Istri Bayaran

Istri Bayaran
Cinta pertama


__ADS_3

Cellyn juga terkejut saat melihat keberadaan Zergan mantannya saat dia masih berada di bangku SMA. Dia paling lama berpacaran dengan Zergan dulu. Walau beda sekolah tapi mereka sudah berteman sejak kecil akhirnya jatuh cinta, Zergan pernah berjanji akan selalu menjaga Cellyn sampai kapanpun Cellyn juga pernah berjanji dia tidak akan meninggalkan Zergan. Tapi sayang janji mereka tidak mereka tepati.


Cellyn cinta pertama Zergan sekaligus orang pertama yang membuat Zergan sakit hati. Kata orang cinta pertama adalah cinta yang susah untuk dilupakan.


Entahlah Zergan tak tau kenapa Cellyn tiba-tiba memutuskan hubungan mereka. Malam itu adalah malam terakhir mereka bersama setelah itu tidak ada lagi pertemuan, perbincangan, maupun komunikasi. Dengan enaknya Cellyn mematahkan hatinya dengan alasannya yang sampai Zergan tidak mengerti. Zergan tidak membenci Cellyn hanya saja dia sudah tidak ingin berhubungan lagi dengannya.


Avyn bingung dengan perubahan wajah Cellyn yang tiba-tiba sedih, Avyn mengikuti arah pandang Cellyn yang mengarah kepada sosok cowok yang berada di sebelah Rayan. Dia melihat ekspresi yang serupa dengan Cellyn Avyn tidak mengerti sama sekali dengan hal ini. Dia kemudian melihat ke arah Rayan dengan ekspresi wajah yang bertanya apa yang terjadi.


Cellyn mencoba mendekati Zergan tapi dia merasa tidak pantas karena dia dengan seenaknya menghianati sosok yang selalu menemaninya masa-masa kecilnya. Sudah lama sekali dirinya tidak memandang wajah tampan itu. Cellyn meneteskan air matanya melihat wajah Zergan yang sepertinya ingin menangis.


Rayan merasa bersalah di sini tidak seharusnya sahabatnya bertemu dengan orang yang tidak ingin dia temui. Saat keadaan Zergan yang masih kacau dan lemah.


Menguatkan sahabatnya dengan menepuk pundaknya. Dapat dia pahami Zergan sangat terpuruk.


"Gua mau keluar dulu" ucap Zergan terbata-bata.


Sangat kebetulan sekali bukan pertemuan mereka. Tidak disangka mereka dipertemukan takdir.


"Zer... " tahan Cellyn saat Zergan berjalan kearah luar.


Zergan menoleh memandang wajah Cellyn sebentar kemudian mengarah ke bawah melepas paksa tangannya yang digenggam Cellyn. Berlari menghindari wajah yang tidak ingin lihat.


"Hey Lyn kenapa? sshtt udah hey jangan nangis" Avyn mencoba menenangkan Cellyn yang terisak.


Sungguh Avyn tidak mengerti apa yang sedang terjadi Cellyn tiba-tiba menangis padahal dia tau betul Cellyn bukan tipe orang yang mudah menangis.


Rayan menatap tidak suka ke arah Cellyn ekspresinya membuat Avyn makin bingung.


"Vyn bentar ya gua tinggal dulu" ucap Rayan yang kemudian berlari keluar dari kamarnya.


Avyn mengajak Cellyn duduk di kasur Rayan menenangkan Cellyn. Mengeluarkan kata-kata penguat untuk Rayan.


"Udah hey cantik gak boleh nangis" ucap Avyn mengelus pundaknya.


"see! I met him again! but... I don't deserve to meet him" kata Cellyn di tengah-tengah tangisannya.


"is he your problem?" tanya Avyn.


Cellyn menghapus air matanya dia tidak menyangka bisa bertemu dia di sini. Di rumah orang yang sedang dia cintai.


"I just remembered they are friends".

__ADS_1


"Tapi kok ... kenapa gua harus berada di circle ini?!" ucap Cellyn kembali menangis.


Avyn sama sekali tidak paham apa maksud Cellyn dia hanya bisa menenangkan Cellyn.


