
Satu bulan berlalu kini Aletha bekerja di sebuah hotel sebagai FOOD & BEVERAGE MANAGER. Sementara Daniel sudah sebulan mulai bersekolah.
walau Daniel masih berumur empat tahun akan tetapi dia sangat menyukai dan mencintai seni.
Itu sebabnya Aletha menyekolahkan Daniel di dua sekolah sekaligus.
Jika di pagi hari Daniel akan belajar di sekolah khusus pendidikan dan setelah tengah hari hingga sore maka Daniel akan melanjutkan sekolahnya khusus seni.
Aletha juga menyewakan seorang guru les privat untuk Daniel.
Setelah pulang sekolah Daniel akan diantarkan oleh guru les privat tersebut ke sekolah jurusan seni.
Siswa yang bersekolah disana adalah anak-anak dari yang berpendapatan diatas rata-rata seperti Aryni.
Daniel duduk disebuah bangku sedang mengaduk tanah liat namun dia kekurangan sedikit air hingga dia harus mengambil air terlebih dulu.
Saat berjalan Daniel melihat sebuah ruangan dan disana khusus untuk anak-anak berumur sembilan sampai sepuluh tahun.
Kelompok kelas mereka akan di bagi berdasarkan umur.
Daniel melihat sebuah kursi yang terbuat dari tanah liat dan kursi tersebut menarik perhatian Daniel.
Tanpa memikirkan orang-orang yang ada disana Daniel menghampiri kursi tersebut.
" Jangan di pegang" tulisan itu di tulis di selembar kertas yang terletak tepat diatas kursi tersebut.
Daniel mengambil kertas tersebut lalu tanpa ragu mendudukinya. Tidak lama kemudian kursi yang terbuat dari tanah liat itu kini sudah terbagi menjadi beberapa bagian.
Melihat itu para murid yang ada didalam kelas itu seketika heboh.
Tidak lama kemudian seorang gadis cantik berambut panjang dan berumur sepuluh tahun baru saja masuk kedalam ruangan itu.
Gadis itu langsung berlari saat melihat karyanya yang dia kerjakan berbulan-bulan hancur begitu saja.
" siapa yang melakukan ini" kata gadis itu berteriak dengan suara yang keras dia adalah Aryni.
" aku pikir kursinya sudah jadi. " kata Daniel
" apa???? "
" kamu yang merusak nya? " kata Aryni sambil mendorong Daniel dengan kesal dan mengutip bagian-bagian kursi tersebut.
" kenapa kamu mendorong ku? "
" aku tidak sengaja merusak nya" kata Daniel kembali mendorong Aryni.
Seketika kedua anak itu saling beradu dan membuat kelas tiba-tiba ramai. akan tetapi anak-anak yang ada disana hanya menontonnya karena mereka tidak tahu caranya untuk memisahkan keduanya.
Kebetulan hari ini Carson sedang mengunjungi sekolah tersebut karena dia adalah salah satu investor disekolah itu.
Beberapa guru pun berlari ke dalam kelas itu untuk memisahkan mereka berdua.
Guru les Daniel pun ikut berlari kesana. sementara Carson berjalan-jalan mengelilingi setiap ruangan yang terdapat disana hingga dia dan kepala sekolah melihat sebuah ruangan sangat ramai.
__ADS_1
Carson dan kepala sekolah pun berjalan menghampiri ruangan tersebut.
" ada apa ini ribut-ribut? " kata kepala sekolah tersebut.
" maaf pak.. "
" anak-anak.... " kata salah satu guru yang ada disana.
" Aryni ada apa ini?? " kata Carson
" dia telah merusak kursi yang aku buat. " kata Aryni.
" aku kan sudah bilang tidak sengaja, lalu kenapa kamu mendorong ku? " kata Daniel
" kamu sengaja "
" bahkan aku sudah membuat tulisan disana untuk tidak di pegang" kata Aryni
" kamu menulis untuk tidak di pegang"
" aku tidak memegang nya, aku hanya mendudukinya. "
" seharusnya kamu tulis disana untuk tidak di duduki. "
" aku menduduki kursi itu karena aku tahu kursi itu memang untuk diduduki bukan untuk di pegang. "
" jadi aku tidak salah " kata Daniel
Mendengar jawaban Daniel Carson pun ingin tertawa namun dia menahan tawanya karena dia takut menyinggung Aryni.
" kamu sudah menyentuh yang bukan milik mu." kata Aryni
" kamu jangan salahkan aku. "
" jika memang itu berharga untukmu maka seharusnya kamu menjaganya bukan membiarkannya begitu saja. " kata Daniel
" apa?? " kata Aryni
Carson hanya tersenyum melihat kedua anak keras kepala itu. terlebih lagi melihat Daniel sifat keras kepala nya dapat menarik perhatian Carson.
" maafkan anak saya.... " kata Dewi guru les Daniel
" aku tidak mau... "
" suru dia yang meminta maaf" kata Aryni
" aku tidak mau... "
" aku tidak bersalah, lalu untuk apa aku minta maaf " kata Daniel mempertahankan dirinya.
" apa.... " Aryni semakin kesal
" sudah-sudah.... "
__ADS_1
" kamu bawalah dia pergi" kata Carson kepada Dewi.
" Aryni ikut papah" kata Carson
Dengan perasaan marah Aryni pun mengikuti Carson.
" kenapa papah membiarkan dia" kata Aryni
" dia memang tidak bersalah " kata Carson
" papah bahkan memihak dia?? " kata Aryni
" papah tidak memihak dia sayang " kata Carson
" papah tahu berapa lama Aryni membuat kursi itu?? "
" tapi lihat lah pah dia bahkan merusaknya hanya sebentar " kata Aryni
" itu artinya kamu masih gagal. "
" dia hanya membantumu menjelaskan bahwa ada yang masih kurang didalam karya mu. "
" untuk apa kamu membuat sesuatu jika itu tidak berfungsi. "
" kamu harus belajar dari kegagalan, gagal beberapa kali untuk berhasil itu biasa. "
" perhatikan apa yang kurang, dan dimana kesalahan nya. "
" maka setelah kamu tahu jawabannya, tidak ada salahnya untuk mencobanya lagi. " kata Carson
" lalu jika masih belum berhasil? " kata Aryn
" maka belajar lagi sampai berhasil " kata Carson
" Aryni mengerti pah" kata Aryni
" jadi... "
" lupakan masalah hari ini dan jangan berantem lagi. "
" kamu mengerti?? " kata Carson
" ia pah" kata Aryni
" nah.... "
" pergilah... "
" belajar lagi,,,, "
" buat kan papah kursi yang lebih bagus lagi" kata Carson
Aryni pun kembali ke dalam ruangan nya. setelah Aryni pergi Carson teringat dengan Daniel.
__ADS_1
Carson pun penasaran dengan Daniel karena dia melihat dirinya didalam diri Daniel dan belum lagi itu, wajah mereka mirip saat dia waktu kecil.