
"Apa! Jadi selama ini aku mempunyai saudara? Kenapa papa sembunyikan semua ibu?" sahut Yojin mengusap wajahnya berulang kali.
Hye Son menceritakan hubungannya dengannya dengan Yosina sehingga melahirkan Lee Sang tanpa adanya hubungan pernikahan. Yojin yang mendengar semua cerita Hye Son hanya bisa terdiam.
"Apa mau mu saat ini?" tanya Yojin menatap Lee Sang.
"Kau ini adik ku, kau harus lebih sopan," jawab Lee Sang.
"Sudah katakan saja, apa mau mu?" tanya Yojin dengan nada dingin.
"Berikan aku harta itu," jawab Lee Sang membuat Yojin langsung menatap tajam dirinya.
Yojin menatap Hye Son, mereka saling menatap heran karena Lee Sang bisa mengetahui tentang harta itu. Dan lebih mengejutkannya lagi, Lee Sang memgetahui di mana Yojin menyimpannya.
"Jadi kau mengetahui harta itu?" tanya Yojin.
"Kalian pikir aku ini bodoh? Ha...ha," celetuk Lee Sang.
"Katakan dimana harta itu!" seru Lee Sang.
Yojin terpaku diam menatap Lee Sang yang terus meminta untuk memberitahu dimana harta itu, tiba-tiba asisten Han datang membawa berkat untuk di tanda tangan oleh Yojin. Melihat di dalam ruangan ada Lee Sang dan 2 preman membawa senjata tajam.
Saat asisten Han ingin menanyakan sesuatu, Yojin dengan cepat memberi isyarat kepada asisten Han. Dengan cepat asisten Han mengerti apa yang di maksud Yojin.
Dengan berat hati Moly memberitahu dimana dia menyimpan semua harga dari peninggalan kakek Je, semua yang ada di dalam ruang perawatan itu merasa sangat terkejut dengan keputusan Yojin.
"Apa kau sudah gila!" seru Yojin.
Yojin tidak menghiraukan apa yang di katakan Hye Son, terlihat wajah Yojin yang sangat terpaksa mengatakan itu. Hye Son pun langsung angkat bicara.
"Lee Sang, apa tujuan mu meminta harta itu?" tanya Hye Son.
Lee Sang yang mendengar pertanyaan dari Hye Son tersenyum manis, "semua orang telah mencari harta itu, dan sekarang aku mendengar kabar jika harta itu sudah di tangan salah satu pewaris MC. Group. Itu berita yang sangat baik."
"Apa maksud mu?" tanya Hye Son mulai merasa kesal dengan Lee Sang.
__ADS_1
"Aku tidak munafik, ayah. Aku hanya ingin membangun sebuah pusat perbelanjaan terbesar di dunia," sahut Lee Sang.
"Hentikan Lee Sang!" seru Hye Son.
Hye Son merasa di permain kan oleh Lee Sang, karena Lee Sang pun mengetahui jika Hye Son akan membangun pusat perbenjaan terbesar di dunia, menggunakan harta yang di tinggalkan kakek Je.
"Apa ada yang salah dengan ucapan ku?" tanya Lee Sang.
TEPAK!
Tamparan keras itu mendarat ke pipi Lee Sang, Lee Sang pun terdiam.
"Jaga ucapan mu! Kau tidak tahu apa-apa tentang harta itu," seru Hye Son.
Yojin yang menyaksikan Hye Son dan Lee Sang berdebat penuh dengan amarah, langsung berpura-pura jika kepalanya sakit. Dengan tujuan untuk membubarkan mereka berdua, dokter dan perawat pun datang ke ruangan Yojin, meminta semua yang ada di dalam ruang itu untuk keluar.
"Mohon maaf tuan, pasien harus istrihat," pinta Dokter.
Hye Son yang melihat Yojin menjerit kesakitan pun langsung menatap dokter.
"Ada apa Dok? Apa terjadi sesuatu?" tanya Hye Son kepada Dokter.
