Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode 78 Usaha Sanjaya


__ADS_3

Rika yang melihat usaha Sanjaya untuk membujuk kedua anak nya tidaK membuahkan hasil. Queen masih juga tetap terisak isak, bahkan sekarang dia membelakangi daddy nya itu, sedangkan Bagas menatap tajam ke arah daddy nya.


"Princess daddy, sini lihat daddy."


"Ndak mau..daddy jahat sama mommy, hiks...hikss."


"Hufffttt...daddy enggak marah sama kalian juga sama mommy, daddy marah nya sama pak satpam." Ucap Sanjaya yang terus membujuk


"Ndak..tadi kakak liat daddy teliak teliak tellus daddy juga tampal mommy, kakak ndak suka daddy malah malah sama mommy na kakak."


"Iya daddy salah,daddy minta ya sayang."


"Ndak mau, kakak mau sama mommy."


"Abang...tolong maafkan daddy, abang pasti ngerti kenapa daddy marah marah."


"Cukup dad, meskipun abang kecil bukan berarti abang ga ngerti, abang paling enggak suk Lihat mommy di sakiti, apa lagi tadi daddy nampar mommy dua kali, mulut mommy sampe berdarah, pasti sakit sekali dirasa mommy."


"Jadi anak anak daddy ini enggak mau maafin daddy, begitu."Ujar Sanjaya lirih.


"Iya, kakak ndak mau."


"Ya sudah lah daddy lebih baik mati saja."


Sanjaya beranjak dari jongkok nya, lalu keluar dari kamar si kembar, dia melihat Rika yang berdiri di pintu penghubung, dia juga melihat darah yang di bibir Rika sudah megering.


"Maafkan aku menyakiti kalian kembali, itu ku lakukan karena aku tidak menyukai ucapan mu itu, sungguh aku menyesal jika aku tahu kalau si kembar tidak mau memaafkan ku lagi."Sanjaya memeluk Rika.


Queen yang sudah mendengar suara daddy nya akhir nya memutar kembali tubuh nya menghadap ke depan dan melihat mommy nya sedang di peluk.


"Mommy...hiksss..hiksss..."Ujar Queen sambil berlari dan menangis.


"Daddy awas itu mommy kakak."


Sanjaya tidak mau melepas pelukan nya, dia semakin erat memeluk Rika.


"Mommy...sulluh daddy pelgi, kakak mau pelluk mommy."


"Lepas dulu, aku engap ini."


Begitu Sanjaya melepas pelukan nya, Queen lngsung memeluk erat leher Queen, dia tidak ingin melepasnya lagi.


"Mommy..mommy jangan tinggal tinggal kakak ya, kakak ndak mau sama om tadj, om jullek itu."


"Iya sayang, mommy enggak akan ninggalin kakak sama abang."


"Abang sini sayang."

__ADS_1


"My...hiksss...hikss...maafin abang belum bisa jagain mommy."


"Sudah jangan menangis, mommy enggak apa apa."


"Bibir mommy masih berdarah?"


"Enggak kok sayang, ini cuma sisa darah nya tadi."


Rika memeluk kedua anak nya, sementara Sanjaya hanya bisa melihat. Dia mendekati Rika dan memeluk bersamaan dengan kedua anak nya.


"Awas daddy..kakak ndak mau di pelluk sama daddy."


"Sayang..tolong bantu mas."bisik Sanjaya.


"Usaha mas, aku tidak mau membantu."


"Ya sudah, ayo kita makan, kakak sudah lapar kan, tadi bi Lia masak ayam goreng kesukaan kakak, kakak mau?" merayu Queen kembali.


"Ayo my kita makan, kakak udah lapal.


"Iya sayang."


"Sini daddy gendong, mommy nanti jatuh kalau gendong kakak."


"Mau sama mommy aja."


Sanjaya langsung menciumi selurih pipi Queen agar dia luluh. Queen kegelian akan gesekan jambang Halus Sanjaya.


"Ayo sama daddy kalau enggak daddy makin gelitikin ni."


"Hahahaha...stop daddy nanti kakak pipis cellana."


Sanjaya semakin menggesekkn jambang nya keseluruh pipi Queen dan tanpa di sengaja mengenai benda kenyal Rika. Sanjaya pura pura tidak mengetahui, dia tetap melanjutkan nya dan semakin menggesekkan ke kedua benda kenyal itu.


"Sudah donk kak, nanti kita jatuh."


"Iya mommy na kakak."Sambil tersenyum.


Sanjaya lalu mengambil Queen dari gendongan Rika dan memeluk nya. Tidak ada tangisan lagi hanya tawa Queen yang sesekali.


"Maafin daddy ya sayang."


"Iya dad, jangan malah malah lagi, kakak takut."


"Siap princess."


"Ayo kita makan."Sanjaya mendekati Rika dan berbisik.

__ADS_1


"Sayang...sungguh empuk dan kenyal, aku tergiur sayang."


"Ihhh...dasar maniak."


"Mereka pun makan dengan tenang. Sehabis makan Sanjaya menceritakan apa yang sedang terjadi dan siapa Amora. Tidak ada yang ditutup tutupi oleh Sanjaya.


"Jadi bagaimana mas, aku takut mereka menyakiti anak anak ku."


"Minta di hukum kamu sayang, mereka juga anak anak ku, aku yang menggoyang dan menanam benihku."


"Iss...bukan waktu nya bercanda mas."


"Mas juga bingung mau bagaimana."


"Mas..kalau mas tidak keberatan bagaimana kalau kami kembali ke kampung ku, di sana kami bisa tenang, dan juga mereka tidak akan mengetahui keberadaan kami."


"Mas tidak yakin sayang, karena mata mata mereka banyak, sewaktu kamu menjemput si kembar , para pengawal melihat ada yang mencurigkan."


"Lalu bagaimana mas, apa si kembar tidak usah sekolah dulu?"


"Mas juga sependapat dengan mu sayang, biar si kembar di rumah saja dulu, mereka bisa sekolah secara online aku akan mengajukan nya kepada guru nya."


"Lalu bagaimana jika mereka datang ke sini mas sewaktu mas ke kantor, aku takut kejadian dulu terulang kembali."


"Tenang lah, aku akan mengurus nya dengan cepat tapi mas mohon kepada mu."


"Apa mas."


"Apa pun nanti yang di katakan oleh nya tentang mas, tolong jangan percaya, mulut nya sangat berbisa, dia mempunyai ambisius yang besar, mas hanya minta kamu percaya kepada mas, dan tolong tanyakan kepada mas terlebih dahulu, jangan langsung berfikir negatif dan melakukan keputusan semata."


"Iya mas, aku percaya pada mu."


"Jangan takut, mas sudah memasang cctv tersembunyi di rumah ini, penjagaan akan mas lipat gandakan, jadi untuk sekarang kamu dan si kembar tidak boleh keluar dulu, mengerti sayang."


"Iya mas."


-


-


-


-


-


__ADS_1


JANGAN LUPA BACA KARYA KU YANG DI ATAS BESTIEEE


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA


__ADS_2