
Setelah siap mandi Aletha keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk membalut badannya.
Saat keluar dari dalam kamar mandi Aletha sangat terkejut melihat ada Carson disana, Aletha tidak tahu bahwa Carson pulang cepat hari ini.
Spontan Aletha membalikan badan nya dan ingin berlari ke dalam kamar mandi akan tetapi langkahnya berhenti karena kepalanya tiba-tiba pusing.
Sementara Carson pun langsung berlari menopang Aletha saat melihat tubuh Aletha yang kini hampir terjatuh.
Keduanya pun saling memandang dan terdiam dengan waktu yang sedikit lama.
" khem...... " Aletha pun ber inisiatif untuk menegur nya lebih dulu.
" kamu tidak apa-apa??? " kata Carson masih memeluk tubuh Aletha.
" ia... "
" maaf.... " kata Aletha
" oh ia.... " kata Carson melepaskan tubuh Aletha dengan pelan-pelan.
" lain kali kamu hati-hati " kata Carson
" Terimakasih " kata Aletha ingin kembali ke dalam kamar mandi.
" kamu mau kemana??? "
" ruang ganti ada disana " kata Carson
Tanpa menjawab Aletha pun memutar langkah nya menuju ruang ganti, sementara Carson tersenyum melihat Aletha seperti itu.
Setelah beberapa menit kemudian kini Aletha sudah keluar dari ruang ganti dan melihat Carson masih ada disana sedang berbaring.
" kamu mau kemana??? " kata Carson saat melihat Aletha ingin pergi keluar dari kamar itu.
" aku mau menemui Aryni " kata Aletha
" tidak bisa kah kamu disini saja?? "
" kepala ku sangat sakit, tolong bantu aku. "
" tolong pijat kepala ku. " kata Carson
Aletha pun akhirnya membantu Carson. dia menghampiri Carson.
" tapi aku kurang pandai untuk itu. " kata Aletha
" tidak apa-apa, lakukan saja sebagai mana kamu melakukannya jika kepala mu sedang sakit. " kata Carson memberikan kepala nya kepada Aletha.
Aletha pun duduk di tepi ranjang dan mulai menyentuh kepala Carson.
Aletha pun melakukan pijatan di kepala Carson dengan pelan-pelan.
" aku melihat akhir-akhir ini kamu sedikit kurang sehat "
" apa kamu sakit?? " kata Carson
" tidak..... "
" aku baik-baik saja. " kata Aletha
" badan mu juga semakin mengurus " kata Carson
" ia.... "
" aku sengaja melakukannya " kata Aletha
" apa ibu mu pernah menghubungi mu? " kata Carson
" tidak...... " kata Aletha
" pernah tidak kamu berpikir bahwa kamu memiliki ibu yang lain selain ibumu? " kata Carson dengan berniat untuk memberitahukan kepada Aletha bahwa dia bukan ibu kandung nya.
" tidak??? "
__ADS_1
" mana ada seperti itu, dia ibu ku satu-satunya orang yang sudah melahirkan dan membesarkan aku. " kata Aletha
Mendengar itu, Carson pun mengurung kan niatnya kembali.
" akh.... "
" kepala ku sangat sakit rasanya. " kata Carson memijat pangkal hidung nya.
" mungkin kamu kelelahan, sebaiknya kamu istirahat " kata Aletha sambil memberikan pijatan di kepala Carson.
" hm.... "
" tidak apa-apakah jika aku tertidur?? " kata Carson
" tidak masalah, tidurlah jika kamu mengantuk " kata Aletha.
Carson pun memindahkan kepala nya kepangkuan Aletha, menjadikan kedua paha Aletha menjadi bantal nya.
Aletha ingin protes, akan tetapi entah kenapa akhirnya Aletha pun menerimanya. melihat Aletha tidak keberatan sama sekali, Carson pun tersenyum dan menutup kedua matanya merasakan kenyamanan disana dan setelah itu mulai tertidur.
Kurang lebih satu jam kini Carson sudah bergabung dengan alam mimpinya, dengan pelan-pelan Aletha memindahkan kepala Carson setelah itu menutupi tubuh Carson menggunakan selimut dan mengatur suhu ruangan itu. setelah itu Aletha pun pergi menemui Aryni.
Malam pun tiba, setelah selesai membantu Aryni mengerjakan PR, Aletha pun kembali ke dalam kamarnya untuk tidur. namun tiba disana dia melihat Carson seperti tidak biasa, dia menggigil kedinginan.
Aletha menghampiri Carson meletakkan telapak tangannya di kepala Carson, ternyata Carson mengalami demam tinggi.
Dengan cepat-cepat Aletha mengambil air dingin bercampur es batu, Aletha pun mulai mengkompres Carson. Waktu tidak terasa Aletha melihat sudah jam tiga pagi akan tetapi kini demam Carson masih sedikit turun. Aletha mengambil kain yang menempel di kepala Carson, merendam nya ke dalam air dingin dan menaruhnya kembali di kepala Carson. Aletha melakukan itu berulang hingga waktu sudah jam empat pagi, tanpa sadar Aletha tertidur sambil menunggu demam Carson turun.
