
"Thanks ya Lyn dah nganterin gua" ucapan terimakasih Avyn kepada Cellyn.
"Iya sama-sama sans aja napa" jawab Cellyn santai.
"Benaran Lyn lu gak mau mampir? dah lama juga lu gak main kerumah" tawar Avyn.
"Enggak dulu Vyn kapan-kapan ya pasti mampir kok" jawab Cellyn.
"Nanti malam jadi ya Lyn ikut gua" tawar Avyn sekali lagi.
"Iya pasti gua kesini lagi ntar malam sekalian ngizinin lu kan" jawab Cellyn.
"Thanks banget ya Lyn".
"Iya sans aja gua duluan ya" pamit Cellyn.
"Hati-hati di jalan Lyn!" balas Avyn sambil teriak belum sempat dijawab Cellyn sudah menjalankan mobilnya Avyn hanya bisa tersenyum.
Avyn langsung masuk ke dalam rumah dia pulang ke rumah terlambat 5 menit. Avyn sosok orang yang disiplin karena memang dia sudah diajarkan oleh Ibunya bagaimana memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Untung saja tadi Cellyn tadi mengendarai mobil Audi R8 miliknya dengan kecepatan di atas rata-ratanya Avyn tidak keberatan dengan hal itu karena dia sudah terbiasa.
Sekarang waktunya Avyn melakukan tugas rumahnya setelah dia akan segera mengerjakan tugasnya agar nanti malam bisa diizinkan pergi.
Avyn tidak pernah memberitahukan Ibunya kalau dia bekerja sampingan sebagai guru privatnya Rayan. Jika tau Ibunya akan marah besar karena Ibunya akan mengira dia tidak mampu membiayai Avyn sehingga dia harus bekerja. Avyn merasa sangat cukup dengan hal itu hanya saja dia ingin memiliki tabungan agar suatu saat nanti dia bisa membanggakan Ibunya.
…
Seorang pemuda tampan sedang menikmati tidur siangnya padahal hari ini cuacanya cukup panas tapi pemuda ini malah nyenyak tidur dengan selimut tebalnya.
Di sisi kanan kirinya ada kedua orangtuanya yang setia menemaninya. Sepertinya dia tidur dengan keadaannya bahagia apa dia mimpi indah? bisa saja begitu.
Sejak tadi pagi mereka enggan pergi dari sisi anaknya tidak ingin sedetik meninggalkan anak satu-satunya mereka. Memandangi wajah manis anaknya yang sedang terlelap sehingga mereka ikut terbawa suasana dan menyusul anaknya kedalam alam mimpi.
Rayan memarkirkan motor sportnya di kawasan mewah milik temannya. Sama seperti biasa rumahnya selalu sepi hanya ada satpam di depan jika dia masuk ke dalam pasti bisa dibayangkan bagaimana sunyinya rumah ini.
"Untung Ayah sama Bunda enggak beli rumah segede ini sayang ntar gak kepakai masa ya harus gua tiap keliling rumah terus biar gak sunyi" batin Rayan sambil berjalan menuju rumah mewah tersebut.
__ADS_1
Rayan menekan bel rumah tersebut menunggu sebentar untuk dibukakan pintunya. Wanita dengan senyumnya menyambut kedatangannya dengan senang hati Rayan membalas senyumnya.
"Eh ada Rayan tumben sekali" tanya Bu Ani.
"Hehe iya Bu kebetulan aja pingin ketemu Zergan katanya dia sedang libur" balas Rayan ramah.
"Iya Zergan sakit jadi dia libur, sebenarnya yang libur bukan Zergannya aja Mama Papanya juga ikutan gak kerja" jelas Bu Ani.
"Lah mereka sakit juga ya Bu?" tanya Rayan penasaran.
"Eh enggak cuma mereka khawatir sama keadaan Zergan" jawab Bu Ani.
"Zergan sakit apa sebenarnya ya Bu? parah ya?" tanya Rayan.
"Alhamdulillah enggak separah itu cuma demam aja tadi sudah diperiksa dokter" jelas Bu Ani.
"Syukurlah kalau begitu" jawab Rayan.
