
Hari ini adalah hari pertama bagi Aletha untuk belajar berjalan. Aditya membantu Aletha berdiri.
" coba langkah kan kaki mu" kata Aditya.
Aletha pun mencoba melangkah kan kakinya namun dia tidak berhasil dan dia hampir terjatuh akan tetapi Aditya langsung menopang tubuh Aletha.
" maaf... " kata Aletha
" tidak apa-apa " kata Aditya tersenyum sangat lembut kepada Aletha.
" mari kita coba lagi" kata Aditya
" baik.... " kata Aletha kembali berdiri.
Aletha kembali melangkah kan kakinya dan lagi-lagi dia terjatuh dipelukan Aditya dan entah sudah berapa kali hal yang sama terjadi.
" tidak apa-apa.... "
" latihan nya hari ini kita akhiri disini saja. "
" besok kita akan kembali kesini lagi. "
" mari kita pulang, angin bertiup sangat kencang" kata Aditya menutupi badan Aletha menggunakan jaket yang dia gunakan kemudian menggendong Aletha kedalam mobil terlebih dahulu, setelah itu Aditya memasukkan kursi roda Aletha kedalam mobil.
" apa kamu ingin singgah di suatu tempat
" siapa tahu saja kamu ingin membeli sesuatu?? " kata Aditya.
" tidak ada, sebaiknya kita pulang saja " kata Aletha
" bagaimana kita makan terlebih dahulu agar kamu tidak terlambat untuk makan obatnya. " kata Aditya
" tapi aku tidak membawa obatnya " kata Aletha
" kamu tenang saja yah. "
" aku bawa obatnya kok" kata Aditya tersenyum sangat lembut
" ia sudah deh kalau begitu" kata Aletha membalas senyuman Alethea.
Aditya pun membawa Aletha ke sebuah restauran yang ada di kota itu.
" kita makan disini saja, ini restoran yang menyediakan khusus makanan dari negara Indonesia. "
" dan lagi pula rasanya enak" kata Aditya melepaskan sefti Bell nya.
" tapi aku.... "
" aku tidak bisa berjalan " kata Aletha
" hehehehe.... "
" kan ada aku.... " kata Aditya.
" tapi.... "
" Orang-orang akan memandang mu.... " kata Aletha
" biarkan saja... "
" buat apa perduli pada pandangan mereka, hidup kita bukan tergantung pada mereka kok. " kata Aditya membantu Aletha melepaskan sabuk pengaman nya.
__ADS_1
Setelah itu Aditya berjalan kearah Aletha dan menggendong Aletha masuk kedalam restoran itu tanpa merasa malu sedikitpun.
" kamu pesan apa?? " kata Aditya
" aku rasa kamu lebih pandai memilih makanan untuk ku yang masih terbilang kurang sehat" kata Aletha
" hehehehe.... "
" apa ini alasan yang kamu berikan padaku agar aku memilih makanan untukmu? "
" baiklah tuan putri, mari kita pilih makanan nya " kata Aditya.
Alethea pun hanya tersenyum memandangi Aditya, sejak dia sadar selama satu bulan ini Aditya memperlakukan nya sangat lembut dan bahkan Aditya sesekali memberikan candaan kepadanya hingga membuat Aletha sama sekali tidak memberikan kesempatan baginya untuk memikirkan Carson atau memikirkan Indonesia.
" bisa aku bertanya sesuatu padamu??"
" jika kamu mengijinkan, jika tidak pun tidak apa-apa. " kata Aletha
" hm...... "
" tergantung pertanyaan nya "
" apakah itu berupa pertanyaan pribadi?? " kata Aditya
" sepertinya begitu. " kata Aletha
" gimana ia??? " kata Aditya
" ia sudah, jika tidak bisa tidak masalah kok. " kata Aletha tersenyum
" katakan apa yang ingin kamu tanyakan " kata Aditya
" apa aku kelihatan bercanda sekarang?? " kata Aditya tersenyum.
" hehehehe.... " Aletha hanya tertawa kecil.
"hm..... "
" mamah orangnya seperti apa?? " kata Aletha
" oh..... "
" tante Emmely?? "
" orangnya sangat baik, lembut dan penyayang." kata Aditya.
" benarkah??? "
" apa kamu sudah lama mengenal mamah?? ' kata Aletha
" sudah.... "
" sudah sangat lama. " kata Aditya
" lalu sejak aku sadar, aku melihat kamu tinggal bersama dengan kami. "
" apa kamu tidak memiliki keluarga?? " kata Aletha
" aku memiliki keluarga " kata Aditya
" lalu kenapa kamu tidak mengunjungi mereka??? "
__ADS_1
" apa kamu tidak merindukan mereka?? " kata Aletha
" hehehehe
" buat apa??? " kata Aditya tertawa kecil.
" mereka tinggal disekeliling ku dan aku tinggal bersama dengan mereka. " kata Aditya
" maksud kamu?? " kata Aletha
" kalian adalah keluarga ku, dan hanya kalian yang ku miliki. "
" dulunya aku hanya memiliki tante Emmely, namun sekarang ditambah lagi dengan kalian berdua. " kata Aditya
" lalu dimana kedua orang tua mu? " kata Aletha
" mereka berdua sudah meninggal "
" saat itu tante Emmely adalah klien bisnis papah dan sekaligus sahabat mamah. "
" Saat orang tuaku meninggal, saat itu aku masih kecil hanya tante Emmely yang selalu bersamaku dan merawat ku. "
" dia merawat ku dengan penuh kasih sayang. "
" bagiku dia sama seperti Ibuku yang melahirkan aku. " kata Aditya
" maaf.... " kata Aletha merasa bersalah karena sudah mengungkit masalalu Aditya yang menyakitkan.
" tidak apa-apa "
" kamu tidak perlu minta maaf"
" seharusnya aku yang meminta meminta maaf padamu " kata Aditya
" maaf apa?? "
" memang kesalahan apa yang sudah kamu buat sehingga harus meminta maaf padaku" kata Aletha
" yang pertama, karena aku sudah mencuri kasih sayang tante Emmely darimu. "
" seharusnya kamu yang mendapatkan itu semua dan bukan aku. "
" yang kedua, maafkan aku karena sangat lama menemukan mu. "
" aku sangat terlambat, sejujurnya aku sudah sangat lama dan berusaha mencarimu, tetapi aku tidak bisa menemukan kamu. "
" maafkan aku. " kata Aditya
" hehehehe..... "
" sudah lah... "
" semuanya sudah menjadi indah sekarang"
" sebaiknya kita makan dulu. " kata Aletha
" oh ia... "
" karena ke asyikan mengobrol aku tidak menyadari ternyata menunya sudah diantar. " kata Aditya
Aletha hanya tersenyum kemudian mereka berdua melahap makanan tersebut.
__ADS_1