
Satu minggu berlalu dan hari ini adalah hari ulang tahunnya Aletha.
" Al.... "
" selamat ulang tahun untukmu" kata Aditya
" kamu masih mengucapkan nya... "
" aku tidak akan mengatakan terimakasih atau apa lah itu.. " kata Aletha
" huh.... "
" terserah kamu saja... "
" Al.... "
" aku ingin mengajak mu jalan-jalan, kamu mau tidak?? " kata Aditya
" kemana?? " kata Aletha
" sudah.... "
" mari kita pergi " kata Aditya menggenggam tangan Aletha.
jarak dari rumah ketempat itu sekitar dua jam menaiki mobil dan ternyata Aditya membawa Aletha ke sebuah pantai.
" wah..... "
" cantiknya.... " kata Aletha tersenyum bahagia berlari kearah pantai itu.
Aditya tersenyum melihat Aletha menyukai nya, dia pun berjalan menyusul Aletha.
" kamu menyukai nya?? " kata Aditya
" hmmmm..... "
" memangnya siapa orang yang tidak menyukai pemandangan indah seperti ini. " kata Aletha
" aku senang jika kamu menyukai nya " Kata Aditya
" oh.... "
" itu jualan eskrim.... "
" kamu tunggu disini, aku akan mentraktir mu" kata Aletha pergi menemui tukang eskrim tersebut.
Saat Aletha menerima eskrim dari penjual itu, dia pun kembali mengingat Aryni.
" Aryni pikir bibi orang baik, ternyata tidak " kata Aryni
" bibi orang yang baik kok, bukan cuman itu, bibi juga hebat. " kata Aletha
" hebat??? "
" hebat apanya?? "
" orang dewasa masa tidak mempunyai uang. "
" beli es krim saja pun minta di traktir sama anak kecil" kata Aryni
Saat mengingat itu, Aletha tersenyum sambil meneteskan air matanya.
" hm.... "
" anak keras kepala itu... "
" aku sangat merindukan nya, semoga saja Bella menyayangi nya. " kata Aletha menghapus air matanya sendiri.
Aletha pun berjalan kearah Aditya.
" apa kamu baik-baik saja?? "
"aku melihat sepertinya ada sesuatu dimata mu. " kata Aditya
" ntah kenapa, saat membeli ini aku teringat dengan Aryni " kata Aletha memberikan eskrim itu.
Aditya pun hanya terdiam dan memakan es tersebut.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Aryni duduk di pohon itu sambil memakan eskrim.
" bibi pembohong.... "
" aku benci bibi.... " kata Aryni menangis dan melemparkan eskrim tersebut ke batang pohon itu.
Disana terdapat sangat banyak sampah eskrim . setiap menemui pohon itu, Aryni selalu membawa dua buah eskrim.
" bibi bilang akan datang menemui ku jika aku merindukan bibi... " kata Aryni menangis.
" bahkan papah sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah "
" bibi tidak datang-datang... "
" aku benci bibi... "
" aku benci bibi... " kata Aryni menangis dan berteriak dengan suara keras.
Mendengar suara Aryni Carson pun berlari ke balkon kamarnya dan mendapati disana Aryni sedang mengamuk. Carson pun langsung berlari menemui Aryni.
" aku akan membunumu.... "
" aku akan membunuhmu... " kata Aryni melempari pohon itu dengan batu.
" aku tidak butuh kamu lagi... " kata Aryni mengambil sebuah pisau untuk menebang pohon itu.
" Aryni apa yang kamu lakukan " kata Carson
" Aryni ingin membunuh pohon itu... "
" aku tidak menyukai nya lagi" kata Aryni menangis ingin menebang pohon itu.
" Aryni hentikan... " kata Carson dengan suara yang keras dan memeluk Aryni dari belakang.
" papah lepasin.... " kata Aryni berusaha melepaskan dirinya dari Carson.
Carson pun mengambil pisau tersebut dan melemparkan nya dengan jarak yang jauh.
" papah... " kata Aryni marah.
" kenapa kamu harus membunuh pohon itu"
" Aryni tidak membutuhkan nya lagi... "
" bahkan papah juga tidak membutuhkan Aryni lagi" kata Aryni
" papah sangat menyayangi mu nak" kata Carson memeluk Aryni.
