Istri Bayaran

Istri Bayaran
our family


__ADS_3

Rayan telah tiba di kawasan rumahnya memarkir motor sportnya di garasi minimalis rumahnya. Rayan juga anak dari CEO kakeknya juga termasuk orang kaya yang terkenal. Rayan sebenarnya sosok yang sederhana dia tidak suka hidup yang terlalu berlebihan karena nanti semuanya tidak kekal dan pasti semua akan mengalami sebuah kematian jadi untuk apa dibangga-banggakan.


Hanya karena dia kuliah di universitas mewah milik kakek dia di suruh langsung oleh sang kakek agar dia bersikap angkuh Rayan ragu dengan itu, tapi Kakeknya bilang ini semua demi kebaikannya agar tidak di tindas karena kakeknya tau Rayan sangat sederhana.


Dan Rayan menuruti permintaan kakeknya dan lihat sekarang dia terkenal karena kakeknya.


Dia juga sangat bersyukur karena orangtuanya yang tidak gila kerja. Sebisa mungkin Ayahnya akan menghabiskan waktu liburannya bersama dengan keluarga kecilnya. Rayan dan adiknya tidak pernah merasa kesepian Bundanya akan selalu memberi kasih sayang ketika Ayahnya harus bekerja.


"Assalamualaikum Rayan pulang!" salam Rayan di ambang pintu melepas sepatunya ditatah rapi di rak sepatu.


"Waalaikumsalam" jawab Bundanya yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu.


"Bun Rayan lagi kesel banget sumpah!" keluhnya kepada sang wanita cantik yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kenapa?" tanya sang Bunda penasaran.


"Ya masa Bun si Zergan nyuruh Rayan kerumahnya eh pas udah didatangin dia malah tidur terus sama mamanya Rayan di suruh pulang tau gitu tadi gak usah datang ke rumahnya" keluh Rayan sambil bersandar dibahu Bundanya.


"Hahaha lucunya" ucap Bunda Rayan mengelus rambut anaknya.


"Dih udah besar tapi manjanya nauzubillah banget lu!" ejek adik perempuan Rayan yang kebetulan baru keluar dari kamarnya.


"Bacot lu! sana!" usir Rayan tak terima.


"Udah-udah" sang Bunda melerai.


"Zergannya gak kerja Ray? kok kamu di suruh ke rumahnya?" tanya lembut Bundanya Rayan.


"Katanya sakit" jawab singkat Rayan.


"Nah itu Zergannya lagi sakit pantes aja Mamanya nyuruh kamu pulang biar Zergan istirahat dulu Rayan juga biar istirahat kan baru pulang kuliah" tutur Bunda Rayan lembut.


"Iya juga sih" balas singat Rayan.


"Kamu keburu emosi" ucap Bundanya.


"Emang si Rayan baperan jijik banget hahah" ejek Rere adik Rayan.


"Diem lu!" Rayan tidak terima dirinya diejek adiknya.


"Udah woy, Rere yang sopan sama Kakaknya Rayan cepet mandi udah mau malam nih" lerai sang Bunda.

__ADS_1


Rayan berlari menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.


Tak lama kemudian sang kepala keluarga sudah pulang kerja. Datang dengan muka letihnya namun seketika rasa lelah terbayar dengan senyum kedua bidadarinya yang menyambut kepulangannya.


"Hallo Ayah!" sapa Rere sambil mencium telapak tangan Ayahnya.


"Hallo juga Rey" balas sang Ayah sambil mengelus rambut anaknya.


Dengan sigap Jesslyn sang istri menyambut kedatangan suaminya dengan pelukan hangat.


"Capek hm? cepet mandi ya makannya udah siap" ucap Jesslyn istrinya.


"Iya sayang terimakasih" balas Arga sambil mencium kening istrinya.


"Dahlah gak dianggap" Rere memecah suasana.


"Mampos jadi obat nyamuk lu!" ejek Rayan dari atas.


"Diem lu!" balas Rere tak terima.


"Hm baru pulang ini Ayah capek, tengkar terus" suara Arga menegur anak-anaknya.


