
Setelah kepergian Cellyn dari taman itu Zergan merasa aneh pada dirinya sendiri. Menyandarkan punggungnya di bangku yang barusan dia duduki bersama seseorang yang dia rindui.
Mendongak menatap langit-langit malam yang sebentar lagi sudah berganti hari, tidak ada niatan untuk beranjak pergi dari situ padahal dia sudah ditunggu teman-teman.
Dia pernah berjanji pada dirinya tidak akan jatuh lagi kepada Cellyn walaupun dia bertemu dengannya lagi. Tapi apa yang dia rasakan sekarang dia tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak jatuh lagi kepada Cellyn. Harusnya dia sadar dia tidak boleh mengulangi kesalahannya yang sama.
"I need love and affection" lirih Zergan, air matanya kembali turun membasahi pipinya.
Keadaannya kacau sekarang dia lelah dengan hidupnya kenapa cobaan harus datang berlimpah menerpa hidupnya.
"I'm so tired of all this, can i end it? oh my god do you still care about me?" ucap Zergan di tengah tangisannya.
Di tempat tadi teman-teman Zergan menunggu dengan rasa khawatirnya, takut Zergan melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan.
"Cari aja ayok" ajak Rayan.
"Gak mau nunggu dia? takut ganggu" jawab Jake.
"Kayaknya enggak, ayoklah" balas Haris yang paling tua di antara mereka.
Mereka berenam mengendarai kendaraan mereka masing-masing berjalan pelan mencari keberadaan Zergan. Jalan sudah mulai sepi, mereka makin khawatir terhadap Zergan.
Tidak lama kemudian Juan melihat motor yang tadi di pakai Zergan terparkir di depan taman yang sepi.
"Nah itu" ucap Juan berteriak yang membuat teman-teman memberhentikan motornya.
Juan menuju motornya Zergan diikuti teman-teman di belakang. Kemudian semua ikut memarkirkan kendaraan mereka.
"Kayaknya Zergan sendirian di sini soalnya gak keliatan mobilnya Cellyn" tebak Rayan.
"Ya udah ayok dicari" ajak Haris.
Mereka mencari keberadaannya Zergan di mana. Tidak lama kemudian mereka melihat Zergan disalah satu bangku taman itu.
Haris tidak membiarkan yang lain mendekati Zergan, sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja.
"Sudah gua duga sih bakal gini" ucap Rayan.
"Samperin aja dah Zergan lagi butuh kita buat nyemangatin dia" ajak Jake, mereka mendekat ke arah Zergan.
Haris menepuk pelan pundaknya Zergan yang membuatnya sedikit terkejut dengan kedatangan teman-teman di sini.
__ADS_1
Seketika dia lupa kalau ada mereka yang menunggunya. Zergan reflek menghapus air matanya dan kembali menenggaknya tubuhnya.
"Sorry dah buat kalian khawatir" ucap Zergan meminta maaf.
"It's ok no problem" jawab Rayan, padahal dirinya ingin memaki Zergan yang membuatnya harus keluar malam lagi tapi karena keadaannya tidak memungkinkan jadi lain kali saja.
"Kak Zergan gak boleh lemah" ucap Sean menyemangati Zergan.
"Iya masa cowok nangis haha lucu" ejek Riki, bukannya menyemangati malah ngejek untung saja Zergan tidak marah.
"Ingat Zer lu jangan ngulangin kesalahan yang sama kalau gak lu akan menyesal!" nasehat Haris memegang pundaknya Zergan.
"Gua usahain ya bang gak gampang" balas Zergan.
"Ya harus bisa Kak gimana pun keadaannya kita selalu ada buat Kak Zergan" ucap Juan menyemangati Zergan dia tersenyum mendengar perkataannya Juan
"Ingat ya Zer lu punya kita" tambah Jake menyemangati.
"Jangan ngerasa sendirian oke ada kita!" ucap Sean ikut menyemangati.
