Istri Bayaran

Istri Bayaran
Apology part 2


__ADS_3

Jesslyn mengetuk pintu kamar anaknya, walau dia tau Rere tidak pernah mengunci kamarnya dia tau Rere juga butuh privasi.


"Tok tok tok"


Rere membukakan pintunya dia sudah siap dengan seragam dan menenteng tasnya siap turun ke bawah. Rere sekarang berada di tingkat akhir SMA jadi dia rajin mengikuti les nya di sekolah maupun les sepulang sekolah dia tidak pernah bolos.


"Hai Pagi Rere" sapa Jesslyn mengelus pipi Rere.


"Pagi Bunda sayang!" sapa balik Rere memeluk Bundanya.


"Are you oke Bun?" tanya Rere tiba-tiba.


"Very good, kenapa kok tiba-tiba?" tanya balik Jesslyn.


"Gakpapa nanya aja Rere ke bawah dulu ya Bun" pamit Rere tapi ditahan Jesslyn.


"Haduh maaf ya Re Bunda belum masak" ucap Jesslyn.


"Oh gitu gakpapa Rere buat susu aja deh" jawab Rere.


Jesslyn mengangguk dan tersenyum melihat Rere "Hehe maaf ya" ucap Jesslyn meminta maaf.


"No problem" jawab Rere tersenyum lalu melangakahkan kakinya menuju dapur untuk membuat susu.


Jesslyn berjalan meninggalkan depan kamarnya Rere sekarang dia akan ke kamar Rayan karena hari ini dia ada kelas pagi kalau gak dibangunin pasti gak mau bangun.


Jesslyn memberhentikan langkahnya saat sudah di depan kamar Rayan, ragu untuk masuk setelah kejadian tadi.


Jesslyn tampak berfikir sebentar dia masuk apa enggak "Masuk gak ya?" tanyanya pada diri sendiri.


"Kalau gak dibangunin juga nanti telat" Jesslyn masuk ke kamarnya Rayan.


Saat dilihat di tempat tidurnya Rayan tidak ada Jesslyn fikir mungkin dia sudah bangun dan sekarang sedang mandi. Jesslyn melangkahkan kakinya menuju meja belajar Rayan untuk mengecek bukunya, namun sebelum dia mendekat ke meja belajar dia terkejut dengan Rayan yang tertidur di atas sajadahnya.


Jesslyn merasa kasihan melihat Rayan yang seperti ini. Dia berjongkok mengelus wajah Rayan yang masih tertidur lelap. Jesslyn jadi tidak tega membangunkan anaknya sepertinya dia baru tidur. Jesslyn bingung sebentar lagi Rayan sudah harus berangkat ke kuliah.


Tidak lama Rayan membuka matanya hal pertama yang dia lihat adalah wajah cantik sang Bunda, dia jadi bingung apa ini mimpi? tapi tidak mungkin juga wajahnya seperti nyata.


Jesslyn membuka suara,"Cepat mandi sudah siang nanti telat" suruh Jesslyn yang kemudian langsung pergi dari kamarnya Rayan.

__ADS_1


Baru saja Rayan merasa senang dan tersenyum karena ada Bundanya, tapi senyumnya kembali hilang saat Bundanya menyuruh dengan suara dan tatapan dinginnya.


Rayan segara bangun dari tidurnya, badannya merasa pegal sekali kepalanya pusing matanya berat karena masih mengantuk dan ya dia merasa sangat lapar seingatnya dia terkahir makan kemarin siang di kantin bareng Avyn.


"Walah anjrot makin kurus nih badan" keluh Rayan mengelus perutnya.


Di meja makan semua sudah siap untuk berangkat melakukan kegiatan seperti biasanya, kecuali Rayan dia masih belum berada di situ.


Sarapan kali hanya sederhana saja karena Jesslyn tidak memasak dan karena sudah telat mereka buru-buru. Arga ke atas sebentar untuk menemui Rayan.


Rayan sudah siap tapi dia tidak turun ke bawah. "Kok gak sarapan bareng kita?" tanya Ayahnya kepada Rayan yang sibuk mengecek laptopnya.


"Oh iya gampang ini masih ngecek tugas" jawab Rayan bohong, dia hanya tidak ingin membuat merusak mood Bundanya.


"Gak berangkat kamu?" tanya Arga lagi.


