Istri Bayaran

Istri Bayaran
episode 56


__ADS_3

Melihat team golden tidak merevisi proposal yang lama, akhirnya dengan cepat kilat Yojin merevisi proposal itu dengan sesingkat mungkin, karena ia mengetahui jika itu ulah dari pamannya.


Luki sangat terkejut melihat team golden mempresentasikan prososal itu dengan sangat sempurna, padahal Luki sendiri yang meminta team itu untuk merangkum ulang dari proposal lama dengan alasan mendapat Acc dari Yojin.


Team itu tidak mengetahui ke licikan Luki yang ingin perlahan menjatuhkan Yojin di depan kliennya.


"Kau terbit kan propsal yang asli, dan segera kirim kan ke Mr Jhon," kata Yojin kepada asisten Han, mendapat anggukan dari asisten Han.


■■■


Moly berjalan ke pusat perbelanjaan besama Dokter Zek, Bunga dan Eji. Moly memilih beberapa pakaian untuk Eji yang sekarang sudah tumbuh semakin besar.


"Kenapa baju anak kecil sangat lucu sekali," ucap Bunga megang baju anak-anak.


"Mungkin karena ukurannya yang begitu kecil, jadi terlihat sangat lucu," ucap Moly.


Selesai sudah mereka berbelanja, tak lupa Moly belanja pakaian dan topi untuk Josen, rencana Moly akan mengunjungi Josen yang sebentar lagi akan wisuda. Memasuki kawasan asrama putra tempat Josen tinggal, mobil itu terparkir di dekat pos satpam.


Moly langsung menelpon Josen untuk menanyakan keberadaanya, Josen yang kaget melihat ponselnya berdering langsung meraih ponsel itu, dia liat ponsel itu tertulis nama kakak nya sedang memanggil melalui telpon.


"Hallo..." jawab Josen.


"Kau ada dimana? Kakak sudah berada di lantai bawah, cepat turun!" perintah Moly membuat Josen merasa kesal.


"Apalah kakak ini, tiba-tiba menelpon ku tanpa menanyakan kabar langsung menyuruh ku ke lantai bawah," gerutu Josen langsung turun dari lantai atas.


Josen yang baru saja pulang kuliah, belom sempat menghistirahat kan tubuhnya langsung bergegas turun ke lantai bawah untuk menemui kakaknya. Josen melihat ada 2 wanita menggendong anak kecil, dan satu pria, mereka terlihat sedang menunggu Josen.


"Kak Moly!" seru Josen berhenti melangkah.


Moly menoleh panggilan dari Josen dan tersenyum, Moly langsung mendekati Josen. Josen melihat penampilan Moly yang berubah 180% hampir tidak mengenalinya.


"Bagaimana kabar mu? Apa kuliah mu lancar?" tanya Moly mengusap kepala Josen.

__ADS_1


"Kakak! Aku bukan anak kecil, ya kuliah ku lancar-lancar saja," jawab Josen merasa risih dengan tingkah kakaknya yang masih menganggap Josen anak kecil.


Mereka pun duduk di ruang tunggu, Josen memperhatikan anak kecil itu, dia terlihat mirip sekali dengan kakak iparnya Park Yojin.


"Apa itu anak kak Moly?" tanya Josen.


"Tentu saja, dia bernama Seojin, tapi kakak memanggilanya Eji," jawab Moly dengan wajah terseyum.


"Mereka ini siapa kak? Mana kakak ipar? Aku sedari tadi tidak melihat ada kakak ipar di sini?" tanya Josen.


Moly langsung menarik napasnya dengan kasar, menatap Josen dengan wajah bingung, "ini Dokter Zek, kalo perempuan ini bernama Bunga, mereka keluarga baru kakak, kalo Yojin sedang sibuk di kantornya jadi kakak kesini bersama Dokter Zek dan Bunga," jelas Moly.


"O...begitu rupanya," jawab Josen.


Moly langsung memberikan 2 paperbag berukuran besar kepada Josen, Josen pun langsung bingung menerima paperbag itu.


"Apa ini kak?" tanya Josen menerima paper bag itu.


"Kau buka saja sendiri, kakak yakin kau menyukainya," jawab Moly.


