
Mobil Yojin di kepung oleh 5 mobil yang beriringan menabrakan badan mobilnya ke mobil Yojin, benturan itu semakin keras membuat mereka terluka cukup parah. Asisten Han langsung membanting stir menabrak pembatas jalan dengan cepatan penuh mobil Yojin masuk ke dalam hutan dan menabrak pohon besar.
Dengan cepat asisten Han membuka semua pintu, dan mereka keluar mobil secara bersamaan, mobil pun menabrak pohon besar dan langsung meledak terbakar. Mereka semua terpental cukup jauh terguling di atas tanah, Yojin mencoba untuk bangun, kepalanya terasa sangat pusing sehingga Yojin langsung memegang kepalanya.
Dengan pandangan yang samar-samar Yojin mencari asisten Han dan Riko, melihat Riko ada di dekat Yojin, Yojin langsung mendekat dengan sisa-sisa tenaganya. Yojin menggoyangkan badan Riko dan memanggil namanya tapi tidak mendapat respon dari Riko.
Yojin berjalan mendekat ke arah asisten Han melihat kondisi asisten Han yang cukup parah, Yojin memanggil namanya berulang kali tapi tidak mendapat jawaban apapun. Yojin langsung mengecek nadi asisten Han, untung lah nadi itu masih terasa. Yojin langsung menghembuskan napas leganya.
Dari kejauhan Yojin mendengar suara mobil yang menerobos hutan itu, terdengar suara seseorang mengatakan.
"CARI PRIA ITU! CEPAT!"
Suara pria itu membuat Yojin bersusah payah membawa asisten Han dan Riko menjauh dari tempat itu dan bersembunyi. Mobil itu dengan cepat langsung melihat mobil Yojin terbakar dengan kobaran api yang sangat besar, sehingga membuat mereka sulit untuk melihat di dalamnya.
"Aku rasa mereka ikut terbakar."
Salah satu preman itu melihat ada tetesan sarah yang mengarah ke suatu tempat, membuat preman itu segera mengikuti tetesan darah itu. Preman itu melihat di ujung ada batu besar yang cukup besar. Dengan senyum liciknya preman itu berjalan mendekati batu itu.
Yojin yang berhasil bersembunyi di batu besar itu merasa lega, tetapi suara langkah kaki seseorang membuat Yojin langsung melihat ke arah batu besar itu.
Yojin pun terlihat sangat panik, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dalam kondisi mereka bertiga terluka parah. Tak ada pilihan lagi, Yojin pun menutup tubuh asisten Han dan Riko dengan tumpukan dedaunan yang berserakan di hutan itu.
Preman itu langsung melihat di balik batu itu, ia tidak melihat ada seseorang di sana. Ponsel nya pun berbunyi dan preman itu melihat ke arah mobil Yojin terbakar, seperti mendapat printah untuk kembali kesana. preman itu langsung meninggalkan batu itu.
Semua mobil yang masuk ke dalam hutan itu langsung pergi meninggalkan hutan karena mencari keberadaan Yojin dan yang lainnya tidak ada di lokasi. Mereka pun memutus kan untuk kembali ke markas.
Yojin yang melihat keadaan sudah sangat sunyi, Yojin langsung membersihkan badannya dari tumpukan dedaunan itu, Yojin melihat hari sudah semakin sore, Yojin melihat keadaan Riko dan Asisten Han belom sadarkan diri mulai bingung harus bagaimana, di hutan itu Yojin tidak melihat ada perkampungan.
Terpaksa Yojin bermalam di hutam itu menunggu asisten Han dan Riko sadarkan diri. Mereka berdua pun di geret ke arah dekat mobil mereka terbakar. Yojin memcari sebagian kayu agar api itu tidam padam dan mampu meneranginya.
Semua barang yang di bawanya hangus terbakar kecuali kunci dan magnet itu, masih bersama Yojin.
__ADS_1
"Aku harus menunggu mereka sadarkan diri." ucap Yojin memainkan kayu itu.
Tangan Riko pun bergerak, membuat Yojin langsung menoleh ke arah Riko. Yojin mendekati Riko yang mulai membuka matanya perlahan.
"Riko! Kau sudah sadar!" seru Yojin melihat Riko mulai sadarkan diri.
Riko melihat kegelapan dan hanya terlihat cahaya dari api membuatnya metasa bingung.
"Ada dimana aku?"