"Hehe enggak Yah becanda aja" jawab Rere nyengir.


"Keringin dulu napa tuh rambut!" suruh Rere yang merasa risih melihat rambut Kakaknya yang basah.


"Dih kok ngatur lu suka-suka gua lah!" balas Rayan.


"Risih tau!" jawab Rere tak terima.


"Bodoamat lah!" balas Rayan.


"Oh iya lupa belum ngasih tau Bunda kalau Avyn mau kerumah" ucap Rayan.


"Lah biasanya kan emang gak bilang" jawab Rere.


"Bukan buat jadi guru privat tapi sebagai teman mau ngajak makan malam di sini" jelas Rayan.


"Ohh gitu bagus kalau gitu sekalian nanti suruh bantu ngerjain tugas gua terus nonton film bareng" ucap Rere bahagia.


"Lu kira Avyn nemuin lu doang? kagak anjir" jawab Rayan.

__ADS_1


"Ya emang kenapa? bukan urusan lu lah" balas Rere.


"Dahlah gak guna ngomong sama lu" ucap Rayan sambil berdiri beranjak dari tempat duduknya tapi sebelum dia pergi dari ruang tamu dia dilempari bantal sofa oleh adiknya, karena dia tidak mau berdebat panjang jadi Rayan hanya diam saja.


Sekarang tujuan Rayan adalah ke kamar orangtuanya. Mengetuk pintunya menunggu dibukakan biasanya juga langsung nyeludur tapi karena dia sudah besar jadi tidak langsung masuk begitu saja.


"Kenapa Ray?" tanya Bundanya di depan pintu kamarnya.


"Avynka mau kesini tadi Rayan ajak tapi bukan buat ngajarin Ray tapi makan malam bareng di sini" jelas Rayan to the point.


"Wah serius boleh-boleh aja" jawab Bunda Jesslyn.


"Siap kalau gitu, ya udah Rayan ke kamar dulu ya".



Avyn sudah menyelesaikan semua tugasnya, tugas sekolah maupun tugas rumah sudah selesai semua. Sekarang dia sedang menikmati waktu santainya sambil menonton tv dan memakan beberapa camilan ringan.


Menunggu kedatangan Ibunya yang sebentar lagi pulang kerja. Dia akan segera meminta izin kalau nanti dia mau pergi sebentar dengan alasannya main kerumahnya Cellyn. Avyn sangat yakin kalau ibunya mengizinkan karena Ibunya mempercayai Cellyn untuk menjadi teman sekaligus penjaga Avyn kalau di kuliahan dia dibully.


Tak lama kemudian Ibunya Avyn tiba di rumah. Avyn menyambut dengan senyumnya, karena kecapekan sang Ibu langsung menuju ke kamarnya.


Avyn pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk ibunya dia sudah memasak. Baru-baru ini dia jadi suka memasak dan suka membaca resep-resep masakan agar dia bisa memasak untuk ibunya, jadi sang Ibu tidak perlu memasak.


Ibunya Avyn berjalan menuju ruang makan dengan wajah segarnya.


"Ini Bu makan dulu ya" tawar Avyn kepada Ibunya yang hanya dibalas senyuman.


Sang Ibu mulai memakan masakan anaknya dengan lahap tapi berhenti ketika melihat anaknya yang tidak ikut makan tidak seperti biasanya.


"Kok gak makan? apa lagi diet?" tanya Ibu Avyn.


"Enggak Bu, aku mau diajak Cellyn makan malam bareng jadi gak makan sekarang, apa diizinkan?" tanya Avyn berharap Ibunya mengizinkan.


"Beneran sama Cellyn?" tanya balik Ibunya.


"Iya sebentar lagi dijemput sama Cellyn" jawab Avyn.


"Hm boleh tapi jangan malam-malam" jawab Ibunya senyum Avyn langsung mengembang.


"Wah terimakasih Avyn mau siap-siap dulu ya" ucap Avyn yang kemudian berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Ibunya semakin hari semakin khawatir dia takut Avyn diambil Ayahnya dia masih belum siap dan berharap tidak akan terjadi.


__ADS_2