Satu jam berlalu Carson terbangun setelah sadar dari tidurnya dia merasakan sesuatu menempel di kepala nya, Carson meraih kain tersebut dan kini kedua matanya melihat Aletha tertidur di sisi ranjang sambil duduk.
Carson pun bangkit dari tidurnya dia menggendong Aletha keatas tempat tidur setelah itu Carson mencium kening Aletha dan kembali berbaring di samping Aletha.
Carson memandangi wajah Aletha sesekali Carson menyisihkan rambut yang jatuh diwajah Aletha. kurang lebih setengah jam berada disamping Aletha Carson pun bangkit berdiri untuk membersihkan dirinya karena dia harus kembali bekerja seperti biasa.
Kini sudah jam tujuh pagi, Carson ingin berangkat ke kantor namun dia melihat Aletha masih tertidur mungkin karena Aletha kelelahan mengurus Carson satu malam ini.
Carson memperbaiki selimut Aletha setelah itu dia mencium kening dan bibir Aletha setelah itu dia pergi ke perusahaan nya.
Hari berganti malam, setelah selesai makan malam Aletha dan Carson kembali ke dalam kamar mereka.
Namun sebelum ambal itu terbentang Carson menahan tangan Aletha.
" tidak bisakah untuk tidak tidur disana lagi?? "
" tidur lah bersama ku. "
" aku janji, aku tidak akan berbuat sesuatu yang tidak kamu inginkan. " kata Carson
Aletha pun terdiam dan menghentikan aktivitas nya.
" aku mohon.... " kata Carson
Akhirnya tanpa menjawab Aletha pun menuruti perkataan Carson.
Aletha menyimpan ambal tersebut dan naik ke tempat tidur Carson. melihat itu, Carson tersenyum dan naik ketempat tidur.
Mereka berdua terdiam duduk di sisi tempat tidur dengan merasa janggal.
" Terimakasih banyak.... " kata Carson
" buat apa??? " kata Aletha
" kamu sudah merawatku satu malam ini. " kata Carson
" tidak apa-apa, aku melakukan itu hanya ingin membalas utang budi ku saja pada mu. "
" kamu juga pernah melakukan nya pada ku saat aku terjatuh ke dalam kolam. "
" jadi aku rasa kita sudah impas. " kata Aletha langsung membaringkan dirinya.
" apapun itu, tetap saja aku sangat merasa senang. " kata Carson berbaring disamping Aletha.
Aletha pun membuat pembatas antara dia dan Carson menggunakan bantal guling.
__ADS_1
" apa ini?? " kata Carson
" aku harap kamu jangan melewati batas ini. " kata Aletha
" apa???? "
" ini akan mempersempit ranjang ini" kata Carson
" Ini tidak mengganggu tidurmu jika kamu tertidur dengan diam. " kata Aletha
" lalu bagaimana jika kamu yang akan melewati bantal itu?? " kata Carson
" tidak akan, aku tipe orang yang tidur dengan diam. " kata Aletha
" lalu bagaimana jika kamu melewati nya?? " kata Carson
" kamu bisa meminta satu permintaan dariku" kata Aletha
" permintaan??? "
" apa kamu yakin menuruti jika aku meminta sebuah permintaan padamu?? " kata Carson
" hmmmm..... "
" diam lah.. "
" jika bicara terus, lalu bagaimana aku bisa tidur. " kata Aletha
" ia sudah.... "
" mari kita tidur.... "
" sebelum tidur sebaiknya kamu berdoa terlebih dahulu. " kata Carson
" aku bukan anak kecil yang harus kamu ajarin " kata Aletha
Carson pun akhirnya terdiam, melihat itu Aletha pun terdiam hingga beberapa menit berlalu.
" apa kamu sudah tidur?? " kata Aletha
" tidak..... " kata Carson
" lalu kenapa kamu terdiam??? "
" apa kamu sedang berdoa?? " kata Aletha
" ia.... "
" siapa tahu saja dikabulkan. " kata Carson
" memangnya apa yang kamu minta. " kata Aletha
" semoga saja malam ini kamu melewati batas itu" kata Carson
" hm...... "
" sangat kekanakan " kata Aletha tersenyum
" lalu memangnya apa yang kamu minta?? " kata Carson
" semoga aku berumur panjang dan memiliki waktu yang lebih banyak lagi. " kata Aletha
" hanya dirimu??? " kata Carson
" lalu siapa lagi??? " kata Aletha
" ternyata kamu sangat kejam dan pelit.
" bagaimana mungkin kamu bisa berkata seperti itu disini. "
" kita hanya berdua disini, kenapa tidak kamu sertakan aku dalam doa mu itu?? " kata Carson.
"tapi dalam doa ku, aku tidak mengingat mu sedikitpun" kata Aletha menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Melihat itu, Carson pun akhirnya terdiam dan memilih tertidur.