepelekan, ambisius nya membuat nya nekad dengan apa yang ingin di dapatkan nya.


Menjalin hubungan selama beberapa tahun dulu, membuat Sanjaya mengetahui banyak tentang Amora.


"Bagaimana...apa kau sudah mendapatkan info yang jelas."


"Sudah tuan, memang benar yang mengintai keluarga tuan saat ini adalah Amora."


"Apa motif nya."


"Saya rasa unsur sakit hati tuan, apa tuan ingat ketika tuan memergoki nya sedang bersama ayah tuan di sebuah hotel?"


"Saya tidak akan pernah lupa dengan kejadian itu."


"Sejak dari situ lah tuan, Ayah anda mencampakkan nya karena sudah tidak bisa memanfaatkan Amora, dan sebelum ayah anda meninggalkan nya, ayah anda memukul sampai bayi yang di kandung Amora meninggal."


"Apa kau tidak salah, jadi saat dia berpacaran dengan ku, dia sudah hamil?"


"Benar tuan, 3 bulan sebelum kejadian itu, Amora mengandung anak ayah anda."


"Brengsek...dasar laki laki brengsek."


"Tenang lah tuan, jaga emosi anda, fikir kan rencana apa yang akan kita lakukan tuan, karena saya yakin bahwa Amora ingin membalas dendam atas kematian anak nya."


"Kau benar, katakan dimana dia sekarang aku akan menemui nya."


"Apa tuan serius, itu terlali beresiko tuan, bagaimana kalau dia menjebak tuan."


"Tenang lah, kau ikut bersama ku."


"Baiklah tuan."


Dengan di supiri Rico, Sanjaya pun akhir nya pergi ke tempat kediaman Amora. Dia ingin menyelesaikan semua permasalahan ini.


"Bagaimana hubungan mu dengan Lisa."


"A..pa tuan, apa maksud tuan."


"Tidak usah pura pura bodoh, aku tahu dia mengatakan suka pada mu."


"Hufffttt...aku hanya menganggap nya sebagai teman tuan tidak lebih."


"Apa kau yakin?"


"Yakin tuan."


"Tapi..ku dengar dengar dia akan menikah."Sanjaya sengaja memancing Rico untuk mengetahui perasaan nya kepada Lisa.


"Menikah? Itu tidak bisa tuan."


"Kenapa tidak bisa, kau menolak nya jadi dia berhak memilih dengan siapa menikah."


Rico hanya terdiam, dia merasa tidak senang mendengar Lisa akan menikah.


"Kenapa aku keberatan kalau dia menikah, tidak mungkin aku menyukai nya, aaarrrggg..ini hanya syok saja."Batin Rico.

__ADS_1


🌻🌻🌻


" Kita sudah sampai tuan."


"Apa dia tinggal di sini?"


"Iya tuan, dia tinggal sendiri di sini."


"Baiklah, aku akan masuk sendiri, kau tunggu lah di pos satpam."


"Tapi tuan."


"Aku bisa sendiri."


Sanjaya lalu masuk ke dalam, dia di hadang dengan beberapa bodyguard yang berjaga di depan pintu.


"Anda tidak bisa masuk."


"Katakan pada Amora bahwa Sanjaya Pratama datang menemui nya."


Salah satu bodyguard yang berjaga menghubungi boss nya melalui ear phone yang berada di telinga nya.


"Nyonya tuan Sanjaya Pratama ingin bertemu dengan anda, sekarang dia ada di bawah."


"Izinkan dia masuk, dan antarkan dia ke kamar ku, apa kah dia sendiri."


"Dia membawa asistant nya nyonya dan menunggu di pos security."


"Jangan biarkan asistant nya masuk, apa pun cara nya, aku ingin berdua dengan kekasih ku, dan siapkan seperti biasa."


"Baik nyonya."


"Ayo, aku akan membawa mu ke tempat nyonya kami."


Sanjaya mengikuti bodyguard yang membawa nya ke dalam rumah Amora. Mereka menaiki lift dan berhenti tepat di depan kamar Amora.


Sanjaya tidak menjawab, dia memindai setiap persudutan rumah, dia juga melihat beberapa cctv yang agak tersembunyi, tetapi Sanjaya masih bisa melihat nya.


"Kau ingin bermain main dengan ku, baiklah aku ikuti permainan mu."


🌻🌻🌻


Rico yang berada di pos satpam tidak bisa tenang, berkali kali pandangan nya melihat ke arah pintu masuk berharap boss nya itu keluar dalam keadaan sehat sehat saja.


"Aku harus menghubungi anak buah ku juga para bodyguard, aku tidak yakin ini berjalan lancar, pasti ada yang mereka rencanakan."


Rico lalu memberikan pesan kepada kepala bodyguard dan kepala anak buah nya untuk datang ke jalan Yos Sudarso dan mencari tempat aman untuk bersembunyi.


Dia sengaja mengirimkan pesan, karena gerak gerik Rico di awasi oleh Bodyguard Amora.


Ting....