"Eh kok jadi ngobrol di sini mari silahkan duduk" Bu Ani mempersilahkan Rayan duduk di ruang tamu mewahnya.
Rayan duduk menunggu Bu Ani yang katanya mau memanggil atasnya di rumah sebenarnya dia ingin menemui Zergan tapi kok yang di panggil orangtuanya.
"Rayan baru pulang dari kuliah ya? apa nanti gak dimarahin soalnya pulang telat" tanya Bu Ani.
"Enggak Bu udah biasa" jawab Rayan.
"Udah biasa pulang telat?" tanya Bu Ani penasaran.
"Hehe iya tapi gak dimarahin mereka udah tau kalau saya pulang telat itu kemana aja" jelas Rayan.
"Oalah begitu, saya izin ke belakang dulu ya" pamit Bu Ani.
"Oalah anjir gua biasanya juga langsung nyeludur langsung masuk ke kamarnya Zergan ini berasa gua tamu penting aja" batin Rayan dalam hati.
Di dapur Bu Ani sedang menghubungi Leandra sebenarnya tadi mereka sudah berpesan kalau ada orang dari perusahaan yang mencari mereka Bu Ani harus bilang mereka tidak bisa ditemui. Tapi karena tamunya nyari Zergan jadi Bu Ani nanya dulu boleh bertemu atau tidak, kasihan juga capek-capek pulang kuliah masa gak ketemu orang yang dia cari.
"Hallo Bu selamat Sore maaf sebelumnya jika mengganggu waktu istirahat Ibu" ucap Bu Ani.
__ADS_1
"Sore, tidak masalah ada apa?" tanya Leandra to the point.
"Itu Bu ada temannya Zergan" jawab Bu Ani.
"Yang mana?" tanya Leandra.
"Rayan Bu, apa bisa bertemu?" tanya Bu Ani.
"Ohh Rayan sebentar saya ke bawah" balas Leandra.
Telfon dimatikan oleh Leandra dia melihat anaknya yang masih tertidur lelap di sampingnya. Menyentuh dahinya apa masih demam. Leandra tersenyum saat demam anaknya sudah menurun, dilihatnya suaminya yang ikut tertidur di samping anaknya.
Leandra bangun karena di bawah ada temannya anaknya. Leandra tak tega membangunkan anaknya jadi dia saja yang menemu Rayan.
Leandra menuruni anak tangga masih lengkap dengan baju kantornya walau dia baru bangun tapi masih terlibat elegan dan cantik.
"Hallo Rayan Selamat Sore" sapa ramah Leandra.
"Hallo juga Tante" balas ramah Rayan.
"Rayan tumben sekali baru pulang kuliah ya nak?" tanya Leandra.
"Tadi Zergan telfon saya katanya suruh ke sini soalnya dia lagi libur gitu Tante" jelas Rayan.
"Oh begitu ya, apa dia tidak memberitahu kalau Zergan tidak masuk kerja karena sakit?" tanya Leandra lagi.
"Oh Zergan sedang sakit kalau tau begitu tadi Rayan membawa buah tangan hehe" jawab Rayan.
"Tapi Zergannya masih tidur" ucap Leandra singkat.
Dalam hati Rayan memaki-maki Zergan buang-buang waktunya saja tau begitu tadi dia langsung pulang. Rayan paham maksud ucapan Mamanya tadi artinya dia tidak bisa menemuinya sekarang.
"Yasudah kalau begitu saya pamit dulu Tante maaf bila mengganggu waktunya" pamit Rayan.
"Maaf ya nak nanti Tante bilang sama Zergan kalau tadi ada Rayan nyariin, hati-hati di jalan jangan ngebut titip salam juga buat Ayah Bundanya Rayan ya" ucap Leandra.
"Gakpapa Tan, siap kalau itu" jawab Rayan.
__ADS_1
Rayan keluar dari rumahnya Zergan dengan ekspresi kesalnya dia juga tidak terlalu akrab dengan kedua orangtuanya yah karena mereka jarang bertemu karena sibuk dengan pekerjaan, berbanding terbalik dengan Zergan yang cukup akrab dengan keduaa orangtuanya Rayan karena mereka tidak sibuk.
"Awas ae lu ya" batin Rayan.