Istri Bayaran

Istri Bayaran
feel the past again


__ADS_3

Rayan dan Zergan sudah berada di tempat yang telah dishare lock oleh teman mereka. Sudah sangat lama sekali tidak balapan karena mereka hanya memikirkan bagaimana melakukan hal yang mereka sukai tepatnya hal yang pernah menjadi hobinya Rayan dan Zergan dulu, mereka tidak memikirkan apa resikonya.


Rayan bahkan pernah berjanji kepada Ayah dan Bundanya bahwa dia tidak akan melakukan balapan liar lagi. Orangtua Zergan tidak tau bagaimana kenakalan Zergan dulu dia bodoamat melakukan hal yang dia sukai lagi pula apa orangtuanya akan peduli? mereka hanya peduli dengan pekerjaannya saja.


Dan di sini mereka di tempat nongkrong favorit mereka dulu, Zergan selaku ketua gengnya bersama Rayan dan teman-temannya dulu.


Mereka sempat melihat hp mereka terlihat banyak panggilan suara tak terjawab dan beberapa pesan. Tentu saja Ibu mereka khawatir, mereka tidak izin mau pergi kemana.


Ayah mereka tidak terlalu mengkhawatirkan terlalu santai, apa karena sudah pernah merasakannya waktu masih muda dulu. Jadi mengizinkan anak laki-lakinya untuk merasakan apa yang pernah dirasakan Ayahnya dulu.


Tempatnya tidak jauh beda dengan waktu mereka masih di bangku SMA.


"Haha tempat ini sudah lama tidak melihatnya" ucap Zergan menyeringkai.


"Yes, terlalu sibuk sampai gak bisa nyempetin datang kesini" kata Rayan.


"Sibuk apa lu gak dibolehin?" tanya Zergan mengejek.


"Dua-duanya" jawab Rayan singkat.


Mereka duduk di salah satu kursi dan memesan kopi favorit mereka dulu.


"Nyebat gak Ray?" tawar Zergan.


Rayan tampak berfikir dulu sudah lama juga dia tidak nyebat. Kalau ketauan Bundanya bisa bahaya besar terlintas ide dia bisa langsung sikat gigi nanti.


"Boleh" jawab Rayan.


Sambil menunggu pesanan mereka datang Rayan membuka pesan yang dikirim Bundanya baru saja ingin mengetik temannya datang.


"Gila bro ketemu lagi kita" sapa Haris, Kakak kelas mereka tapi dia ikut gengnya Zergan.


"Yes i meet you again" jawab Zergan.


"Gila sih lu Ray, masih berani datang kesini?" tanya Haris penasaran.


"Berani lah, ini buktinya gua ada di sini" jawab Rayan percaya diri, tapi dalam hatinya khawatir pasti Bundanya akan memarahinya saat pulang nanti.


"Kuliah aman? lu Zer mantap lah dah kerja" tanya Haris


"Aman-aman aja di kuliahan gua banyak yang ngejar" jawab Rayan percaya diri.


"Lu Zer gimana? makin sibuk lu pasti" tanya Haris sekali lagi

__ADS_1


"Yes, so busy that I feel depressed" jawab Zergan dengan tatapan kosongnya.


Geng mereka bukan dari angkatan maupun kelas yang sama. Ada Haris kakak kelasnya ada juga adik kelas. Haris lulus duluan padahal mereka sudah merencanakan akan bersama lagi namun eskpresi tidak seindah realita. Mereka tidak bersama, Rayan dan Zergan baru lulus satu tahun yang lalu di bawahnya adik kelas mereka yang ikut gengnya Zergan masih berada di tingkat akhir sekolah menengah atas.


"Banyak hal yang mau lu ceritain? cerita aja jangan ditahan gak enak" ucap Haris.


Zergan hanya melamun dengan pandangan kosong, entahlah dia tidak tau harus dimulai dari mana.


Mereka bertiga hanya terdiam fokus dengan kegiatannya masing-masing, Haris sibuk bermain ponsel, Rayan sedang menikmati rokok yang dia beli, Zergan masih terdiam.


Memecah keheningan teman mereka yang sebenarnya adik kelas mereka sudah datang.


"Peh" sapa Sean ramah.


