Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 64


__ADS_3

"Zeki! Lihatlah, asisten Han menggerakan tanganya!" seru Moly membuat Zeki langsung memeriksa kondisinya.


"Bagaimana keadaan Han?" tanya Yojin menatap Zeki.


"Kita harus segera membawanya ke rumah sakit pusat trauma, dia mengalami cedera otak bagian dalam dan harus segera di operasi," jelas dokter Zeki.


Yojin yang mendengar kondisi Han langsung menatap Han yang masih terbaring tak berdaya, Yojin terdiam sejenak.


"Bawa dia ke rumah sakit yang terbaik, ganti nama dan identitasnya, selamatkan dia sekarang juga!" perintah Yojin dengan penuh tekanan.


Riko dengan cepat langsung membuatkan identitas untuk Han dengan nama samaran, Zeki langsung menghubungi ambulan untuk membawa Han ke rumah sakit terbesar di kota itu.


Identitas baru dengan nama Dori sudah di persiapkan oleh Riko, dan memberikan identitas itu kepada Zeki. Zeki pun langsung membawa Han keluar ruang prakteknya menuju ambulan yang sudah menunggu di depan.


Riko membantu Zeki memasukan brangkar ke dalam ambulan, "jaga dirimu baik-baik Dok, selamatkan Han," pinta Riko sebelum Zeki ikut naik ke dalam ambulan, Zeki pun langsung menganggukan kepalanya dan menutup pintu belakang ambulan.


Ambulan segera membunyikan suaranya dan melaju dengan kecepatan tinggi. Terlihat Zeki dan Jerri membahas sesuatu yang sangat serius.


"Operasi ini cukup rumit, karena terletak di bagian otak kecilnya," ucap Jerri.


"Apa kau pernah menangani operasi ini? Aku akan menjadi asisten mu," kata Zeki membuat bengong Jerri.


"Mudah sekali bicara mu, kau ini selalu menjadi asisten ku," ucap Jerri merasa kesal dengan Zeki.


"Kau bedah saraf kan? Ini bagian mu, lalu apa aku salah?" tanya Zeki.


"Iya aku mengerti," sahut Jerri.


Sampai di rumah sakit Zeki langsung membawa Han ke UGD untuk persiapan operasi. Setelah selesai melakukan pemeriksaan sebelum operasi, Zeki yang melihat hasil CT.Scan tidak menunjukan hal serius membuat Zeki bernapas lega.


Operasi pun langsung di lakukan oleh mereka. Moly yang melihat Yojin sedang duduk termenung seperti memikirkan sesuatu langsung mendekat.


"Apa kau memikirkan asisten Han?" tanya Moly membuat Yojin menatap nya.


"Aku mengingat pengorbanan Han saat kejadian kemaren, Han rela membahayakan dirinya demi menyelamatkan ku dan Riko," ucap Yojin


"Kita doakan semoga asisten Han segera pulih," kata Moly.


■■■

__ADS_1


Gedung M telah di kepung oleh Lee Sang beberapa mobil memasuki arena gedung itu. Lee Sang dan 4 preman masuk ke gedung itu secara paksa, dirinya melihat gedung itu kosong tanpa penghuni membuat Lee Sang sangat marah dan memukul barang yang ada di sekitarnya.


"Sial! Kemana perginya dia?"


Lee Sang meresa sangat kesal karena tidak menemukan jejak Yojin sama sekali. Lee Sang mengingat jika Olive sudah keluar dari penjara dan Lee Sang langsung menghubungi Olive.


Mereka berdua pun bertemu di salah satu cafe, Olive dengan anggun duduk berhadapan dengan Lee Sanng.


"Katakan apa mau mu?" tanya Olive.


"Kau sangat berbeda ya, bukan Olive yang ku kenal dulu," jawab Lee Sang.


"Aku sedang sibuk, jika tidak ada yang di bicarakan aku akan pergi," sahut Olive yang akan beranjak dari tempat tidurnya tetapi di tahan oleh Lee Sang.