Zergan hanya bisa tersenyum melihat teman-temannya yang setia bersamanya dan mengerti keadaannya.
"Ya udah ayo pulang mak gua udah nungguin dari tadi" ucap Rayan merusak suasana haru itu.
"Diem lu untung gua sabar" jawab Rayan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena ini sudah pagi dan besok masih ada kegiatan yang harus dilakukan.
"Kalian gak di marahin, Juan gakpapa kamu baru mau pulang jam segini?" tanya Haris kepada mereka berenam dia sendiri tidak khawatir di marahin orangtuanya karena dia tinggal di apartemennya sendiri.
"Di marahin sih tapi Juan mau nginep di rumahnya Sean aja mungkin gak dimarahin" jawab Juan.
"Iyalah lu gak dimarahin gua yang kena tapi No problem udah biasa" balas Sean enteng.
"Gua sih santai-santai aja mana berani mereka marahin gua" jawab Riki santai, memang orangtuanya terlalu menyayanginya jadi bisa dibicarakan baik-baik.
"Nasib gua gimana Mak" ucap Rayan.
"Hayoloh Bang tiati sapunya mungkin udah di
genggaman" Riki menakut-nakuti Rayan.
__ADS_1
"Kalau gua sih aman-aman aja" jawab Jake yang sudah memiliki apartemen sendiri.
"Zer lu gimana?" tanya Haris kepada Zergan yang ternyata dia sedang melamun.
"Di marahin tadi gak izin Mama, tapi gak bakal parah juga kalau marahin" jawab Zergan santai.
"Wah enak lu tanggung jawab lu" ucap Rayan tak terima.
"Iya besok dah sambil ngembaliin motor lu gua yang jelasin" jawab Zergan enteng.
"Keren doang ternyata minjem" ejek Riki, ini anak emang yang paling bandel emang.
"Hm bisa di coba" balas Rayan.
Mereka semua bersiap pulang ke rumah mereka. Akan bertemu lagi saat hari libur agar bisa menghabiskan waktu lebih lama.
Karena jalan pulangnya Zergan sama Rayan satu arah mereka pulang bareng.
"Itu cepet pulang sana" ucap Zergan kepada Rayan yang berhenti di belokan mereka sudah pisah jalan di sini.
"Gimana ya" jawab Rayan.
"Gak berani lu pulang sendirian mau di anterin sekalian nyampe depan rumah lu?" tanya Zergan lagi.
"Bukan gitu masalahnya pasti di marahin nih" jawab Rayan.
"Penakut lu gua duluan" setelah mengucapkan selamat tinggal Zergan menjalankan motornya cepat dan menghilangkan dari penglihatan Rayan.
"Tuh anak emang bangsat ya tau gitu gua bikin nangis aja eh enggak becanda" ucap Rayan, padahal di situ tidak ada siapa-siapa.
Dengan tekadnya Rayan pun menjalankan motornya ke area kompleknya, berjalan pelan-pelan agar lama nyampe rumahnya. Disepanjang jalan dia hanya bisa berharap Bundanya sudah tidur.
…
Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua pagi Jesslyn masih setia dengan laptop dan berkas-berkas di hadapannya sambil menunggu putranya pulang. Daripada dia diem saja menunggu Rayan pulang sekalian juga begadang menyelesaikan pekerjaan kantornya.
Jesslyn bekerja di perusahaan suaminya dia sendiri tidak terlalu sibuk karena suaminya tidak memberi pekerjaan yang banyak untuknya agar dia bisa meluangkan waktunya untuk mengurus anak-anaknya.
Dia sama sekali tidak merasa mengantuk sebelum anaknya datang dia tidak merasa mengantuk maupun lelah.
Arga datang dari kamarnya mendudukan dirinya di samping istrinya.
__ADS_1
"Masih di kerjain ya, hm" ucapan mengelus rambut Jesslyn.
"Hooh bentar lagi selesai, kamu ngapain bangun tidur aja sana besok kan kerja" ucap Jesslyn tersenyum mengelus wajah suaminya.