
Sanjaya pun memijit kepala Rika, dia melakukan nya dengan lembut. Rika memejamkan kedua mata nya, pijitan suami nya itu rasa nya sangat enak, perlahan kepala Rika yang pusing sedikit membaik, dia hampir saja terlelap jika Sanjaya tidak membangunkan nya.
"Sayang...jangan tidur dulu, janji nya mana sayang."
"Ya ampun mas, aku kira apa nanti malam aja ya mas, aku ngantuk banget mas"
"Tapi mas ingin sekarang."
"Susah nolak keinginan mu mas."
"Hahaha..menyenangkan hati suami itu ibadah lho sayang."
"Hem..terserah mas saja."
Sanjaya lalu membuka baju atasan yang di pakai Rika, dia meloloskan bra yang di pakai Rika, hingga tampak lah benda kenyal dan benda kecil di ujung nya yang berwarn merah kecoklatan yang semakin membesar.
"Sayang..ini semakin membesar mas suka sayang."Sanjaya menangkup benda kenyal itu dengan kedua telapak tangan nya, kemudian dia memelintir ujung nya dengan lembut.
"Mas jangan di mainin, sakit mas."
"Iya sayang mas gemes tau gak."
Sanjaya yang sudah tidak tahan lalu melahap benda kenyal Rika dan sebelah tangan nya tidak tinggal diam, meremas benda kenyal itu.
Sanjaya layak nya bayi yang kehausan, bergantian menghisap kanan dan kiri dan terkadang menggigit ujung benda kecil itu dengan gemes.
"Mas..ahh udah ya mas."
"Nanti sayang mas enak."
"Tapi sakit mas."
Sanjaya melepaskan hisapan nya dan melihat Rika dengan tatapan sendu. Rika yang mengerti, menghela nafas nya kasar.
"Enggak ya mas, perjanjian nya tadi cuma itu aja enggak ada yang lain."
"Ayo dong sayang, nanti kepala mas bisa sakit seharian."
"Itu alasan mas aja."
"Beneran sayang, lagian kamu enggak kasihan apa, lihat tuh di nya udah pengen ketemu sama yang enak enak kamu sayang."
"Ihhh...mas mesum."
Tanpa persetujuan Rika, Sanjaya meloloskan semua pakaian yang dipakai istri nya itu dan juga pakaian nya.
Kali ini dia bermain lembut, mengingat ada anak nya di rahim sang istri yang masih rentan.
Sanjaya melakukan penyatuan itu dengan lembut. Setelah Rika mengalami pelepasan dia mempercepat permainan nya karena tidak ingin membuat istri nya kelelahan.
3 bulan berlalu, perut rata Rika sudah kelihatan membuncit. Sanjaya semakin overprotektif kepada nya. Kemana pun Rika dan kedua anak kembar nya harus izin dulu kepada nya dn di kawal oleh bodyguard.
🌻🌻🌻
Hubungan Rico dan Lisa juga tampak memiliki kemajuan, Rico semakin sering terlihat bucin kepada Lisa.
Sanjaya yang merasakan hawa hawa percintaan, menanyakan langsung kepada Rico.
"Seperti nya ada khabar yang tidak ku ketahui."Tanya Sanjaya.
"Maksud nya apa tuan."
__ADS_1
"Jangan pura pura bodoh, mau sampai kapan kau menutupi dari ku."
"Bukan begitu tuan, aku hanya ingin bersikap profesional saja."
"Sudah berapa lama kau dengan Lisa."
"Sekitar 3 bulan tuan."
"Jadi apa rencana mu kedepan nya."
"Saya masih belum tuan, saya masih ingin mengumpulkan uang dulu untuk meminang nya."
"Kau bekerja pada ku sudah lama, apa uang mu tidak cukup, apa perlu aku turun tangan."
hening...
"Baiklah secepat nya atur pernikahan mu dengan Lisa masalah biaya tidak perlu kau fikirkan."
"Tapi tuan."
"Dengar..aku sudah menganggap mu adik ku, semua yang terjadi pada mu adalah tanggung jawab ku, kau tinggal fitting jas mu saja, untuk selebih nya biar aku yang mengurus nya, anggap saja hadiah dari ku."
"Terima kasih banyak tuan."
"Bekerja lah dengan baik."
"Baik tuan saya permisi."
