Istri Bayaran

Istri Bayaran
Rere with her friend


__ADS_3

Arga sudah bersiap-siap untuk menjemput anak gadisnya. Padahal Rere tidak meminta untuk dijemput karena dia tau orangtuanya masih kerja, Rere bersyukur memiliki teman yang mau ngantar Rere pulang hampir setiap hari.


Jesslyn membuka suara, "Udah menghubungi Rere kalau kamu mau jemput?" tanya Jesslyn.


Arga menoleh, "Belum tapi tidak harus biar kejutan udah lama juga gak jemput dia" jawab Arga yang kemudian pamit untuk menjemput Rere.


Jesslyn kembali fokus ke pekerjaan yang masih belum selesai. Biasanya dia akan pulang sore tapi sepertinya hari tidak karena masih belum selesai. Jesslyn selalu pulang lebih awal dari Arga karena dia juga harus mengurus pekerjaan rumah. Keluarganya tidak mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga agar bisa lebih mandiri. Awalnya Arga menolaknya takut Jesslyn terlalu kelelahan, Jesslyn berhasil meluluhkan hati Arga.


Waktu Rayan masih bayi Arga dan Jesslyn tidak bisa mengurusnya 24 jam karena memang sibuk dengan pekerjaan. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyerahkan semua tugas kepada baby sitter tapi juga didampingi oleh Ibunya Arga biar lebih aman.


Karena waktu memang pengalaman pertama mereka berdua jadi masih perlu banyak latihan. Satu tahun usia Rayan, Jesslyn ternyata mengandung lagi. Dari sini akhirnya Jesslyn memutuskan untuk vakum dari pekerjaan dan memfokuskan dirinya untuk mempelajari jadi seorang Ibu yang baik.


Arga dan Jesslyn tidak akan membuat anak-anak merasa kurang perhatian orangtua dengan alasan sibuk. Sesibuk apapun dirimu jangan lupakan keluarga yang selalu ada untuk mendukung dan menyemangati mu.


Arga dan Jesslyn berhasil mendidik kedua anaknya dengan penuh kasih sayang. Walau Rayan bisa dibilang dia sangat bandel tapi memang wajar untuk remaja.


Bukan berarti Arga dan Jesslyn selalu melewati dengan mudah. Semua orang butuh perjuangan yang harus dilewati. Banyak yang bilang hidup tidak selalu mulus kadang di atas kadang juga di bawah.


Arga juga sempat mengalami masalah pada perusahaan yang hampir bangkrut karena ditipu. Namun dia tidak menyerah begitu saja walaupun Ayahnya ingin membantu untuk bangkit lagi tapi Arga menolaknya karena dia ingin berusaha sendiri dengan niat yang baik dan tentunya semangat dari orang-orang yang menyayanginya.


Pada akhirnya Arga usahanya membuahkan hasil yang baik dia berhasil membuat perusahaannya banyak dikenal banyak orang yang membuat perusahaannya berkembang pesat.


Memang benar usaha yang kita lakukan pasti membuahkan hasil yang memuaskan asal ada niat dan semangat. Lelahmu akan menjadi hal yang terpampang indah di depanmu jika kita mau usaha.



Arga sudah tiba di depan sekolah anaknya. Banyak kendaraan yang keluar dari sekolah itu tandanya sekolah sudah pulang Arga datang dengan tepat waktu.


Sekarang dia menunggu Rere keluar dari gerbang, tanpa dipanggil dia sudah tau jika ada Ayahnya yang menjemputnya.

__ADS_1


Sudah keliatan dari jauh mobil mewah Arga karena memang mobilnya paling mencolok. Yang paling bagus di antara banyaknya mobil di situ.


Rere menghampiri Ayahnya yang menunggunya, tiba-tiba sekali Ayahnya mau menjemputnya.


Arga banyak dilihat orang di sini mulai dari murid-murid yang berlalu lalang, para orang tua yang menjemput anaknya.