"Kak ini pasti harganya mahal, kakak sangat tahu aku ingin sekali kemeja ini," ucap Josen dengan girang.


"Kau senang Josen, selamat ulang tahun ya dek, kakak selalu ingat hari ini," ucap Moly dengan mata berkaca-kaca memeluk Josen.


Josen pun kaget, ia pun tak ingat jika hari ini adalah hari ulang tahunnya, "aku sendiri tidak menyadari jika aku ulang tahun? Kakak kau memang yang terbaik, termakasih," Josen membalasan pelukan dari Moly.


Moly mengajak Josen dan yang lainnya pergi ke makam orang tuanya, Airin. Di sana mereka melantunkan doa dengan sangat khusuk, Tanpa di sadari Moly meneteskan air matanya. Ada kesedihan yang masih menggores di hatinya saat melihat batu nisan itu bertuliskan nama ibunya.


Moly menaburkan bunga di atas makam ibunya, dan mereka langsung melajukan mobilnya kembali ke asrama Josen, "kakak pamit ya Jo, kabari kakak jika kamu butuh sesuatu," Moly menatap Josen sebelum kembali ke dalam mobil.


"Tapi kak...kakak ipar selalu mengirim ku uang, kak Moly gak usah khawatir," jawab Josen membuat Moly hanya terdiam.


"Yojin menemuimu?, baiklah dia tidak memberitahu kakak jadi kaka tidak tahu," kata Moly.

__ADS_1


"Kakak ini aneh sekali, tapi makasih ya kak kemejanya aku sangat menyukainya," ucap Josen.


Mereka pun berpisah di tempat parkiran mobil, Moly langsung naik ke dalam mobil.


Ke esokan harinya..


Moly sangat panik karena baju yang di pasannya tempo lalu mengalami keterlambatan pengiriman, Moly tidak membawa baju pesta untuk menghadiri Grand Opening itu.


"Kenapa tidak dari awal memberitahunya, bagaimana ini?" tanya Moly terlihat panik.


"Ini bukan kesalahan kita mbak, tapi pihak tokonya yang tidak konfirmasi dahulu, apa kita harus ke butik terdekat mba?" jawab Bunga.


"Waktunya tidak cukup Bunga, yasudalah aku pakai baju yang ada saja," ucap Moly dengan wajah yang putus asa.


Tiba-tiba ada kurir membawa pakaian pesta, sedang mengetuk pintuk kamar itu. Bunga pun langsung membuka pintu kamar dan melihat kurir itu memberikan paperbag besar, kurir itu langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.


Bunga pun menerima paperbag itu tanpa sempat bertanya, "mbak! Ada yang memberi baju ini tanpa menyebutkan nama? Anehnya lagi kurit itu langsung pergi gitu aja?" Bunga memberikan paperbag itu kepada Moly, Moly pun ikut bingung.


Tak ada pilihan lain, Moly pun memakai baju itu. Bunga dengan begitu mahir merias wajah Moly dengan alat seadanya, tapi hasilnya sangat-sangat menakjubkan. Moly seketika di sulap menajdi wanita paling cantik, terlihat sangat anggun dan elegan dengan polesan makeup yang natural tapi mewah.


Moly yang melihat hasil riasan dari Bunga sangat kagum, ia terus memuji kemampuan Bunga yang hebat.



"Ternyata kau memiliki bakat yang hebat Bunga, aku sangat menyukai riasan ini," ucap Moly memandangi wajahnya di depan cermun.


"Mbak, kamu akan jadi pusat perhatian di acara itu," ucap Bunga.


"Kau ini bisa saja, tapi ini seriusan riasan ini sangat rapih, aku terlihat seperti artis Korea kan," kata Moly tersenyum di depan kaca.


"Kenapa kau tidak menjadi MUA saja?" tanya Moly.


"Aku punya cita-cita kecil mbak, aku pengen buka salon kecantikan," jawab Bunga.

__ADS_1


Moly mendukung kemauan Bunga, dalam hati Moly, Moly ingin mewujudkan mimpi Bunga tanpa di ketahui oleh Bunga. Moly langsung keluar dari kamar hotel itu, berjalan keluar hotel untuk menemui Zeki yang sudah menunggunya di luar.


BERSAMBUNG.


__ADS_2