Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode ke-25


__ADS_3

BULAN KE EMPAT SETELAH PERNIKAHAN.


WAktu terus berjalan, kini usia kandungan Aletha sudah memasuki bulan ke tiga. Akan tetapi keadaan Aletha semakin hari semakin memburuk.


Badannya kini semaki kurus dan beberapa kali Aletha sering pingsan. Namun hingga saat ini Carson belum mengetahui keadaan Aletha yang sebenarnya dan bahkan tidak ada yang tahu bahwa Aletha sedang hamil.


Hari ini jadwalnya untuk Aletha memeriksa kan kandungan nya kedokter.


Aletha tersenyum bahagia dan bahkan menitikkan air matanya saat melihat calon bayi nya di sebuah layar monitor.


Aletha menangis terharu, sementara dokter tidak bisa konsentrasi lagi untuk menjelaskan hasil USG nya melihat Aletha yang kini menangis tersendu-sendu.


" sudah.... "


" kamu harus sabar.. " kata Dokter itu menghibur Aletha


" seandainya aku memiliki uang yang banyak, aku memilih untuk tidak akan membunuh nya. " kata Aletha menangis


" tetapi kamu tetap tidak akan bisa melahirkan nya " kata Dokter itu sambil memeluk Aletha.


" lebih baik aku mati bersamanya daripada harus membunuh nya dok. "


" aku tidak ingin membunuh anak ku dok... "


" tolong bantu aku dok untuk melahirkan anakku "


" apapun itu, anakku harus lahir." kata Aletha memohon.


" itu tidak akan mungkin terjadi " kata Dokter itu


" kenapa tidak mungkin dok?? " kata Aletha


" jika pun itu berhasil tetapi itu sangat sulit terjadi hanya sedikit peluang. " kata Dokter


" sedikit bukan berarti tidak bisa, "


" lalu kenapa aku tidak mencobanya?? " kata Aletha


" lalu memang nya kamu memilki uang yang banyak untuk biaya perawatan mu selama hamil?? "


" tentu kamu harus dirawat sampai bayi ini lahir dan jika pun itu berhasil bayi kamu harus lahir sebagai bayi prematur. " kata dokter itu.


" aku mohon dok bantu aku. apapun caranya, , aku akan tetap melahirkan nya walaupun itu prematur dok" kata Aletha


" tetapi aku tidak bisa menjamin kesehatan mu,"


" sesuatu hal yang buruk akan terjadi padamu? " kata dokter itu


' aku tidak perduli dengan keadaan ku dok.... "


" ini adalah anakku,,, "


" bagaimana pun juga, sebagai ibu aku harus tetap menjaga dan melindunginya. " kata Aletha menangis


Dokter tersebut pun terdiam dan menangis, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


" lalu apa kamu memilki uang yang cukup untuk itu?? " kata Dokter itu


" memangnya berapa biaya untuk itu dok?? " kata Aletha


" yang tentunya pengobatan nya sangat mahal" kata dokter itu.


" aku akan berusaha untuk mendapatkan uangnya dok. " kata Aletha.


setelah konsultasi dengan dokter, Aletha pun kembali kerumah Carson. Aletha duduk sendiri di taman belakang sambil memikirkan caranya untuk mendapatkan uang yang banyak agar dia bisa mempertahankan kehamilannya.


Aryni melihat dari jarak yang sedikit jauh dan akhirnya Aryni menemui Aletha.


" bibi..... "

__ADS_1


" bibi sedang apa disini sendiri? " kata Aryni


" Aryni.... "


" sini sayang sama bibi " kata Aletha menepuk lantai di sebelah Aletha.


Aryni pun berjalan menghampiri Aletha lalu duduk di samping Aletha.


" bibi sakit yah?? " kata Aryni


" tidak kok sayang, kenapa Aryni bertanya seperti itu? " kata Aletha


" wajah bibi akhir-akhir ini sering pucat, badan bibi juga semakin kurus. "


" bibi tamba jelek tau" kata Aryni


" hehehehe..... "


" bukan nya memang dari dulu bibi sudah jelek ia?? " kata Aletha


" ia sih.... '


"tapi semakin jelek" kata Aryni


" kamu yah..... "


" kamu selalu saja ngejekin bibi" kata Aletha menggelitik Aryni.


Aryni tertawa bahagia hingga Aletha memeluk Aryni.


" bibi lepasin.... " kata Aryni ingin melepaskan pelukan Aletha.


" tunggu sebentar lagi ia sayang, bibi kangen " kata Aletha


" bibi apa-apan sih.... "


" kita tinggal selalu bersama setiap hari kenapa bibi kangen?? " kata Aryni


" entah kenapa tiba-tiba bibi ingin peluk Aryni" kata Aletha


" bibi mau pergi ia??? " kata Aryni


" tidak sayang..... " kata Aletha menangis


" bibi menangis??? " kata Aryni melepaskan pelukan Aletha.


" bibi kenapa menangis??? " kata Aryni menangis melihat Aletha semakin menangis.


" Rini..... "


" bibi tahu, selama ini bibi bukan bibi yang baik untuk mu"


" tolong maafkan semua kesalahan bibi ya sayang " kata Aletha


" tidak.... "


" bibi sangat baik kok" kata Aryni


" jika suatu hari bibi meninggal kan mu, apa kamu marah pada bibi?? " kata Aletha


" tidak..... "


" aryni sangat senang jika bibi pergi, Aryni tidak punya teman jelek lagi deh. " kata Aryni berbohong


"benar kah??? "


" memang harus seperti itu.... '


" jika bibi pergi kamu tidak boleh bersedih dan kamu harus tetap bahagia " kata Aletha

__ADS_1


" bibi benaran mau pergi ia?? " kata Aryni


" mungkin dalam waktu dekat ini. " kata Aletha


" bibi mau kemana?? "


" bibi ngk ajak Aryni??? " kata Aryni


" buat apa?? "


" kan Aryni senang " kata Aletha


" apa papah juga ikut? " kata Aryni


" tidak.... "


" bibi pergi sendiri " kata Aletha


" tapi kemana bi?? " kata Aryni


" ketempat yang sangat jauh " kata Aletha


" apa bibi tidak kembali lagi?? " kata Aryni


" hehehehe..... "


" sudah lah.... "


" bagaimana jika kita menanam pohon disini" kata Aletha


" buat apa??" kata Aryni


" jika suatu saat Aryni merindukan bibi Aryni datang saja kesini " kata Aletha


" kenapa harus menanam pohon?? " kata Aryni


" karena itu bisa memberikan ketenangan jika kita berteduh dibawah nya. " kata Aletha


" jika begitu, mari kita tanam. "


" lalu jika Aryni merindukan bibi dam datang kesini, apa bibi akan kembali?" kata Aryni


" jika angin berhembus, itu artinya bibi sudah kembali. " kata Aletha


mereka berdua pun menanam pohon tersebut.


" selesai.... " kata Aletha


" apa pohon itu akan tumbuh?? " kata Aryni


" tentu saja, dia akan tumbuh dan bertambah banyak. " kata Aletha


" wah.... "


" Aryni jadi ngk sabar deh melihat pohon ini tumbuh menjadi besar" kata Aryni


" sudah.... "


" sekarang cuci tangan nya setelah itu kamu mandi oke??" kata Aletha


" bi.... "


" tapi Aryni masih mau main sama bibi" kata Aryni


" hehehehe.... "


" iya... ,


" tapi kamu mandi dulu, setelah itu kita main kembali. " kata Aletha

__ADS_1


" oke deh.... " kata Aryni pergi dan setelah itu Aletha kembali ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya.


__ADS_2