Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode 88 Queen dan Bagas


__ADS_3

Setelah mengatakan cinta nya kepada Lisa, Rico pun semakin giat dalam bekerja, agar bisa mempersunting Lisa.


Lisa juga semakin giat bekerja, mereka masih menyembunyikan dari Sanjaya bahwa mereka sudah menjalin hubungan. Di kantor mereka layak nya seperti karyawan biasa tetapi jika berada di luar Rico melakukan Lisa sangat romantis.


🌻🌻🌻


Pagi ini di kediaman Sanjaya di hebohkan dengan Queen. Queen berlari ke sana ke mari karena mencari barbie nya yang di sembunyikan oleh Bagas.


Bagas kesal dengan adik perempuan nya itu karena tidak di kamar, di ruang tamu, di mana pun jika ada kesempatan Queen selalu membawa boneka nya itu dan mengajak nya bicara, dan terkadang Queen terkikik geli sendiri dengan bahasa nya.


"Nona jangan lari lari, nanti nona terjatuh." Ucap Bi Lia


"Bi ndak apa apa kakak ndak jatuh kok."


"Nanti tuan bisa marah nona kalau nona terjatuh."


Queen langsung berhenti dari lari nya, dia mendekati bi Lia.


"Bi..liat belbi kakak, belbi kakak di sembunyikan abang, kakak kesel." Sambil mengerucutkan bibir nya.


"Bibi enggak liat non."


"Abang...mana belbi kakak, hikss...hiksss."


"Udah abang buang."


"Huwaa... abang jahat..kakak ndak mau teman teman lagi sama abang...daddy....mommy.."Teriak Queen.


Queen langsung berlari menaiki tangga, sesekali di menghapus air mata nya yang tumpah di pipi nya. Bi Lia langsung mengejar Queen karena takut terjatuh.


"Daddy...mommy..."Teriak Queen. Dia menggedor gedor pintu kamar mommy nya karena ketika dia membuka ternyata di kunci.


"Daddy....mommy...buka pintu na..hikss..hikss"


Rika yang memang mengalami morning sickness merasa lemas sekali, untuk beranjak saja rasa nya di tidak punya tenaga.


"Mas..bangun dulu..itu kakak di depan pintu mas, aku lemas sekali, enggak kuat kalau berjalan."


"Euggghhh..iya sayang, kamu tiduran aja ya."


"Iya mas."


Sanjaya melangkah kan kaki nya dan membuka pintu, dia melihat anak perempuan kesayangan nya yang terlihat berantakan.


"Putri daddy kenapa?"Sanjaya menyamakan tinggi nya dengan Queen.


"Daddy...abang jahat, hikss..hikss."Air mata Queen mengalir di kedua pipi nya.


"Kamu di apain abang sayang."


"Abang culik boneka belbi kakak, ndak tau simpan mana, kaka calik calik ndak ada."


"Ayo kita jumpai abang, biar daddy yabg bicara, kakak jangan nangis oke."


"Ote dad, hikss...hikss."


Sanjaya lalu menggendon Queen dan menutup pintu kamar nya. Dia menuruni tangga dan melihat Bagas yang asik dengan buku buku nya di ruang TV.


Sanjaya mendekati Bagas dan duduk di samping nya dan tetap memangku Queen.

__ADS_1


"Abang."Panggil Sanjaya dengan lembut.


"Iya dad."Sambil melihat Daddy nya.


"Bener abang yang sembuyiin boneka kakak."


"Enggak dad."


"Tapi kata kakak abang yang sembunyiin."


"Iya dad, abang simpan simpan boneka kakak, kakak ndak suka."


"Hufffttt..iya dad abang yang simoan boneka barbie nya."


"Kenapa di simpan abang, liat kakak jadi nangis."


"Abang kesel dad, kakak selalu bicara sama bonela barbie nya, selalu bilang nanti kalau belbi dah mamam kita tidull siang dulu ya bial ndak kena malah mommy,ballu nanti kita pesta, tellus nanti kita mandi pakai ail hangat ya supaya ndak dingin telluus pake bedak sama liptik dech, mau kan belbi itu yang selalu di bilang kakak dad, abang capek dengaer nya."