Arga dengan style jas kantornya dan kacamata hitamnya sangat menarik banyak perhatian. Dengan mobil mewah sportnya yang membuat orang-orang takjub. Sangat terlihat jika dia orang terpandang, Rere tidak sekolah di sekolah yang mewah dia bersekolah di SMA negeri. Jadi tidak terlalu banyak orang yang berasal dari kalangan atas. Rere selalu terlihat sederhana tidak pernah memarkan harta yang dia punya. Dia berpikir ini semua bukan miliknya tapi milik orangtuanya jadi untuk apa disombongkan.


Arga hanya bisa tersenyum menanggapinya dia sendiri sudah bisa jika selalu dijadikan pusat perhatian.


Rere menjabat tangan Ayahnya, "Tumben banget ini mah, emang Ayah gak sibuk?" tanya Rere.


Yang dipanggil Ayah membuka kacamata, "Tidak sibuk mangkanya bisa jemput kamu sekarang" jawab Arga mencubit hidung anaknya gemas.


Rere tertawa, "Rere enggak nyangka sih kalau Ayah bisa jemput Rere" ucap Rere masih tidak percaya Ayahnya menjemputnya.


"Haha kamu ini, gak mau pulang?" tanya Arga, karena Rere tidak langsung masuk ke dalam mobil.


Tapi sebelum dia masuk ke dalam mobilnya temannya memanggilnya, reflek Rere menoleh ke arahnya.


"Oh kamu dijemput ya Re jadi kita gak pulang bareng hari ini" ucap temannya dengan nada sedih.


Rere yang melihatnya tertawa, "Apaan sih kayak gak ada hari lagi aja" jawab Rere kepada teman yang selalu mengantar Rere hampir setiap hari.


Arga merasa tidak dianggap, dia pun berdehem membuat temannya Rere melihat ke arahnya. Dia turun dari motor sportnya merahnya kemudian menyapa Ayahnya Rere.


"Selamat sore om, apa kabar?" sapanya ramah.


Arga mengangkat alisnya melihat dari atas sampai bawah. "Kayak gak asing pernah ketemu kita?" tanya Arga.

__ADS_1


"Em kurang tau kalau itu om, emang pernah ya?" tanyanya.


Di sisi lain Rere hanya menyimak saja. Ayahnya selama ini tidak tau kalau dia sahabat lebih tepatnya orang yang paling dekat dengannya bukan berarti mereka pacaran.


"Siapa namamu?" tanya Arga.


"Arkan om salam kenal ya om" jawabnya sambil nyengir.


Arga berusaha menampilkan wajah seriusnya. "Ohh tapi kamu kenal saya kan?" tanya Arga lagi.


"Kenal om kan Ayahnya teman saya barusan juga kenalan kan om" jawab Arkan senyum-senyum. Diam-diam Rere menahan tawanya karena tingkah Ayahnya.


"Bukan itu maksud saya yang tadi apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Arga lagi karena masih penasaran.


Arkan bingung padahal sebelumnya belum pernah ketemu. "Kalau diingat-ingat ya kan om enggak sih, kan kalau saya ngantar Rere pulang gak pernah ketemu om jadi sepertinya enggak" jelas Arkan.


Arga menggangguk mengerti, "Kamu cowoknya Rere?" tanya Arga lagi.


"Oh bukan om we just friend, emang gakpapa om kalau jadi pacarnya anaknya om?" tanya Arkan.


Rere yang mendengar percakapan itu melototkan matanya. "Jan ngadi-ngadi lu hey!" ucap Rere tidak terima.


Arga berdehem, "Oh kirain kalian pacaran, are you famous here?" tanya Arga.


"Wih keren om pakek bahasa Inggris" jawab Arkan mengacungkan jempolnya.


"Please answer my question" tanya Arga masih dengan ekspresi seriusnya.


"I don't know but, I am handsome" jawab Arkan percaya diri.

__ADS_1


Rere bingung kenapa Ayahnya menanyai pertanyaan yang aneh-aneh, bukannya bertanya tentang bagaimana dia menyelesaikan tugas-tugasnya dan masih banyak lagi pertanyaan yang berguna lainnya.


"Berarti banyak yang suka kamu? tapi kamu milih anak saya soalnya dia cantik" jawab Arga percaya diri. Arkan hanya mengangguk mengiyakan. Ternyata lucu juga Ayahnya Rere.


__ADS_2