Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 58


__ADS_3

"Bawalah aku dan Eji bersama mu, kita lewatkan semua ini bersama, jangan pendam kesedihan mu, ke khawatiran mu sendirian. Aku memang bukan bagian dari hidup mu, aku berawal menjadi istri bayaran mu tapi aku tulus mencintai mu, aku bahkan rela untuk menukar nyawa ku demi kebahagiaan mu, ku mohon jangan tinggalkan aku, apapun alasannya aku akan tetap bersama mu," jelas Moly kepada Yojin.


Pelukan itu semakin erat.


Dokter Zek yang baru menyadari tidak melihat Moly sedari tadi, langsung mencarinya di setiap tempat di acara itu, melihat sekumpulan orang yang sedang berbincang tapi tak menemukan Moly, Dokter Zek mulai panik.


"Kemana perginya Moly?" tanya Dokter Zek langsung menghubungi Moly.


Ponsel Moly pun berbunyi tetapi tidak mendapat jawaban dari Moly, membuat Dokter Zek langsung menghubungi Bunga dan menanyakan keberadaan Moly, Bunga tidak bersama Moly, Dokter Zek pun duduk di kursi menekuk wajahnya.


Dokter Zek sedang memikirkan kemana perginya Moly yang tanpa jejak, "aku harus mencari nya kemana lagi?" ucap Zeki hampir merasa putus asa.


Tiba-tiba Dokter Zek teringat kepada Yojin yang akan datang ke acara GO hotel Wilton. Tanpa ragu Zeki langsung menelpon Yojin, merasa ponsel Yojin berbunyi, Yojin pun menganggkat telpon itu.


"Iya hallo, ada apa?" jawab Yojin dari telpon seluler.


"Yojin, apa kau saat ini bersama Moly?" tanya Zeki.


Yojin mengatakan jika dirinya sedang bersama Moly di kamar hotel, Zeki yang mendengar semuanya langsung merasa lega.


■■■


Hye Son mengetahui jika Moly menghadiri acara GO hotel Wilton bersama seorang pria yang menurut orang suruhan Hye Son dia adalah Dokter pribadi Yojin.


"Apa maksudnya semua ini?" tanya Hye Son.


"Selidiki wanita itu," printah Hye Son.


Hye Son merasa di permainkan oleh putranya sendiri, hanya Park Yojin yang selalu menentang keinginan Hye Son dan selalu mendapat tekanan semasa hidupnya.


Kepalan tangan itu mengingat waktu Yojin mulai menjabat sebagai presdir 2 setelah ayahnya, mereka sangat berbeda dalam memimpin perusahaan Mc.Group. Aset yang di miliki kakek Je ternyata di serahkan keseluruhan oleh Park Yojin. Hye Son yang mendengar rumor ini tidak terima jika semua aset Mc.Group jatuh ke tangan anaknya sendiri.

__ADS_1


Hye Son sudah mempunyai rencana jika dirinya mewarisi seluruh aset Mc.Group, ia akan membangun hotel tercanggih di dunia yang di dalamnya memiliki rumah sakit dan pusat perbelanjaan. Hal itu sudah di rencanakan oleh Hye Son sejak Park Yojin masih sekolah dasar, keserakahan Hye Son membuat Park Je Bom tidak menyetujuinya.


Dari perselisihan itu, Park Je Bom membuat Sertifikat BM secara diam-diam agar tidak banyak yang tahu mengenai hal itu, tetapi Hye Son sudah mengetahui dan menyuruh Park Yojin untuk menyeselsaikan teka-teki sertifikat itu dan berniat merebut nya. Hye Son akan melakukan cara apapan untuk memdapatkan apa yang ia inginkan.


■■■


Yojin dan Moly keluar dari kamar hotel itu dan turun ke lantai dasar menemui Dokter Zek, melihat Dokter Zek yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya langsung mendekati Zeki.


Mereka merasa ada yang mengawasinya, langsung berjalan keluar dari acara itu, mereka berjalan masuk ke dalam mobil Alpard berwarna putih. Sedangkan asisten Han mengiringi mobil alpard itu.


Merasa ada yang mengikuti mobil mereka berdua dengan terpaksa mobil Zeki berbelok ke arah rumah nya sedang mobil yang di kendarai asisten Han berjalan lurus menuju kantor. Satu mobil yang mengikuti mereka berdua termanipulasi mengikuti mobil asisten Han.


