
Karena rasa penasaran Carson terhadap Daniel dia pun pergi menemui kepala sekolah.
" anak laki-laki tadi, siapa dia? " kata Carson
" tolong maafkan dia pak, dia masih baru sebulan bersekolah disini. "
" dan lagian dia pun masih sangat kecil. "
' kedepannya aku akan memperhatikannya lagi." kata kepala sekolah itu merasa takut karena dia berpikir bahwa Carson akan melakukan sesuatu.
" tidak masalah... "
" saya hanya tertarik padanya saja " kata Carson
" apa?? " kata Kepala sekolah.
" saya melihat ada yang berbeda di dirinya. "
" sepertinya dia anak yang pintar. " kata Carson
" anak itu baru sebulan disini pak. "
" dan sebelumnya dia dan keluarga nya tinggal di Amerika. "
" namun mereka memilih kembali dan tinggal disini pak. " kata Kepala sekolah.
" ....... " Carson mengangguk-anggukkan kepala nya.
" sudah ku duga, sepertinya memang dia bukan anak dari keluarga biasa. "
" berapa umur anak itu? " kata Carson
" umumnya empat tahun pak. " kata kepala sekolah
" seandainya anakku masih hidup, mungkin dia sudah sebesar itu sekarang " kata Carson tersenyum
" apa perlu saya pertemukan bapak dengan Daniel?? " kata Kepala sekolah.
" Daniel?? " kata Carson
" iya pak... "
" nama anak itu Daniel Stevanus. " kata Kepala sekolah itu.
" baiklah.... "
" lain kali saya akan bertemu dengan nya. "
" baiklah pak, saya pamit dulu" kata Carson
" mari pak " kata kepala sekolah itu.
Malam pun tiba, sebelum tidur Aletha pergi menemui Daniel.
" Daniel bagaimana sekolah mu hari ini sayang. " kata Aletha
" baik-baik saja mah.... "
" tapi hari ini disekolah Daniel berantem mah.. " kata Daniel
__ADS_1
" berantem?? "
" kenapa sayang " kata Aletha
" bukan Daniel yang salah mah"
" dia yang lebih dulu mendorong Daniel mah. " kata Daniel
" lalu?? " kata Aletha
" Daniel dorong balik dia" kata Daniel.
" memangnya apa yang Daniel lakukan sehingga anak itu mendorong mu. " kata Aletha
" dia hanya melarang orang memegang kursi buatannya, jika tidak bisa di pegang lalu Daniel duduki saja kursi buatannya itu. " kata Daniel
" tetap saja Daniel yang salah, seharusnya Daniel tidak menyentuh barang orang dengan sembarangan sayang itu namanya tidak sopan. " kata Aletha
" tapi dia tidak menjaganya, seharusnya dia menuliskan untuk tidak di duduki. "
" jika hanya di pegang kursinya tidak akan rusak. " kata Daniel
" kursinya rusak?? " kata Aletha
" hm... " kata Daniel
" wajar dong dia marah... "
" seharusnya kamu minta maaf padanya, bukan membalas nya. "
" bagaimana pun juga dia melakukan hal itu karena dia merasa kesal. " kata Aletha
" tapi tidak seharusnya mendorong ku mah... " kata Daniel
" cerita apa mah?? " kata Daniel
" dulu sebelum mamah ke Amerika, mamah dulu punya seorang teman. dia masih anak-anak umurnya sekitar lima tahun waktu itu. " kata Aletha
" apa mamah berteman dengan anak kecil? " kata Daniel
" ia... "
" dia sangat keras kepala sama seperti mu. " kata Aletha
" apa dia perempuan atau laki-laki mah?? " kata Daniel
" dia perempuan dan dia sangat cantik " kata Aletha
" dia juga perempuan mah... "
" tapi galak"
" terus gimana ceritanya " kata Daniel
"dia bersekolah di sebuah sekolah... "
" dia tidak memiiki ibu.... "
" dia selalu menyendiri dan tidak punya teman. "
__ADS_1
" Orang-orang di kelas nya selalu mengganggu nya waktu itu, akan tetapi walaupun sendiri dia berani. dia bahkan tidak takut memberikan pelajaran pada orang yang mengganggu nya. "
" hingga suatu hari, salah satu dari mereka memasukkan permen kedalam tas nya. "
" setelah itu dia dituduh mencuri, seketika semua orang percaya bahwa dia pencuri. "
" anak perempuan itu mendorong anak yang satunya lagi hingga dia terjatuh dan terluka. "
" akan tetapi anak pria membalasnya kembali sampai anak perempuan terjatuh dan terluka juga.
" akan tetapi, semua orang percaya bahwa dia pencuri dan semuanya menyalahkan dia karena sudah mendorong anak laki-laki itu terlebih dahulu. " kata Aletha
" tapi tetap saja mah anak pria itu yang lebih dulu mencari masalah. " kata Daniel
" begitu juga dengan mu. "
" dia sudah bersusah payah untuk membuat kursi itu, akan tetapi kamu merusaknya begitu saja."
" jika pun kamu tertarik untuk duduk disana, seharusnya kamu meminta ijinnya terlebih dulu. "
" jika dia mengijinkan atau tidak itu haknya. "
" jika pun itu rusak karena kamu duduki dia tidak akan marah padamu karena kamu sudah meminta ijinnya terlebih dahulu. " kata Aletha
" apa aku harus meminta maaf padanya mah??" kata Daniel
" meminta maaflah, barang kali dia memaafkan mu dan berbaikan dengan mu. " kata Aletha
" tapi Daniel takut, bagaimana nanti jika dia tidak memaafkan Daniel " kata Daniel
" itu terserah dia, yang penting kamu sudah meminta maaf dan mengakui kesalahan mu. " kata Aletha.
" lalu bagaimana cerita selanjutnya teman mamah itu? " kata Daniel
" mamah membantunya, dan akhirnya anak laki-laki itu meminta maaf pada anak perempuan itu. setelah itu orang-orang tidak berani lagi mengganggu nya. " kata Aletha
" lalu dimana teman mamah itu, apa dia masih disini? " kata Daniel
Aletha pun terdiam dia tidak berani untuk menemui Aryni, jika dia menemui Aryni maka Carson akan tahu bahwa dia adalah Aletha dia merasa Carson tidak mencintai nya dan setelah itu Carson akan mengambil Daniel darinya.
" mah.... " kata Daniel
" ia sayang... " kata Aletha
" kenapa mamah diam?? " kata Daniel
" kamu bertanya apa tadi" kata Aletha karena melupakan pertanyaan Daniel.
" dimana teman mamah itu??? "
" apa dia masih disini? " kata Daniel
" mamah tidak tahu sayang, mungkin dia juga sudah melupakan mamah karena waktunya sudah sangat lama . " kata Aletha
Sebenarnya dia sangat ingin menemui Aryni akan tetapi dia takut Carson mengetahuinya.
" sayang mamah kelelahan, kamu tidur lah mamah ingin istirahat. " kata Aletha
" iya mah... "
__ADS_1
" selamat malam mah... " kata Daniel
Aletha pun pergi ke kamar nya, setibanya disana dia menangis karena sangat merindukan Aryni akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.