" jika begitu, kenapa papah ingin menikahi tante Bella " kata Aryni
" karena hanya tante Bella lah yang bisa menyayangi mu nak" kata Carson
" tidak.... "
" itu tidak benar... "
" papah beralasan karena Aryni, tapi papah yang sebenarnya mencitai tante Bella. "
" Aryni tidak menyukai tante Bella. "
" dia hanya menyayangi papah dan dia tidak pernah menyayangi Aryni. "
" hanya bibi Aletha lah yang benar-benar menyayangi Aryni. "
" Aryni tidak mau tante Bella menggantikan mamah... "
" Aryni mau hanya bibi Aletha lah yang bisa menggantikan mamah... " kata Aryni
"tetapi kamu akrab dengan tante Bella. " kata Carson
" tante Bella mendekati ku hanya untuk mencuri perhatian papah... "
" dia bahkan tidak pernah menemaniku bermain, membuatkan makanan untuk ku, menyuapiku makan, membantuku mengerjakan PR, membatuku merapikan pakaian ku. "
" tante Bella tidak pernah bisa melakukan apa yang bibi Aletha lakukan pada Aryni. " kata Aryni
" itu karena tante Bella sibuk... " kata Carson
__ADS_1
" bahkan dia memiliki waktu yang banyak untuk mengejar-ngejar papah. "
" lalu untuk apa papah menikahi nya jika itu untuk Aryni. "
" dia tidak pernah memiliki waktu sedikitpun untuk Aryni. " kata Aryni semakin menangis
Carson terkejut mendengar pernyataan Aryni, dia pun menyadari betapa pentingnya peran Aletha dimata Aryni walaupun hanya sesingkat itu. Akan tetapi Aletha mampu memberikan cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada Aryni di waktu yang sangat singkat itu.
Carson pun menangis.
" jika papah ingin menikahi tante Bella."
" maka menikah lah segera."
" dan saat itu juga, Aryni akan pergi keluar dari rumah ini untuk mencari bibi Aletha." kata Aryni menangis melihat kearah pohon itu.
Aryni melihat puncuk pohon itu bergerak melambai-lambai kekiri dan kekanan tanpa ada hembusan angin.
" papah.... "
" lihat itu.... "
" pohon nya menjawab Aryni.... "
" bibi akan kembali " kata Aryni tersenyum dengan sangat bahagia dan sambil meneteskan air matanya.
" bibimu tidak akan pernah kembali nak... " kata Carson menangis melihat pohon itu.
" tapi pohon itu.... " kata Aryni
" dia bergerak karena hembusan angin " kata Carson
" tidak.... "
" angin tidak berhembus "
" Aryni yakin..."
" bibi kembali...."
" bibi akan datang...." kata Aryni sangat bahagia.
" Aryni sadarlah.... " kata Carson dengan suara yang keras sambil menggoyang tubuh Aryni dengan kuat.
" bibimu tidak akan pernah kembali... '
" tidak akan pernah... " kata Carson
" papah tapi bibi bilang jika pohon itu.... " kata Aryni berhenti berbicara karena Carson memotong perkataan nya.
" apa yang bisa dilakukan pohon itu... "
" bibimu tidak akan pernah kembali karena yang sebenarnya bibimu sudah meninggal. " kata Carson menangis.
" apa...? " kata Aryni
" ia..... "
" bibimu sudah meninggal dan itulah kenyataan nya. "
" kamu tidak perlu berharap yang tidak mungkin terjadi" kata Carson.
" tidak mungkin.... "
" itu tidak mungkin.... " kata Aryni menangis
melihat Aryni seperti itu, Carson pun pergi meninggalkan Aryni begitu saja karena dia tidak sanggup melihat keadaan Aryni saat ini.
" tidak mungkin..... " kata Aryni dengan suara yang sangat keras menangis.
" papah pasti salah.... "
" bibi tidak meninggal.... " kata Aryni berteriak agar Carson mendengar nya.
Carson pun semakin menangis melihat keadaan Aryni.
" aku percaya pada bibi Aletha... "
__ADS_1
" dia tidak pernah berbohong... "
" aku percaya pada pohon itu.... " kata Aryni menangis.