"Oh ini bentar lagi" jawab Rayan.


"Ya udah Ayah sama Bunda berangkat dulu kamu jangan lupa sarapan dulu" pamit Ayahnya, Rayan mencium telapak tangan Ayahnya.


Setelah Arga keluar kamarnya, Rayan memasukan barang-barang yang dia bawa untuk kuliah ke dalam tasnya. Kemudian dia keluar kamarnya melihat Ayah Bunda dan Adiknya yang sudah berjalan keluar rumah.


Rayan memutuskan untuk segara berangkat juga ini juga sudah cukup siang. Dia tidak ada mood makan walaupun lapar tapi tiba-tiba tidak ada niatan untuk mengisi perutnya.


Mengunci rumahnya mengeluarkan motornya dari garasi, dia sudah siap berangkat sekarang. Tiba-tiba Zergan datang membawa motornya yang dipinjam Zergan kemarin. Di belakangnya ada mobil mewah itu mungkin pribadinya yang akan mengantarkan dia kerja.


"Oy bentar mo balikin motor lu" ucap Zergan.


"Masukin noh ke garasi" ucap Rayan sambil melemparkan kunci garasinya dengan sigap Zergan menangkapnya lalu memasukkan motornya Rayan.


Setelahnya Zergan melemparkan kunci motornya ke Rayan. "Thanks ya udah gua isiin tadi bensinnya" Rayan menggangguk sebagai jawabannya.


"Kenapa lu?" tanya Zergan melihat ekspresi wajah Rayan yang murung.


"Gakpapa" jawab Rayan singkat.


Zergan Sudah bisa menebak Rayan kenapa pasti dimarahin Bundanya. Karena dia merasa kalau ini salahnya jadi Zergan akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Bundanya Rayan.


"Bunda lu udah berangkat Ray?" tanyanya Rayan menggangguk sebagai jawabannya.

__ADS_1


"Gua mau kunci pagernya gak keluar lu? udah siang ini" suruh Rayan.


"Ohh iya gua duluan ya bro thanks sekali lagi" pamit Zergan yang kemudian masuk ke dalam mobilnya.



Rayan sudah tiba di kuliahanya, berlari menuju kelasnya waktunya sudah mepet takut kalau dia telat.


Kelasnya sudah ramai sepertinya dia yang paling terakhir masuk kelas.


"Tumben lu bro" ucap salah satu teman Rayan.


"Kesiangan tadi gua" jawab Rayan.


Matanya menatap Avyn yang duduk tenang di meja paling depan. Rayan harus meminta maaf kepada Avyn karena sudah tidak menghargai kedatangan Avyn kemarin.


Pelajaran dimulai Rayan tidak fokus karena dia sangat mengantuk matanya susah sekali rasanya dibuka untung dia berada di meja paling belakang jadi dosen tidak terlalu memperhatikannya. Untungnya lagi hari ini hanya ada satu kelas dia bisa cepat-cepat pulang dan tidur nyenyak di rumahnya.


Kelas berakhir Rayan hanya mendapatkan sedikit ilmu hari ini tapi dia merasa tenang karena Avyn akan menjelaskan lagi kepadanya.


Semua segara bersiap-siap untuk pulang, Rayan menuju meja Avynka.


"Vyn soal kemarin sorry ya" ucap Rayan meminta maaf, Avyn mengangkat alisnya bingung.


"Minta maaf soal?" tanya Avyn penasaran.


"Yang kemarin" jawab Rayan, tentu saja Avyn bingung dia merasa Rayan tidak berbuat salah kepada dirinya.


"Lu marah kan soalnya kemarin gua gak ngehargain lu" jelas Rayan.


Avyn tertawa saat mendengar penjelasan Rayan "Enggak lah ngapain juga gua marah gak masalah" jawab Avyn.


"Lah serius? katanya Rere ...".


"Kenapa?" tanya Avyn.


"Katanya lu marah sama gua jadi ya gua minta maaf sama lu" jelas Rayan lagi.


"Dibohongi berarti sama Rere lagian kemarin juga ada Rere jadi gak masalah" jelas Avyn, Rayan bernafas lega dia hanya dibohongi ternyata.

__ADS_1


Mungkin karena kemarin dia sedang tidak fokus jadi Rere dengan enaknya membohonginya seenaknya.


__ADS_2