"Kita berada di hutan, kita mengalami kecelakaan saat akan ke gedung pemakaman tempat kakek Je," jawab Yojin dengan wajah yang sedih.
Riko yang masih mengingat kejadian kenapa dirinya bisa tidak sadarkan diri, membuatnya merasa pusing dan memegang kepalanya.
"Istirahat saja, besok aku kan mencari bantuan agar ada yang menolong kita," ucap Yojin.
"Tuan, apa kunci itu aman?" tanya Riko sambil memegang kepalanya yang masih terasa sangat sakit.
Yojin menatap Riko dan menunjukan kotak kecil yang ia simpang di dalam bajunya.
"Dia pingsan, tapi belom sadarkan diri. Aku rasa luka yang di alaminya cukup parah," kata Yojin.
Dari kejauhan seorang pria paruh baya melihat ada pencahayaan dari ujung sana, langsung berjalan mendekat. Saat Pria itu mendekati penerangan api itu, pria itu melihat 3 pria muda berada disana dengan wajah yang terluka parah.
"Siapa kalian?" tanya pria itu membuat Yojin langsung menoleh ke arah pria itu dengan wajah yang sangat panik.
"Kami mengalami kecelakaan pak, dan kami terjebak di hutan ini," jawab Yojin memerhatikan pria itu.
"Kalian terluka parah, mari ikut dengan ku, kalian harus segera di rawat. Aku takut luka ini akan menjadi infeksi jika terus di biarkan begitu saja," ucapa pria itu.
Dengan terpaksa Yojin dan yang lainnya mengikuti pria itu menuju tempat tinggalnya. Pria itu menggendong asisten Han yang masih belom sadarkan diri dan sesangkan Riko berjalan dengan Yojin saling berpegangan.
__ADS_1
Berjalan cukup jauh membuat Riko dan Yojin sangat kelelahan, sampai lah mereka di kubuk kecil yang hanya menggunaka penerangan lampu minyak, berdiri di tengah hutan.
"Tempat apaan ini?" Yojin memperhatikan gubuk kecil itu.
"Ini rumah ku, sudab bertahun-tahun aku tingdal di tempat ini," jawab Pria itu
"Siapa nama bapak?" tanya Yojin sebelum masuk ke dala rumahnya.
Pria itu menoleh dengan tatapan serius membuat Yojin langsung memundurkan langkahnya.
"Panggil aku Doha," jawab Pak Doha.
"Baiklah," ucap Yojin mengikuti Doha masuk ke dalam rumahnya.
Doha langsung membaringkan asisten Han di kursi kayu yang panjang. Doha dengan teliti membersihkan luka itu dan mengoleskan salep agar lukanya segera kering.
"Aku rasa pria ini mengalami benturan cukup hebat sehingga membuatnya belom sadarkan diri," kata Doha membuat Yojin terus memperhatikannya.
"Apa kau seorang dokter pak? Keterampilan mu seperti seorang medis," tanya Yojin yang semakin penasaran dengan Doha.
"Kau ini banyak bertanya, sudah cepat bersihkan luka mu dan oleskan salep ini, agar besok lukanya mulai membaik," sahut Doha.
Mereka membersihkan lukanya masing-masing, terkecuali asisten Han yang belom sadarkan diri. Yojin pun melihat Riko sudah membaringkan tubuhnya, berbeda dengan Yojin yang tidak tidur dan mengawasi teman-temannya karena Yojin takut Doha merencanakan sesuatu dengannya.
Yojin pura-pura tidur untuk mengelabuhi Doha yang sedang duduk di luar gubuk itu. Saat tengah malam Doha menelpon seseorang yang tak sengaja di dengar oleh Yojin. Doha mengatakan jika dirinya telah menemukan 3 pria yang mengalami kecelakaan mobil itu, doha mengatakan dalam telpon jika ke 3 pria itu mengalami luka yang cukup parah.
Yojin yang mendengarnya langsung merasa curiga, melihat Doha akan pergi menyusul pria yang berada di telpon itu dengan cepat Yojin membangunkan Riko.
"Hei, bangun lah kita harus pergi sekarang," suara membangunkan Riko.
"Ada apa tuan?" tanya Riko dengan suara yang serak.
__ADS_1
"Kita harus pergi, pria itu bersekongkol denga Lee sang, kita harus meninggalkan tempat ini," ucap Yojin membuat Riko langsung membuka matanya lebar.
BERSAMBUNG.