
Sanjaya semakin memainkan lidah nya di bawah sana. Dia mengobrak abrik semua yang di lembah savana Rika. Rika pun semakin menekan kepala Sanjaya agar semakin dalam dengan lidah nya.
"Mas..udah..aku...aku udah enggak tahan."
Sanjaya lalu mengangkat wajah nya dan membersihkan mulut nya dengan tissue.
"Apa kau suka sayang?"
"I..iya mas."Ucap Rika malu malu
"Mau yang lebih nikmat sayang?"
"Ihhh....jangan yang aneh aneh ya mas."
"Enggak aneh kok sayang, ini akan membuat terbang ke langit ke tujuh."
"Hahahah...aku enggak yakin mas."
"Kau menantang mas sayang?"
"Heem."
"Kalau mas bisa membuat mu melayang, kau harus bisa membujuk bocah kecil itu supaya membatalkan perjanjian itu, bagaimana?"
"Baiklah mas." Rika sengaja mengatakan itu, tetapi dia tidak akan membantu Sanjaya untuk membatalkan perjanjian nya dengan anak laki laki nya.
Sanjaya pun memcium semua wajah Rika, lalu turun ke leher dan menghisap nya dengan kuat sehingga meninggalkan bekas.
Sanjaya turun ke bagian ke benda kenyal,tangan kanan nya ikut beraksi ke benda kenyal kanan Rika sementara mulut Sanjaya berada di benda kenyal sebelah kiri.
Setelah puas di benda kenyal dan jangan lupakan begitu banyak tanda cinta Sanjaya di seluruh benda kenyal itu.
Sanjaya turun ke perut lalu mencium nya dan mengelus nya, kemudia Sanjaya meneruskan ke lembah Savana.
Dia memasukkan sebagian jagung milik nya, lalu mengeluarkan nya lagi, dia sengaja mempermainkan kenikmatan Rika untuk melihat respon Rika.
Rika yang awal memejamkam kedua mata nya, terpaksa membuka nya karen Sanjaya berhenti.
"Kenapa berhenti mas?"
"Hanya ingin berhenti saja sayang?"
"Ihhh...mas ayo teruskan."
"Berjanji dulu dengan benar, setelah mas akan teruskan."
"Iya...iya aku berjanji mas."
__ADS_1
"Hahaha...as you wish sayang."
Sanjaya lalu memasukkan keseluruhan milik nya dan menghujam nya dengan kuat. Lalu dia membalikkan Rika dengan posisi telungkup kemudian menghentakkan kembali.
Rika hanya menerima dengan pasrah, dia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Sanjaya sangat gagah dalam memimpin permainan itu.
Riaj yang sudah melepaskan beberapa kali, membuat seluruh tubuh nya lemas, dia meminta Sanjaya untuk berhenti, tetapi Sanjaya menulikan pendengaran nya.
"Mas...udah...kaki ku lemas sekali."
"Sebentar lagi sayang, ini hampir sampai."
"Arrrgggghhh.."Sanjaya melepaskan jutan benih nya ke dalam lembah savana Rika. Kemudian dia mencium perut Rika sembari berkata di dalam hati.
Tumbuhlah dengan baik di rahim mommy, daddy menantikan kedatangan kalian sayang,, i miss u son
Sanjaya lalu membaringkan tubuh nya disamping Rika lalu memeluk Rika. Dia memejamkan mata nya lalu tertidur dengan istri nya.
Belum juga lama tertidur, Sanjaya merasa tidur nya terusik, dia mendengar ada yang memanggil nya.
Dor...Dor...Dor..
"Daddy...buka pintu na." Teriak Queen dari luar.
"Daddy....kenapa pintu na di kunci, kakak ndak bisa masuk,,...daddy."Teriak Queen kembali
Sanjaya dengan mata ngantuk nya, akhir nya bangun dari tidur nya, memakai baju nya dengan cepat karena Queen sibuk dengan pintu di luar sana.
"Kenapa princess daddy."
"Daddy lama sekali sich..kakak udah lama di lual nunggu daddy buka pintu na." Queen menatap tajam daddy nya ini, kedua tangan nya di buat di pinggang nya.
"Daddy kan lagi tidur sayang?"
"Kenapa ndak ajak kakak tidul siang?"
"Daddy lupa...maaf ya princess."
"Huh...dasall meneballkan..kakak mau sama mommy."
"Ehhh...mommy nya lagi tidur sayang, jangan di ganggu ya princess."
Queen tidak peduli dengan rengekan daddy nya, dia langsung naik ke tempat tidur, lalu berbaring di samping mommy nya dan mengangkat selimut yang di pakai mommy nya.
"Hah..kenapa mommy ndak pakai baju."
Sanjaya menelan ludah nya kasar lalu menggaruk tengkuk nya.
__ADS_1
Kenapa kedua bocah ini sangat over protektif pada mommy nya, jangan sampai anak ku yang akan datang nanti seperti my twins, bisa bisa aku mati muda.
"Daddy...daddy dengal apa kata kakak, kenapa mommy ndak pakai baju. nanti mommy bisa masuk angin."
"Mommy kepanasan princess, makanya mommy enggak pakai baju."
"Sellius?tapi kalau kepanasan kenapa mommy pakai selimut, ooo kakak tau, kakak buka aja selimut mommy bial mommy ndak kepanasan lagi." Queen pun langsung menarik selimut yang di pakai Rika dan terpampanglah dengan nyata keindahan gunung kembar itu.
"Hahahaha...mommy ndak malu, nen mommy kelihatan, hihihihi..Queen terkikik geli
Rika yang mendengar suara ketawa, membuka kedua mata nya dan melihat Queen yang terkikik geli.
"Hihihi...mommy ndak pakai baju, nen mommy kelihatan."
Rika kemudian langsung melihat ke arah bawah dan melotot. Rika langsung menarik selimut yang sudah di turunkan Queen.
"Hihihi...mommy malu, hihihi.."
Awas kamu mas, liat aja nanti, aku akan suruh abang supaya memarahi mu.
"Kakak ngapain di sini sayang."
"Kakak mau tidul sama mommy di sini."
"Tunggu sebentar ya, mommy mau ke kamar mandi dulu."
"Ote my." Queen lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur.
Rika berjalan dengan perlahan sembari memegangi selimut yang di lilitkan ke tubuh nya.
"Awas kamu mas, lihat saja aku enggak akan kasi jatah sama kamu."Bisik Rika sembari berjalan ke kamar mandi
Sanjaya menggaruk tengkuk nya dan dengan sendu menatap Rika. Kali ini dia benar benar akan tidur sendirian tanpa ada nya Rika di samping nya.
"Kakak tolong bantu daddy boleh?"
"Bantu apa daddy."
"Tolong bujukin mommy supaya mommy mau tidur sama mommy."
"Mommy mallah sama daddy."
"Iya princess."
"Nanti kakak bujuk mommy, tapi daddy hallus kasi kakak hadiah, ote?"
"Oke sayang."
__ADS_1