Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 66


__ADS_3

Yojin telah merubah penampilannya di bantu oleh Bunga dan Moly, Bunga sedikit merubah penampilan Yojin yang tampan menjadi pria jelek agar tidak ada yang memgenalinya.


Saat Yojin bercermin, dirinya sangat terkejut melihat wajahnya berubah 80%.


"Astaga, kenapa aku sangat jelek," celetuk Yojin sambil menatap cermin itu.


"Jika kau masih terlihat tampan, semua orang yang ada di sana akan mengenali mu," sahut Moly.


"Yang benar saja, ini sangat buruk," ucap Yojin tidam terima dengan penampilannya yang sekarang.


"Terserah kau saja, jika tidak mau ya sudah pergi saya sana ke salon, " hardik Moly.


Yojin hanya terdiam saat mengedar sautan dari Moly yang terlihat sangat kesal dengan Yojin. Yojin pun menerima penampilan barunya dan segera mengganti pakaian dengan pakaian perugas kebersihan. Memakai topi dan bersiap berangkat.


Yojin dan Riko sudah berada di dalam mobil, dan mobil itu melaju dengan kecepatan yang cukup sedang. Saat memasuki kawasan gedung pemakaman kakek Je, Riko dan Yojin langsung menghentikan mobil nya di tempat parkiran dan mereka berdua keluar dari mobil berjalan menuju pintu masuk.


Mereka berdua menunjukan kartu identitas sebagai petugas kebersihan yang memang sudah di jadwal kan untuk membersihkan ruangan itu. Mereka berdua pun memasuki gedung itu, melihat di dalam gedung di penuhi penjaga yang membuat Yojin dan Riko sangat kesulitan.


Riko melihat titik CCTV yang berada di dalam gedung itu. Yojin mulai masuk ke dalam ruangan untuk meletakan membersihkan ruangan sekitar dekat dengan pintu rahasia itu.


Melihat pintu rahasia itu tertutup, Yojin dengan cepat akan membuka pintu itu, tetapi dia menyadari jika pintu itu di pasang alarm. Siapapun yang memegangnya akan berbunyi.


Yojin langsung berbicara dengan Riko melalui pelacak suara yang sudah terpasang di telinganya.


"Pintu itu di pasang alarm," bisik Yojin kepada Riko.


"Biarkan saja, jangan kau sentuh. Itu hanya jebaka, kita sepertinya harus segera meninggalkan tempat ini, segera selesaikan tugas mu," pinta Riko dengan tergesa-gesa.


Yojin yang mendengar permintaan dari Riko langsung memasang, beberapa titik penyadap suara. Dengan cepat Yojin langsung keluar dan mereka berdua sudah memasuki mobil itu dengan perasaan yang tak karuan.


Saat mereka berdua di dalam mobil, Riko melihat mobil mewah itu melewati mobil Riko dan berhenti tepat di depan pintu masuk. Saat pintu mobil itu terbuka, Riko melihat Hye Son ke luar dari Mobil itu.


"Pimpiman Hye Son," ucap Riko, Yojin pun langsung menoleh ke arah mobil mewah itu.

__ADS_1


"Kenapa dia kemari?" tanya Yojin.


"Ini bukan waktu yang tepat tuan," kata Riko langsung melajukan mobilnya.


"Kita harus melakukannya nanti malam," ucap Yojin.


"Apa kau tahu, aku hampir saja ketahuan karena ada salah satu penjaga yang hampir mengenali ku, ternyata dia berfikir aku pamannya. Astaga jantung ku hampir saja mau copot," kata Riko mengatur napasnya.


Yojin tertawa karena melihat ekspresi Riko mengundang tawa.


"Apa lagi yang harus kita lakukan?" tanya Yojin kepada Riko.


"Nanti malam waktu yang tepat tuan, aku dengan hanya akan ada sebagian penjaga yang berjaga nanti malam, karena mereka sebagian besar akan mengawal pimpinan untu menghadiri acara pertemuan antar negara," kata Riko.


Yojin yang mendengar pertemuan antar negara, langsung melihat tanggal dan bulan. Yojin langsung mengingat jika seharusnya dia lah yang menghadiri acara itu, tetapi karena berita yang beredar di luar sana membuat Yojin tak bisa menghadiri dan Hye Son lah yang menghadiri.