"Apa kau tahu dimana Yojin?" tanya Lee Sang, Olive yang mendengar Lee Sang menyebut nama Yojin langsung terdiam dan kembali duduk.


"Entah lah, aku tidak pernah bertemu dengan nya? Dia susah untuk di hubungi. Memangnya ada apa?" jawab Olive merasa curiga dengan Lee Sang.


"Baik lah jika kau tidak tahu tentang Yojin," ucap Lee Sang langsung pergi meninggalkan Olive.


Olive yang merasa sangat bingung dengan sikap Lee Sang yang begitu dingin dan menakutkan, tapi Olive tak mau memikirkan terlalu dalam. dia langsung pergi meninggalkan cafe itu.


.


.


Moly sedang menyuapi Eji mendengar Yojin mengobrol dengan seseorang melalui telpon, Moly langsung menoleh ke arah Yojin.


"Siap yang menelpon mu?" tanya Moly.


Yojin menatap Moly dan mengatakan, " operasi nya berjalan lancar, aku meminta Zeki untuk segera memindahkan Han ke VIP. Aku takut Lee Sang mencelakai Han."


"Lee Sang ? Pria yang pernah ku temui sewaktu aku di ajak ke pemakanan kakek Je," celetuk Moly membuat Yojin langsung menatap nya.


"Kau sebelumnya sudah mengenal Lee Sang?" tanya Yojin.


"Tidak, aku pernah bertemu dengan nya, dan dia mengatakan apakah aku keluarga besar kakek Je? Itu yang aku ingat," jelas Moly.


"Untung lah dia tidak mencelakai mu," ucap Yojin.

__ADS_1


□□□


"Sial!"


"Kemana perginya Yojin?" suara itu terdengar sangat kesal saat mendengar Yojin menghilang dari tempat kejadian.


"Maaf tuan, saat kami mengepung mobil tuan Yojin, ada mobil lain yang ikut mengepung mobil milik Yojin. Akhirnya mobil tuan Yojin masuk ke dalam hutan dan mobil itu meledak tuan," jelas salah satu bodyguard.


"Lalu bagaimana kondisinya? Apa dia selamat?" tanya Hye Son mulai mengkhawatirkannya.


"Sampai saat ini kita tidak bisa menemukan tuan Yojin, sepertinya tuan Yojin bersama temannya terpental jauh," kata bodyguard itu.


Hye Son harus terdiam mendengar semua yang di katakan oleh bodyguard nya.


"Periksa seluruh CCTV yang ada di kota ini, dan segera laporkan semuanya kepada saya," perintah Hye Son.


Bodyguard itu langsung berpencar memeriksa setiap titik CCTV yang terpasang di kota ini.


.


.


"Tuan, kita harus segera datang ke pemakanan kakek Je secepat mungkin," sahut Riko yang sedang menatap layar leptopnya.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Yojin.


"Lee Sang dan Pimpinan Park sedang mencari keberadaan anda tuan, mereka mengawasi setiap sudut CCTV, anda harus berhati-hati," jawab Riko.


"Kita harus menyusun strategi untuk bisa masuk ke dalam pemakaman itu," sahut Yojin.


Saat ini pemakaman kakek Je telah di jaga ketat oleh orang suruhan Park Hye Son untuk menjaga ruang rahasia, yang menjadi incaran seluruh mafia dunia.


Seluruh jagat raya tahu jika Park Yojin yang memiliki kunci dari pintu rahasia itu, saat kabar tentang kecelakaan yang terjadi kemaren membuat semua orang menduga bahwa Park Yojin telah meninggal dunia di tempat.


Banyak dari mereka berdatangan untuk mengambil ahli ruang rahasia itu, keadaan semakin kacau sehingga Park Hye Son memperketan penjagaan di dalam gedung pemakaman kakek Je.


Yojin sedang menyusun strategi untuk segera menemukan titik terang dari perselisihan ini, dimana semua kekayaan yang teesimpan di ruang rahasia itu akan di bagikan oleh orang yang lebih membutuhkan, dan Yojin berniat untuk mengembalikan kepada mereka 50%nya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2