Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 73


__ADS_3

"Jangan sentuh besi itu! Mundur!"teriak Lee Sang tetapi tidak di dengar oleh kedua temannya.


Ketika salah satu preman itu memegang gagang besi itu dan mengangkat ke atas, ledakan dari dalam kotak itu membuat mereka semua terpental jauh.


DUAR!


Suara ledakan itu membuat gedung itu terbakar, dan Lee Sang terpental sangat dari dari kejadian. Ke dua preman itu meninggal dunia karena terkena ledakan itu. Lee Sang yang dalam ke adaan terdampar dengan luka yamg cukup serius membuatnya terbangun, melihat kobaran api melahap gedung itu.


"Tidak!" teriak Lee Sang.


Lee Sang langsung pingsan di tempat, kejadian ledakan di gedung itu sampai masuk ke berita. Membuat Yojin dan asiste Han yang sedang duduk di ruang santai mendengar berita bahwa gedung X telah mengalami ledakan yang sangat hebat sampai menewaskan 2 orang.


Yojin yang mendengar berita itu langsung menatap asisten Han.


"Apa itu gedung dimana aku memberitahu Lee Sang?" tanya Yojin.


"Sepertinya iya tuan, tapi siapa yang meletakan bom itu?" jawab asisten Han.


Moly yang melihat berita tentang ledakan bom di televisi langsung berkata, "masih ada orang yang sejahat itu, aku tidak bisa membayangkannya. Ini sangat mengerikan ya," Moly menatap Bunga.


Yojin menatap asisten Han, dan menjauh dari ruang santai menuju halaman rumah nya.


"Aku rasa ada yang tidak beres, siapa yang meletakan bom itu?" tanya Yojin.


"Apa semua ini rencananya pimpinan Hye Son tuan," sahut Han.


Yojin mengingat kejadian dimana saat itu ruangan nya sangat menegangkan, karena ke datangan Hye Son dan Lee Sang yang sama-sama menanyakan dimana harta itu. Tetapi Yojin sempat memperhatikan gerakan tangan Hye Son yang seolah memberi perintah kepada ajudannya untuk bertindak sesuatu, seketika Yojin langsung tersadar dari ingatannya.


"Apa benar dia yang melakukannya?" tanya Yojin.


Asisten Han yang melihat Yojin sedang memikirkan hal itu hanya terdiam.


■■■


Lee Sang yang mulai sadarkan diri, melihat di sekitaran nya berbeda, Lee Sang mulai bangun tetapi rasa nyeri di bagian kakinya membuatnya meringis kesakitan.


"Jangan banyak bergerak, kau terluka parah," kata pria tua itu.


Lee Sang langsung menoleh ke arah sumber suara, melihat pria paruh baya dengan baju yang sangat lusuh, rambuat yang sudah memutih sedang menghirup aroma kopi hangat.

__ADS_1


"Siapa kamu?" tanya Lee Sang.


Pria tua itu tersenyum, menatap jendela kamar.


"Apa kau suruhan Yojin untuk mencelakai ku?" tanya Lee Sang.


Pria tua itu menoleh ke arah Lee Sang sambil tersenyum, "aku dengar kau mengatakan Yojin, apa dia Park Yojin? Yang kau maksudkan."


Lee Sang menganggukan kepalanya, menatap pria itu.


"Apa kau mengenalnya?" tanya Lee Sang berusaha untuk bangkit dari tidurnya, tetapi melihat kondisi kakinya yang di balut kain kasa merasa kesal.


"Sudah ku katakan jangan banyak bergerak! Luka mu cukup serius! Kau harus beristirahat," seru Kim Jung.


"Jangan perdulikan aku, mereka saja ingin membunuhku. Kenapa kau menyelamatkan ku?" tanya Lee Sang.


"Aku menolong mu karena ke manusiaan, bukan hal lain. Kau terkapar di ujung gedung itu, jadi aku mengamankan mu dari kerumunan petugas kepolisian yang mulai bedatangan," jelas Kim Jung.


Lee Sang terdiam, mendengar semua yang di ucapkan Kim Jung. Karena kondisinya masih lemah, Lee Sang mengistirahatkan tubuhnya.


