Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode ke-32


__ADS_3

TIGA TAHUN KEMUDIAN.


Tidak terasa sudah tiga tahun berlalu sejak Aletha pergi meninggalkan Indonesia. Namun sampai saat ini Carson masih belum lupa kejadian tiga tahun yang lalu saat dia melihat Aletha meninggal di depan matanya sendiri.


Hari ini adalah hari minggu dan hari ini Carson tidak bekerja. saat Carson keluar ke balkon kamarnya dia melihat ke bawah sana Aryni sedang duduk sambil memandangi sebuah pohon dihadapan nya yang kini sudah setinggi satu meter.


Dan ini yang dilakukan Aryni selama tiga tahun ini.


" bi.... "


" bibi dimana sekarang?? "


" apa bibi benar-benar meninggalkan aku? "


" apa bibi tidak merindukan aku?? "


" aku sangat merindukan bibi... " kata Aletha berbicara pada pohon yang di hadapan nya.


" bibi bilang padaku, jika aku merindukan bibi maka aku akan berbicara pada pohon ini"


" aku selalu berbicara padanya, akan tetapi dia tidak memberikan jawabannya padaku bahwa bibi akan kembali. "


" sedikitpun angin tidak pernah berhembus di pohon ini untuk menjawab bahwa bibi akan kembali. " Kata Aryni karena dia tidak tahu cerita yang sebenarnya.


" sudahlah berhenti berharap " kata Carson yang sudah berada di belakang Aryni.


" papah.... "


" sedang apa papah di sini?? " kata Aryni


" apa kamu tidak bosan berbicara terus dengan pohon itu?? " kata Carson


" dia adalah kenang-kenangan yang diberikan bibi Aletha pada ku. "


" bibi berkata bahwa, jika aku sedang merindukan nya maka aku hanya meminta kepada pohon ini agar menyuruh bibi untuk kembali. " kata Aryni


" lalu??? "


" apa pohon nya memberikan jawabannya? " kata Carson


" ....... " Aryni menggelengkan kepalanya dengan merasa kecewa.


" sepertinya pohon itu tidak ingin Aryni bertemu dengan bibi" kata Aryni pergi meninggalkan Carson disana.


"maafkan papah nak.. "


" hingga saat ini kamu masih mengharapkan orang yang tak mungkin bisa kembali... "


" maafkan papah nak.... "


" sampai saat ini, papah tidak bisa mengatakan bahwa bibimu sudah meninggal " kata Carson menangis.


" papah tidak ingin kamu membenci papah... "


" papah belum siap jika kamu membenci papah. " kata Carson


Sementara di luar negeri tepatnya Amerika Serikat.


" apa belum ada tanda-tanda bahwa dia akan sadar?? " kata Emmely kepada Aditya


" semakin hari laporan kesehatan nya semakin membaik tante, akan tetapi kenapa dia belum sadar juga ia.... " kata Aditya


" Granma...... " teriak seorang anak laki-laki berumur tiga tahun dia adalah Daniel Stevanus.


" sayang.... "


" harus berapa kali Granma bilang, jika berada di dalam kamar mamah tidak boleh berisik. " kata Emmely menggendong Daniel.


" biarkan saja.... "


"biar mamah bangun. "

__ADS_1


" Granma kenapa mamah tidur sangat lama ?" kata Daniel.


" itu karena mamah kamu sedang bermimpi yang indah " kata Emmely.


"mimpi indah???"


" apa itu mimpi indah??" kata Daniel.


" sudah.... "


" sudah.... "


" bagaimana jika Granma temanin Daniel bermain kereta api saja " kata Emmely membawa Daniel keluar dari dalam kamar Aletha.


Walaupun tinggal di Amerika, keseharian Emmely berbicara dengan Daniel menggunakan bahasa Indonesia, karena dia yakin setelah Aletha sadar Aletha pasti akan membawa Daniel kembali ke Indonesia.


" apa kamu tidak ingin bangun?? "


" lihat lah anak mu, dia tumbuh sangat baik, selain itu, dia juga sangat tampan. "


" apa kamu tidak ingin bersama anakmu?? "


" apa tidur lebih menyenangkan untuk mu?? " kata Aditya berbicara kepada Aletha.