Mereka semua yang ada di dalam ruangan itu, keluar dan langsung pergi berpencar dengan raut wajah yang kesal. Lee Sang yang sudah mengetahui dimana harta itu, langsung pergi bersama 2 preman yang setia bersamanya.
"Ikuti pria itu," perintah Hye Son menatap Lee Sang yang langsung meninggal kan rumah sakit itu.
Lee Sang dengan cepat melajukan mobilnya menuju tempat harta itu di simpan, diikuti oleh orang suruhannya Hye Son.
Hye Son pun kembali ke rumah bersama beberapa ajudannya, saat sampai ke rumah, dengan rasa kesal nya Hye Son berjalan memasuki kamarnya dengan cara membuka dan membanting pintu kamarnya. Membuat Meri yang sedang bersolek merasa terkejut.
"Sial!" seru Hye Son.
"Apa kau kalah taruhan dengan putra mu, Lee Sang?" tanya Meri.
Hye Son pun langsung menatap Meri dengan tatapan yang penuh dengan amarah, dengan rasa kesal Hye Son menarik baju Meri dan menatap tajam wajah Meri.
__ADS_1
"Dari mana kau tahu?" tanya Hye Son.
Meri yang merasa kesakitan karena baju nya tertarik oleh tangan Hye Son langsung tersenyum.
"Kau pikir aku bodoh, kau mempunyai wanita simpanan sampai melahirkan seorang anak. Tapi aku diam, aku masih menghargai dirimu sebagai seorang suami," sahut Meri mulai berkaca-kaca.
Hye Son pun terkejut mendengar penuturan dari Meri dan perlahan melepaskan tangannya, Hye Son mundur dari hadapan Meri. Mulai membanting semua barang yang ada di dalam rumah itu, sambil berteriak. Seolah Hye Son meluapkan emosinya di dalam kamar itu bersama Meri yang mulai meneteskan air matnya.
"Bedebah! Sial!" teriak Hye Son.
Dengan napas yang tersengal-sengal, Hye Son menatap Meri yang kembali duduk di dalam meja rias menatap wajahnya sendiri.
"Seberapa jauh kau tau tentang Yosina?" tanya Hye Son.
"Dia dulu pernah bekerja dengan ku, menjadi asisten pribadi ku. Saat dia tahu aku kan menikah dengan mu, dia pamit untuk mengundurkan diri," jawab Meri tak sanggup melanjutkan ceritanya.
Hye Son berjalan mendekati Meri, yang masih duduk di depan cermin dengan memegang pundak Meri.
"Maafkan aku," ucap Hye Son dengam begitu lembut.
Meri pun menangis menatap cermin itu.
"Maafkan aku, jangan menangis lagi," ucap Hye Son.
Tangisan Meri pun semakin pecah saat Hye Son mengelus punggung nya, merasa berisik dengan suara tangisan Meri. Hye Son pun mendorong Meri sampai terpental di atas ranjang.
"Sudah ku katakan, hentikan semuanya! Aku sangat muak melihat kau menangis!" teriak Hye Son.
Di balik sifat yang bijaksana, dan berjiwa pemimpin. Yang di kenal banyak orang pria yang baik, ramah, idaman semua wanita. Ternyata di balik itu semua, Hye Son adalah pria yang tempramen, dia lampiaskan semua amarahnya dengan istrinya. Karena cinta Meri terlalu besar kepada Hye Son, Meri pun menutupi semua kebusukan suaminya, dia berpura-pura menjadi keluarga yang sangat harmonis di depan public.
Meri masih memangis, dengan posisi memiringkan tubuhnya di atas ranjang. Melihat Meri yang masih menangis, Hye Son pun ambruk di atas lantai dan mengatakan.
"Sayang maafkan aku, aku berjanji tidak akan kasar lagi. Aku sangat khilaf, maafkan aku," sahut Hye Son.
Hye Son seperti menyesali perbuatannya, tetapi dengan cepat dia akan berubah menjadi jahat, terkadang melempar semua barang yang ada di dalam kamar itu.
__ADS_1
Meri pun terbangun, dan langsung memberi obat penang kepada Hye Son.
BERSAMBUNG.