Sanjaya menahan tawa nya, mungkin jika dia di posisi Bagas dia juga akan melakukan hal yang sama.


"Jadi boneka nya sekarang di mana abang."


"Sudah abang buang." Sambil melihat kessal kepada Queen


"Huwa....abang jahat...daddy...kakak ndak suka sama abang, kakak ndak mau satu kamal tidull sama abang."


"Stop girl nangis nya, abang jangan buat kakak makin nangis dong sayang, daddy pusing denger nya."


"Abang janji mau pulangin boneka nya tapi ada syarat nya."


"Apa syalat na abang, jangan yang susah susah."Ucap Queen.


"Ndak mau, itu boneka kakak, dia bestie na kakak."


"Ya sudah kalau gitu boneka nya enggak abang pulangin."


"Daddy...kakak mau boneka belbi na."rengek Queen.


"Come on abang, daddy janji nanti kamar abang sama kakak di pisah."


"Benelan dad."


"Iya sayang."


"Yeayyy...ahil na kakak puna kamal sendili ndak mau bagi bagi lagi sama abang, weeekkk.."


"Mana boneka nya abang."


"Tunggu dad biar abang ambil."


Bagas lalu beranjak masuk ke dalam dapur, dia menyimpan boneka Queen di dalam gudang .


"Ini dad."


Queen langsung mengambil boneka kesayangan nya itu dan memeluk nya erat.


"Boneka belbi pasti takut ya, nanti kita mandi sama sama ya supaya belsih tellus ganti baju na pake baju plincess supaya kembal sama kakak, ote."


"Lihat kan dad, baru juga di kasi boneka nya langsung di ajak bicara."

__ADS_1


"Ya sudah enggak apa apa abang. Abang sama kakak di sini dulu ya, daddy mau banguni mommy dulu oke, jangan berantem lagi."


"Mommy belum bangun dad, mommy tidull tellus."


"Iya sayang, kepala mommy pusing makanya daddy suruh mommy tidur lagi."


"Ooo..pusing pusing kepala na mommy."


"Abang jaga kakak oke."


"Oke dad."


Sanjaya meninggalkan kedua anak kembar nya dan bergegas ke dalam kamar, dia sedikit khawatir karena wajah Rika tampak pucat.


"Sayang..bangun yok, sarapan dulu."


"Mas duluan aja ya, aku belum lapar mas."


"Jangan begitu, meskipun belum lapar seenggak nya makan sedikit saja, kelapa nya masih pusing sayang."


"Sedikit mas."


"Sini mas pijitin tapi setelah itu kasi mas vitamin ya sayang."


"Vitamin apa mas."Rika melihat Sanjaya dengan heran


"Vitamin itu sayang."Sanjaya menunjuk benda kenyal Rika


"Yang mana mas."Rika tidak oaham maksud Sanjaya


"Ini sayang."Sanjaya menunjuk benda kenyal Rika


"Mas..jangan ngada ngada dech, ini masih pagi lagian aku juga masih pusing mas."


"Tapi mas ingin sayang, mas gemea pengen gigit benda kecil itu."


"Iihhhh...enggak ada ya mas."


"Sayang...mau ya?"Bujuk Sanjaya


"Sebentar saja ya mas."


"Tapi dua dua nya ya sayang."


"Ya ampun mas, pagi pagi udah mesum kamu mas."


"Hehehe...namanya kamu candu bagi mas sayang, boleh ya sayang dua nya, mas pengen gigit 1 terus yang satu lagi mas mau memelintir nya sayang terus nanti mas menghisap nya gantian."


"Ya ampun mas, rapi banget rencana mas ya."


"Hehehe...iya dong sayang."


"Enggak usah di pijit kalau gitu mas."


"Eitttsss...enggak bisa sayang."


"Ya sudah kalau gitu, aku pasrah saja mas."


"Jangan gitu dong sayang, kamu juga harus menikmati nya."

__ADS_1


"Hem...suka suka mas saja."


__ADS_2