Rico keluar dari ruangan Sanjaya dengan wajah yang berseri seri, hampir saja dia meneteskan air mata nya. Lisa yang melihat kekasih nya terheran, tidak pernah dia melihat Rico sebahagia ini, akhir nya Lisa pun mengikuti nya sampai di ruangan Rico
"Sayang...kamu kenapa?Tanya Lisa yang penasaran
Tanpa kata Rico langsung memeluk Lisa dengan erat, dia mencium kepala Lisa berkali kali.
"Be...benarkah, apa kau tidak bohong."
"Tentu tidak sayang, kau bersedia kan menikah dengan ku secepat ini."
Dengan cepat Lisa langsung menganggukkan kepala nya. Dia begitu senang dengan berita ini.
"Tapi sayang."
"Ada apa, ada yang ingin kau katakan?"Tanya Rico
"Apa keluarga mu nanti nya menerima ku yang hanya yatim piatu?"
"Aku juga seorang yatim piatu, nasib kita sama sayang."
"Maafkan aku, aku tidak tau."
"Tidak apa apa, apa kau bahagia?"
"Sangat...aku sangat bahagia." Sambil tersenyum
Rico menarik tengkuk Lisa dan mencium bibir nya, Di tengah keasikan mereka Sanjaya langsung mendorong pintu ruangan kerja Rico dan dia terkejut dengan kelakuan Rico.
"Ehem.."Sanjaya berdehem keras dan sengaja ingin menggoda Rico.
"Eh...maaf tuan.."Rico langsung menunduk sementara Lisa sudah gemetaran di belakang punggung Rico.
"Apa kalian sadar ini di kantor."
__ADS_1
"Saya minta maaf tuan."
"Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali, jika kalian ingin seperti itu lakukan di apartemen mu dan kalian bebas mau melakukan apa pun, dasar bucin."
"Baik tuan."
"Hem." Sanjaya lalu pergi dan tersenyum karena berhasil menggoda pasangan kekasih itu.
"Aduh...aku jadi malu ketemu tuan Sanjaya, kamu sich main nyosor aja."
"Hehehe...maaf ya sayang aku sudah tidak tahan melihat bibir mu."
"Udah ah aku mau balik ke meja ku."
"Nanti pulang bareng ya sayang, aku ingin melanjutkan yang tadi di apartemen ku." goda Rico
Lisa langsung pergi setelah di goda Rico.
🌻🌻🌻
Rika yang sudah terbangun ketika pukul 9 pagi, sudah tidak mendapati anak dan suami nya. Semenjak hamil ini dia memang selalu bangun telat karena subuh selalu muntah dan itu di maklumi oleh Sanjaya.
Rika turun ke lantai bawah karena perut nya sudah meronta ronta ingin di isi. Dia melihat meja makan dengan penuh makanan tetapi sama sekali dia tidak selera.
Dia hanya ingin meminum susu hangat saja dan memakn jagung rebus. Dia oun memanggil bi Lia selaku kepala pelayan di rumha itu.
"Bi..apakah ada jagung di kulkas."
"Tidak ada nyonya, nyonya ingin makan jagung ya?"
"Iya bi, entah kenapa rasa nya ingin sekali."
"Tunggu ya nyonya, biar bibi suruh pak jajang membeli nya."
"Tidak usah bi, biar suami saya saja yang membeli nya."
"Baiklah nyonya."
Rika yang sudah membuat susu hamil nya, kemudian membawa nya ke kamar nya karenaIngin menghubungi suami nya itu.
Tut...Tut..Tut...
"Hallo sayang, ada apa?"
"Apa mas sedang sibuk?" Tanya Rika
"Tidak sayang, kenapa?"
"Apa aku bisa keluar mas, aku ingin sekali memakan jagung rebus."
"Jagung rebus pagi begini belum ada yang jual sayang."
"Tapi aku ingin sekali mas, aku tidak seler makan, boleh ya mas aku keluar sebentar saja."
"Tunggu mas di rumah, mas akan pulang."
"Iya mas."
Rika pun merasa bahagia karena perhatian Sanjaya kepada nya yang sangat besar. Rika menghabiskan susu nya dan langsung memberaihkan diri nya.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Sanjaya yang menerima telfon dari istri nya langsung menghubungi Rico agar menghandle pekerjaan nya, karena kemungkinan siang hari dia kan kembali ke kantor.