Sampai di rumah Zeki, mereka semua langsung masuk melewati pintu belakang.


"Apa kau sudah menceritakan semua nya kepada Moly?" tanya Zeki kepada Yojin.


"Iya, aku terpaksa menceritakan semuanya, dan Moly menerima semua dengan baik," jawab Yojin.


"Iya Zek, aku akan melindunginya sampai kapan pun," kata Yojin.


Yojin melihat anaknya mulai terbangun dari tidurnya, merasa canggung melihat wajah mungil itu sangat mirip dengannya sewaktu kecil.


"Apa dia Eji?" tanya Yojin menatap Moly.


Moly menganggukan kepalanya, membuat Yojin langsung mendekati Eji dan mencoba menggendongnya, Eji yang mau di gendong oleh siapapun langsung menerima ajakan Yojin.


"Sayang dia adalah papa mu, ayo sapa dia," ucap Moly memegang pipi Eji dengan gemas


"pa...pa," ucap Eji dengan terbata-bata, Yojin yang mendengar anaknya memanggil dirinya papa merasa sangat bahagia.


Dokter Zek yang melihat Yojin dan Moly tertawa bersama merasa ikut bahagia, tanpa di sadari Zeki, ternyata Bunga sudah duduk di samping dokter Zek.

__ADS_1


"Aku ikut senang melihat mereka bersama," ucap Bunga membuat Zek terkejut melihat Bunga duduk di sampingnya.


Zeki hanya bisa diam dan tersenyum.


"Rupanya kau cukup manis Dok," kata Bunga membuat Zeki terkejut dan langsung salah tingkah.


"Apa kau baru menyadarinya? Aku rasa mengelihatan mu kurang baik, coba sini ku periksa?" ucap Zek langsung menggerakan tangannya untuk memeriksa mata Bunga, Bunga yang langsung siap untuk di periksa dengan wajah yang begitu menggemaskan.


Dokter Zek yang melihat wajah Bunga terlihat sangat menggemaskan, merasa ingin mencium bibir Bunga tapi niat itu langsung di tahan Oleh Zeki dan langsung memalingkan wajahnya. Zeki tidak jadi memeriksa mata Bunga.


"Aku tidak mau memeriksa mu, kau besok datang saja ke dokter spesialis mata," ucap dokter Zek membuat Bunga terheran dengan tingkah Dokter Zek yang berubah begitu saja.


"Memangnya ada apa Dok? Apa ini cukup berbahaya Dok?" tanya Bunga terlihat sangat serius dengan ucapan Dokter Zek.


"Astaga, dia menanggapinya dengan serius," gumam Zeki dalam hati.


Bunga memandangi Zek dengan tatapan yang binggung, Zeki merasa tidak nyaman dengan itu semua, langsung menyuruh Bunga masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat tetapi tidak di dengar oleh Bunga.


"Hei ... cepat masuk, kenapa malah bengong?" ucapan Zeki mengagetkan Bunga yang sedari tadi melamun, " e ... iya Dok aku akan segera masuk," Bunga dengan terburu-buru masih ke dalam kamar.


"Astaga, apa yang barusan aku ucapkan? Ini memalukan," suara lirih Bunga memukuli bibir nya sendiri.


Yojin dan Moly masuk ke dalam kamar, Moly langsung meletakan Eji di tengah kasur karena dirinya tertidur lelap.


"Sayang," ucap Yojin membelai wajah Moly.


"Maafkan aku, telah meninggalkan mu di waktu dirimu sangat membutuhkan ku," ucap Yojin memeluk Moly, dirinya masih merasa sangat bersalah.


"Sayang, kalo dari awal kamu mengatakan yang sejujurnya, mungkin aku tidak akan seperti ini, apa kau tahu aku melalui masa sulit ku tanpa dirimu? Dan itu sangat menyakitkan," jelas Moly terlihat sangat tegar menceritakan semua itu.


Yojin yang tak kuasa mendengar hal itu, langsung menutup bibir Moly dengan satu jarinya, sambil menggelengkan kepalanya, " jangan lanjutkan lagi, aku semakin terluka mendengar nya," kata Yojin langsung menangkup wajah Moly dan mencium nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2