" katakan padaku, apa yang harus ku lakukan untuk membuat mu bangun "


" sebelumnya aku memiliki banyak pasien yang memiliki penyakit yang serius dan bahkan lebih membahayakan dari ini. "


" aku bisa menyelamatkan mereka dan bahkan mereka tidak pernah seperti mu, mereka bersemangat untuk keluarga nya."


" lalu kamu kenapa tidak bisa seperti mereka??"


" bahkan saat itu, kamu sangat bersemangat untuk melahirkan anakmu."


" tapi setelah anakmu lahir, kamu malah membiarkan nya tumbuh sendirian tanpa mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya."


" terkadang aku sangat kasihan melihat anakmu. "


" huh..... "


Setelah mengatakan itu ponsel Aditya berdering dan nada dering tersebut menandakan sebuah alarm yang terhubung dengan kamar Aletha.


Aditya mengeluarkan ponselnya dari kantong nya alangkah terkejutnya Aditya melihat Alarm tersebut.


Dia melihat di sekitar tidak ada hal yang membahayakan.


" kenapa ponsel ini berdering terus?? "


" apa kamu sedang mengerjaiku?? " kata Aditya melihat kesekujur tubuh Aletha dan ternyata jari telunjuk Aletha bergerak dan tidak lama kemudian kepala Aletha bergerak menoleh kiri dan kanan.


" anakku.... "


" anakku... " kata Aletha berbicara namun masih tetap menutup matanya.


" bangunlah.... "


" buka matamu, kamu tidak bisa terus seperti ini" kata Aditya menggoyang tubuh Aletha.


" anakku.... " kata Aletha dan kini kedua matanya terbuka.


" syukurlah kamu sudah sadar..... " kata Aditya bernafas lega.


Aletha melihat perutnya sudah rata.


" anakku.... "


" cepat katakan di mana anakku " kata Aletha mencengkram kerah baju Aditya namun cengkraman nya tidak begitu kuat karena Aletha masih lemah.


" ia.... ia... "


" aku mengerti... "

__ADS_1


" anakmu baik-baik saja..."


"oke... "


" sekarang lepaskan dulu aku, aku akan membawa anakmu ke sini. " kata Aditya


Dengan pelan-pelan Aletha pun melepaskan cengkraman nya. setelah itu Aditya pergi menemui Emmely.


" tante.... " kata Aditya tersenyum.


" ada apa Dit?? " kata Emmely


" Aletha sudah sadar tante" kata Aditya


" benarkah???? " kata Emmely berlari kedalam kamar Aletha sementara Aditya menggendong Daniel ke kamar Aletha.


" sayang.... "


" syukurlah kamu sudah sadar nak" kata Emmely


" maaf kamu siapa?? " kata Aletha


" maafkan mamah nak, mamah datang terlambat " kata Emmely


" mamah?? "


" maksudnya apa yah?? " kata Aletha bingung


" aku adalah wanita yang melahirkan kamu nak" kata Emmely.


" maksudnya??? "


" aku tidak mengerti " kata Aletha bingung namun tiba-tiba Aditya dan Daniel masuk kedalam kamar itu.


" Daniel.... "


" lihatlah mamah kamu sudah bangun sayang" kata Aditya


" huh....??? "


" apa maksudnya semua ini?? " kata Aletha semakin bingung, namun Daniel merasa ketakutan saat melihat Aletha kebingungan.


" bukan kah tadi kamu mencari anak mu?? "


" ini adalah anakmu " kata Aditya


" anakku?? "


" ini tidak mungkin,,, "


" bagaimana bisa anakku sebesar ini " kata Aletha


" kamu koma selama tiga tahun"


" dia adalah anakmu" kata Aditya


" apa?? " kata Aletha


" ia.... " kata Aditya


Aletha pun menangis melihat anak nya.


" sayang.... " kata Aletha merentangkan tangannya kearah Daniel.


Dengan ragu-ragu Daniel menyambut tangan Aletha.


" anakku " kata Aletha membawa Daniel kedalam pelukan nya.


" maafkan mamah nak.... "


" mamah sudah mengabaikan mu selama tiga tahun ini nak" kata Aletha menangis.

__ADS_1


" kenapa orang dewasa dirumah ini sangat cengeng, semua pada menangis. "kata Daniel


Mendengar itu, Emmely dan yang lainnya tersenyum mendengar ocehan Daniel. Sementara Aletha tak henti-hentinya memberikan ciuman nya kepada Daniel.


__ADS_2