"Banyak cctv di sini, dan para pengawal berhati hati lah untuk melakukan sesuatu, jangan membuat mereka curiga, aku yakin mereka merencanakan sesuatu, jangan membalas pesan ini atau pun menghubungi ku setelah kau menerima pesan ini, dan ingat jika aku tidak keluar dalam waktu jam 1 maka kau harus bisa masuk ke dalam kamar di lantai 3 tepat di depan lift karena aku yakin hp ku pasti akan di rampas nya, jangan sampai kau lalai, suruh anak buah mu menambah pasukan nya dan perketat penjagaan istri dan anak ku, karena aku yakin mereka sudah mengintai rumah ku saat ini dan menjadikan kita alibi untuk mengecoh kita."


Rico menerima pesan dari Sanjaya, dan dia mengerti apa yang harus dia lakukan. Rico berpura pura tenang supaya tidak menambah kecurigaan oara pengawal.


🌻🌻🌻


Sanjaya masuk ke dalam kamar Amora, hal yang pertama dia dapat adalah wangi parfum yang menenangkan jiwa, dan bisa membuat siapa pun yang menghirup nya merasa tenang dan terbius homon bercinta.


Sanjaya menguatkan diri nya untuk tidak terpengaruh oleh wangi parfum itu. Dia melihat Amora yang duduk di ranjang menghadap ke pintu dengan menggunakan pakaian yang sangat ketat dan sexy, Kaki nya yang jenjang dan mulus disilang nya sehingga menampakkan paha yang putih dan memperlihatkan sedikit underware nya yang berwarna merah maroon.


Bagian depan baju Amora yang berkerah rendah dan berbentuk V dan bentuk pakaian dalam yang di pakai Amora sedikit lebih kecil dari benda kenyal itu sehingga memperlihatkan setengah lebih benda kenyal yang menyembul keluar.

__ADS_1


Rambut nya yang panjang, sengaja dia biarkan begitu saja supaya memperlihatkan leher nya yang mulus, putih dan bersih sehingga siapa pun yang melihat nya berhasrat untuk meninggalkan bekas di leher itu.


Amora lalu mengambil gelas yang sudah di sediakan di meja, dan memberikan nya kepada Sanjaya.



#anggap saja begini ya bestie fose Amora#


Sanjaya mengalihkan pandangan nya dan langsung duduk di sofa sambil menyilangkan kedua kaki nya. Sanjaya menegakkan leher nya dan menatap Amora, ketampanan nya meningkat dua kali lipat jika sedang berfose seperti itu.



"Kau takut aku memberikan mu obat perangsang, sehingga kau tidak meminum nya."


"Bisa jadi."


"Hahaha....aku tidak sepicik yang kau fikirkan Sanjaya."


"Katakan apa mau mu, kenapa kau menyuruh anak buah mu untuk mengetahui kehidupan ku."


"Dari mana kau tau kalau aku lah yang menyuruh mereka."


"Kecil bagi ku untuk mengetahui siapa yang bermain api dengan ku."


"Oh ya, tapi sayang nya aku tidak takut padamu sayang."Bisik Amora menunduk sehingga kedua belahan benda kenyal itu terpampang di depan wajah Sanjaya dan membelai wajah Sanjaya dengan gerakan sensual.


"Aku tidak ingin membuang waktu ku, katakan apa mau mu."


Amora terdiam, lalu dia membuka baju nya dan hanya meninggalkan pakaian dalam nya saja. Dia duduk di pangkuan Sanjaya dan menghadap Sanjaya.


Amora sengaja tepat duduk di atas jagung milik Sanjaya dan menekan nya sedikit. Dia ingin Sanjaya terpengaruh pada nya dan menjamah nya sehingga dia bisa memiliki seluruh harta Sanjaya karena itulah dendam Amora membuat Sanjaya bertekut lutut padanya dan jatuh miskin.


Amora mengambil gelas yang berada di tangan Sanjaya dan meletakkan nya di atas meja, kemudian dia mengambil kedua tangan Sanjaya dan meletakkan di atas kedua benda kenyal yang super besar itu.


Sanjaya hanya terdiam, dia hanya melihat sejauh mana Amora beraksi. Amora yang melihat Sanjaya terdiam, seakan akan menikmati permainan, Amora merasa menang.


"Apa kau tidak merindukan ku sayang?"bisik Amora dan menjilat kuping Sanjaya.


"Tentu saja aku merindukan mu." ucap Sanjaya


"Apa kau tidak ingin menikmati tubuh ku yang indah ini?"


"Apa kau yakin bisa memuaskan ku?"Tantang Sanjaya


"Kau meragukan ku sayang?"


"Tidak, hanya sedikit tidak yakin."


Amora lalu berdiri dan membuka semua pakain nya, dia kembali duduk dan menekan lalu menggesekkan sesuatu di balik celana Sanjaya.


Perlahan Amora mencium bibir Sanjaya, pelan dan sangat lembut itu lah cara khas Amora jika berciuman.


Dia mencoba memasukkan lidah nya ke mulut Sanjaya, dan mengeksplor di dalam mulut Sanjaya. Dia juga menekan tangan Sanjaya agar bermain di benda kenyal nya.


-


-


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa baca cerita ku yang di bawah ini bestiee, VOTE DAN LIKE NYA MANA



__ADS_2