
" Aku tidak menipu mu, justru kau lah yang ingin menipu ku, kau fikir aku tidak tahu, kau sengaja membuat ruangan ini dengan wewangian peningkat nafsu, kau berharap bisa menghancurkan akudengan rayuan mu yang menjijikkan itu."
" Tapi kau menkmati nya bukan,terbukti kau menyusu layak nya bayi di benda kenyal ku."
"Kau fikir aku menyukai nya, kau sangat menjijikkan."
"Hahahaha....kau terlalu penakut untuk mengakuinya,tidak ada yang pernah menolak pesona ku bahkan tubuhku yang indah ini."
" Kau mengakui diri mu sebagai murahan dan memang kau pantas dengan sebutan itu."
" Akan ku balas kau Sanjaya, lihat saja kupastikan istri mu akan meninggalkan mu."
" Lakukan jika kau ingin tinggal nama."
Sanjaya lalu keluar dari kamar Amora, dia melihat para bodyguard Amora sudah tumbang.
Dia melangkah dengan yakin danpasti untuk pulang ke rumah nya dan bertemu dengan anak dan istri nya.
🌻🌻🌻
Sementara di kamar Amora, Rico harus menahan hasrat nya yang sudah naik keubun ubun, dia menghirup wewangian yang di kamar itu.
Amora yang nasih dalam keadaan naked, terus bergerak seperti ular agar Rico terangsang melihat nya.
Rico semakin kepanasan, dia sudah tidak tahan, dia lalu mencium bibir Amora dengan kasar.
" Sayang lepas dulu tangan ku, aku akan memberikan mu kepuasan."
__ADS_1
Rico tersadar dengan kelakuan nya, dia langsung mengambil selimut dan menutupi tubuh Amora, setelah itu dia mengatakan sesuatu kepada Amora.
"Berhentilah mengganggu kehidupan tuan Sanjaya jika kau masih ingin hidup, cukup sekali kau menghancurkan dahulu dengan berselingkuh dengan ayah nya, jika kau masih nekad katakan selamat tinggal dengan dunia mu, karena kupastikan tuan Sanjaya tidak akan memberi ampun pada mu, dan satu lagi, kau cantik kembalilah menjadi wanita yang pintar, tinggalkan kehidupan mu yang bebas sebelum kau menyesal."
"Jangan pernah menceramahi ku, aku tidak butuh nasehat mu."
"Terserah kau saja, aku hanya mengingatkan mu, aku pergi dan terima kasih dengan ciuman mu."
"AAAARRRGGGHHHH...teriak Amora.
🌻🌻🌻
Sanjaya sudah sampai di kediaman nya. Queen yang mendengar suara deru mobil langsung saja berlari menyongsong sang daddy ke depan.
"Daddy....daddy lama sekali pulang na." UJar Queen memonyongkan bibir nya.
"Stop daddy...hahaha...gelli daddy nanti kakak pipis cellana...hahahaha.."
"Ayo kita masuk princess."
"Le go daddy."
Sanjaya berjalan sambil menggendong Queen yang tidak mau lepas dari daddy nya. Dia memeluk erat leher daddy nya serasa ingin mencekik Sanjaya.
"Bagaimana mas, apa semua sudah selesai?"
"Sudah sayang, mas sudah menemui nya dan sekarang dia akan di jaga oleh para pengawal mas."
__ADS_1
"Apa mereka tidak akan mengganggu kita lagi mas."
"Tenang lah, mas akan menjaga kalian."
"Iya mas."
"Sayang..mas butuh nutrisi?"bisik Sanjaya
"Nutrisi? nutrisi apa mas, mas mau minum yang segar segar atau makan?" tanya Rika yang bingung dengan Sanjaya
"Hehehe...bukan nutrisi itu sayang, mas ingin nutrisi yang lain."
"Yang mana mas, mas gak jelas ih..."
"Mas ingin benda kenyal milik mu sayang, mas juga ibgin menanam benih benih mas lagi "
"Ihhh...dasar mesum."
"Ayolah sayang, kamu enggak kasihan dengan mas."
"Mas..masih ada anak anak lho."
"Sebentar aja sayang, kan juga ada bi Lia yang mengawasi."
"Huffftttt....ya sudah mas izin dulu sama kakak sama abang, karena abang kayak nya masih marah sama mas."
"Iya sayang, sayang tunggu di kamar ya, mas mau bicara dulu Bagas dan Queen."
__ADS_1
"Iya mas."