"Baiklah, kita harus selesaikan nanti malam," ucap Yojin.


■■■


"Dimana Park Yojin?" tanya Han.


"Dia sedang menjalankan tugasnya, kau jangan pikir kan dia. Fokus saja dengan kesembuhan mu itu lebih penting," jawab Zeki merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Baik lah Dok, katakan kepada Riko untuk melewati pintu rahasia yang terletak di dekat dengan pohon jeruk ada pintu yang dirambati akar yang sangat tebal, pintu itu akan menembus langsung ke pintu rahasia," ucap Han kepada Zeki.


Zeki yang mendengar semua yang terucap dari bibir Han langsung menelpoan Yojin. Tidak mendapat jawaban dari Yojin, Zeki pun menghubungi Moly untuk menanyakan keberadaan Yojin.


Zeki langsung pergi meninggalkan Han dengan terburu-buru keluar dari kamar VVIP, berlari melewati koridor rumah sakit. Jerri yang melihat Yojin berlari dengan sangat terburu-buru membuatnya merasa sangat heran.


"Hei ... kau mau kemana!" seru Jerri tak di hiraukan oleh Zeki yang semakin menjauh dari Jerri.


Jerri langsung kembali berjalan menuju ruanganya.

__ADS_1


Zeki langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, sampai di rumahnya Zeki langsung memarkirkan mobilnya dan menemui Moly.


Zeki langsung masuk ke dalam rumah, melihat Moly sedang duduk menggendong Eji yang mulai tertidur membuat Zeki memberi isyarat untuk menanyakan Yojin.


Moly pun langsung menidurkan Eji di kamar nya.


"Yojin sedang pergi, mungkin sebentar lagi akan pulang," jawab Moly duduk di ruang sampai bersama Zeki.


Melihat ada mobil masuk ke halaman rumah Zeki, Moly dan Zeki ikut keluar mendekati mobil itu.


"Ada apa?" tanya Yojin melihat Moly dan Zeki berdiri di hadapan Yojin.


Mereka langsung masuk ke ruangan kerja milik Zeki. Zeki pun langsung mengatakan jika dirinya mendapat pesan dari asisten Han untuk mengatakam tentang jalur rahasia.


Yojin merasa bingung dengan ucapan Zeki, Zeki pun langsung menjelaskan secara detail semua yang di katakan Han mengenai jalur rahasia yang langsung mengarah ke pintu rahasia itu.


"Informasi yang sangat bagus," sahut Riko.


"Nanti malam pimpinan Hye Son akan menghadiri pertemuan besar, ini menjadi peluang yang sangat besar untuk memasuki gedung itu. Jika kata mu ada jalan rahasia di dekat gedung itu, itu artinya akan lebih mempermudah kita untuk masuk," jelas Riko.


"Pintu itu di pasang alarm agar tidak semua orang bisa membuka pintu itu," ucap Yojin.


"Letakan jari telunjuk mu, di dekat alarm itu. Alarm itu tidak akan berbunyi, karena Han mengatakan dia sengaja memangkan alarm itu untuk berjaga-jaga, agar tidak semua orang bisa membuka pintu rahasia itu," jelas Zeki membuat Yojin menatapnya dengan antusias.


Yojin pun bersiap untuk pergi bersama Riko, Moly yang melihat Yojin menatap cermin langsung mendekati Yojin.


"Kenapa wajah mu terlihat seperti itu," ucap Moly sambil memeluk Yojin.


Yojin yang merasakan pelukan itu langsung membalikan tubuhnya kembali memeluk Moly.


"Aku harus segera menyelesaikan tugas ini, aku ingin mengembalikan semua harta yang memang bukan menjadi hak ku, Alm. Kakek Je pernah mengatakan jika dia sengaja menyimpan seluruh harta itu dari keserakahan banyak orang. Saat nya aku harus membagikan semua harta itu untuk orang yang memang membutuhkan," jelas Yojin sambil memeluk Moly.


"Aku mengerti, jaga dirimu baik-baik," kata Moly.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2