Rayan mencari di mana keberadaannya Zergan dia takut Zergan melakukan hal di luar akal saat keadaannya sedang seperti ini.


Dia berlari menuju taman kecil di belakang rumahnya tempat ini gelap karena lampunya tidak dinyalakan. Dapat dia dengar ada suara orang menangis bisa di tebak dia pasti Zergan.


"i missing you but i hate this situation" suara lirih Zergan yang sedang duduk di bangku taman gelap dan sepi ini.


Rayan menyalakan salah satu lampu yang membuat Zergan menoleh ke arahnya.


"Maaf ya Zer" ucap Rayan merasa bersalah.


"Why? you're not wrong" jawab lesuh Zergan.


"Dia temen deketnya cewek yang gua suka" ucap Rayan.


"No problem, emang udah takdirnya gini mau gimana lagi? haha gakpapa santai" balas Zergan dengan senyum di sela-sela tetesan air matanya.


"jadi selama ini lu nutupin ya? gak cerita ke gua?" tanya Zergan lagi.


Dia tidak mengerti apa yang harus dia lakukan sekarang hidupnya semakin memburuk saja. Zergan menatap kosong tersenyum menerima ini semua.


"Gua gak bisa benci dia what is love and hate? haha lucu ya hidup gua" ucap Zergan.


"Mau lampiasin gak? gua ambil kunci motornya" tawar Rayan.


"Ayok seru pasti" setuju Zergan.


"Ok wait, tunggu gua di garasi" suruh Rayan ke Zergan.


Rayan berlari kedalam rumahnya menemui Avyn yang sudah rela datang kerumahnya tapi dia tidak bisa menemaninya.


Dia membuka pintu kamarnya yang ternyata mereka berdua masih berada di sini.


"Vyn sorry ya gua gak bisa nemenin lu gua mau pergi soalnya" ucap Rayan meminta maaf.


"Santai gakpapa" balas singkat Avyn.


"Sama Rere aja ya? tadi dia bilang ada tugas yang susah jadi dia minta bantuan sama kamu" jelas Rayan.

__ADS_1


"Oke siap" jawab Avyn.


Setelahnya Rayan keluar kamar pergi menemui Ayah dan Papanya Zergan untuk meminta izin.


"Re udah di tunggu Avyn di kamar gua cepet sana" suruh Rayan yang hanya diangguki adiknya.


Rayan duduk di dekat Ayahnya yang masih asin ngobrol dengan Papa Rajendra.


"Maaf sebelumnya jika mengganggu" ucap Rayan.


"Kenapa Ray?" tanya Ayahnya penasaran.


"Mau pergi sama Zergan boleh kan? iya boleh ya" izin Zergan kepada dua pria itu.


"Boleh-boleh aja silahkan" ucap Rajendra yang kemudian disusul anggukan Arga.


Sebenarnya Arga tidak mengizinkan anaknya keluar malam apalagi tadi ada Avyn dan temannya. Apa Rayan tidak memikirkan perasaan mereka berdua pikir Arga.


Sudah pasti Jesslyn dan Leandra tidak membolehkan mereka keluar malam. Rayan hanya izin ke Ayahnya dan Papa Rajendra.


"Jangan lama-lama nanti Bunda sama Tante Leandra marah" ucap Arga menasihati anaknya.


"not a big problem" jawab enteng Rayan.


Arga tau betul apa yang akan dilakukan Rayan dan Zergan dia sendiri tidak mengerti mengapa bisa menebak kebiasaan anak dan sahabatnya.


"Gua suka nyali anakmu ibu-ibu kok dilawan, tenang Leandra bisa gua atasi" ucap Rajendra enteng.


"Gua yang susah ngatasi Jesslyn gak pernah marah sekalinya marah serem, lu ngapain izinin mereka" ucap Arga.


"Lu pasti paham lah bro kayak gak pernah muda aja lu" jawab Rajendra mengejeknya.


Rayan kembali membawa dua kunci motor sportnya memberikan satu untuk Zergan.


"Dah izin?" tanya singkat Zergan.


"Udahlah" jawab Rayan.


"Sama Mama? Tante Jesslyn?" tanya Zergan lagi.


"woh iya dong! enggak mana berani" jawab Rayan enteng.

__ADS_1


__ADS_2