Berulang kali Hye Son membuka matanya, merasa kepalanya terasa sangat sakit. Hye Son mulai terbangun dari tidurnya, manatap makanan sudah di siapkan oleh Meri.


"Ada apa dengan ku semalam, aku kesusahan untuk mengingatnya," ucap Hye Son.


Hye Son memeriksa ponselnya, melihat kabar dari ajudannya jika gedung kosong itu sudah meledak semalam. Terdapat 2 korban tewas tetapi tidak di ketahui inisialnya, karena tubunya hancur berkeping-keping karena terkena ledakan itu.


Hye Son langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tak menghiraukan Meri yang sudah duduk menunggunya untuk sarapan. Hye Son setelah memakain stelan jas langsung duduk di meja makan.


"Kau terlihat sangat buru-buru, apa terjadi sesuatu?" tanya Meri.


Hye Son menatap Meri yang sangat santai memotong steak miliknya.


"Apa kau sudah mengetahui tentang ledakan di gedung kosong itu?" tanya Hye Son.


"Tentu, beritanya tersebar setelah ledakan itu menewaskan dua orang pria yang tak di kenal identitasnya," jawab Meri.


"Aku akan mengecek lokasi ledakan itu," ucap Hye Son.


"Baiklah, aku akan ke singapura nanti siang untuk menghadiri rapat klasik dari anak prusahan Mc. Group," kata Meri.

__ADS_1


"Baiklah, kau harus berhati-hati," ucap Hye Son langsung merapikan mulutnya dan langsung pergi meninggalakan Meri yang sedang sarapan.


Meri yang melihat Hye Son mulai menjauh dari hadapannya, langsung berdiru dan segera mengemasi beberapa pakaian nya untuk terbang ke singapura menggunakan jet pribadi.


Saat keluar dari kamarnya, Meri menggunakan kaca mata hitam dan mantel berbulu membuat nya terlihat sangat elegan, Meri berjalan menuju mobil yang sedari tadi sudah menunggunya.


Terdengar suara pesawat pun sudah terbang membawa Meri ke negara singa.


Hye Son yang akan mengecek lokasi ledakan itu bersama asisten Han langsung di cegah oleh Moly.


"Sayang, kau sedang sakit, apa sebaiknya tidak istirahat?" tanya Moly.


"Sayang, ini sangat darurat. Kemaren Lee Sang datang menemui ku dan menanyakan tentang harta itu, tetapi terjadi ledakan di geduung kosong itu, aku ceriga pria yang tewas di tempat adalah Lee Sang. Jadi aku harus memastikannya," jelas Yojin.


"Tapi, kau harus tetap menjaga kondisimu ya," kata Moly.


Hye Son pun mencium kening Moly dan langsung pergi menjauh dari hadapan Moly, melihat Yojin yang sudah menaiki Mobil, Moly pun kembali mengasuh Eji yang saat ini sudaj mulai berjalan.


Dengan girang Moly nyapa putra semata wayangnya yang berjalan tertati-tati dan akhirnya mulai terjatu di dalam pelukannya.


"Mbak istirahat aja ya, mbak kan baru pulang dari rumah sakit," kata Bunga.


"Melihat Eji bahagia, ceria. Badan ku langsung fit kembali," ucap Moly.


"Bunga, apa kau tidak ingin menemui keluarga mu. Atau menjenguk keluarga mu?" tanya Moly.


Bunga tersenyum, sepertu menahan kesedihan yang begitu dalam. Terlihat trauma di sorot matanya membuat Moly merasa bersalah dan langsung memeluknya.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti mu," sahut Moly.


"Tidak apa-apa mbak, aku baik-baik saja kok," kata Bunga.


Moly langsung menghibur Bunga, agar Bunga melupakan sedihannya.


Di lokasi ledakan itu sudah terpasang garis polisi, sehingga tidak semua orang bisa memasuki wilayan terlarang itu. Korban ledakan itu sudah di amankan oleh petugas kepolisian, Yojin yang ingin menuju lokasi ledakan itu, langsung menyuruh asisten Han membalikan arah menuju rumah sakit untuk memastikan korban itu bukan Lee Sang.


Mobil Yojin berpapasan dengan mobil Hye Son tanpa di ketahui orang mereka.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2