Reflek mereka bertiga menoleh ke Sean, udah lama gak ketemu makin kece saja si Sean. Pasti gantiin posisinya Zergan di SMA.


"Datang-datang tuh salam apa gimana, dikira WhatsApp apa" ucap Haris menasehati.


"Haloo teman-teman saudara-saudara selamat datang silahkan pergi terimakasih sama-sama" ucap Riki yang paling muda di sini.


Zergan geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka. Niat mereka baik mereka hanya mencoba untuk membuat Zergan tersenyum.


"Assalamualaikum, Selamat malam semuanya" sapa Juan, kayaknya emang dia yang paling waras.


"Malam" Zergan, Sean, dan Riki menjawab dengan kompak.


Duduk menikmati minuman dan bebarapa cemilan kebiasaan lama yang tidak dilakukan bersama akhirnya bisa dirasakan lagi.


"Sekolah kalian gimana lancar?" tanya Zergan selaku ketuanya kepada Sean, Juan, dan Riki yang sudah dia anggap seperti adik sendiri.


"Aman lah Kak kita kan rajin" jawab Juan percaya diri.


"Lu aja kayaknya" jawab Haris tak percaya, Sean dan Riki tidak serajin itu pasti banyak mainnya dibanding dapat ilmunya.


"Eh gak boleh berburuk sangka ya Kak Harus ganteng kita udah mau usaha" jawab Sean percaya diri.


Rayan hanya menyimak saja menikmati masa-masa ini. Mencoba menghilangkan rasa khawatirnya.


"Kak Ray apa kabar" tanya Juan.


"Alhamdulillah baik, lebih baik dari sebelumnya" jawab Rayan.


"Kalian jangan terlalu nakal fokusin dulu sama pelajaran bentar lagi udah mau lulus, semangat!" tutur Zergan.

__ADS_1


"Siap itu mah Kak" jawab Juan sopan.


Juan sebenarnya bukan tipe orang yang suka nongkrong dan membuang-buang waktu. Hanya ikut-ikutan Sean sama Riki, yang hanya mau berteman dengan Juan hanya mereka berdua. Berhubung mereka dekat dengan Kakek kelas jadi dia ikut biar gak sendirian. Lama kelamaan Juan menikmati masa muda wajar yang dialami cowok remaja pada umumnya.


"Zer kalau mau cerita aja" tawar Haris lagi.


"Gua ketemu dia lagi Bang" jawab Zergan, yang lainnya diam sambil mendengarkan.


"Setelah sekian lama? haha lucu ya takdir" balas Haris.


Haris yang paling tua dia juga yang paling dewasa, jadi jika ada yang punya masalah dia bisa mencari solusinya. Dia mengerti keadaan Zergan seperti apa, tapi karena Haris sibuk dengan kuliahnya dia tidak ada komunikasi dengan Zergan dan yang lainnya.


"Tadi di rumah gua" tambah Rayan.


"Wow kebetulan sekali ya" ucap Sean tak percaya.


"Ey gua ketinggalan apa nih" sapa Jake yang baru saja datang, dia seangkatan dengan Rayan dan Zergan.


"Wih kirain gak bakal kesini" ucap Juan.


Jake yang paling pintar di antara mereka setelah Juan dan Zergan, nakal tapi pintar.


"Haha ini bawa tugas sekalian dikerjain di sini" jelas Jake.


Melihat Jake, Rayan jadi mengingat Avyn yang dia tinggal di rumahnya. Padahal dia sudah merencanakan akan menghabiskan waktu bersama Avyn di rumahnya.


"Ada hubungannya sama Rayan?" tanya Haris.


"Yes that's right" jawab Zergan.


"Temen sekelas gua dia cuma gua gak pernah cerita sama Zergan" balas Rayan menjelaskan


"Sahabatnya ceweknya Rayan" ucap Zergan mengarang.


"Ngawur lu! mana ada dia bukan pacar gua" jawab Rayan tak terima.


"Oh kirain"


"Daripada lu sedih-sedih gak mau nyoba aja?" tawar Haris.


"Boleh udah lama juga gak nyoba" jawab Zergan.


"Mau nyoba tapi gak modal lu" balas Rayan menyeringkai.

__ADS_1


__ADS_2