
Hari pun berganti, hari ini Aletha sedang mengantarkan makanan ke sebuah kamar yang terletak di lantai 6, setelah mengantarkan makanan tersebut Aletha berdiri di pintu lift untuk menunggunya.
Kini pintu lift terbuka, saat pintu lift terbuka Aletha sangat terkejut karena melihat Carson didalam lift itu.
" maaf.... " kata Aletha menundukkan kepalanya bersikap profesional.
" masuk.... "'kata Carson
" maaf pak.... "
" saya bisa menunggu.... " kata Aletha berhenti berbicara karena Carson memotong pembicaraan nya.
" saya tidak membayar karyawan jika menghabiskan waktunya untuk berdiri menunggu pergantian lift. " kata Carson
" salah siapa yang membuat lift hanya satu. " kata Aletha masuk kedalam lift sambil bergumam berharap Carson tidak mendengarkan perkataan nya.
" apa??? "
" kamu berani mengkritik ku?? " kata Carson
" maaf.... " kata Aletha kembali menundukkan kepalanya kembali bersikap profesional.
" mari kita bicara. " kata Carson
" apa?? " kata Aletha
" mari kita selesaikan kesalahan pahaman yang terjadi kemarin malam. " kata Carson
" tidak ada yang perlu diselesaikan tuan"
" anda melakukan itu karena memang berpikir bahwa saya adalah saudara kembar ku yang sudah meninggal. " kata Aletha, namun tanpa disadari Aletha Carson sudah mengirim pesan ke petugas untuk menghentikan lift.
" apa kamu mengenalnya?? " kata Carson
" kami sudah sangat lama berpisah, saya bahkan hampir melupakan nya. " kata Aletha
" lalu kamu tahu darimana Aletha meninggal " kata Carson
" dari adik tiri kami. " kata Aletha
" apa kamu mengakui adik mu juga" kata Carson
" bagaimana pun juga dia adalah darah daging papah, kami hanya berbeda ibu saja jadi dia tetap adik saya. " kata Aletha
" bukan kah baru saja kamu mengatakan bahwa kamu hampir melupakan Aletha karena kalian sudah sangat lama berpisah?? ".
" lalu bagaimana bisa kamu tahu bahwa dia memilki adik tiri" kata Carson
__ADS_1
Sontak Aletha menelan saliva nya, dia merasa sepertinya Carson memberikan pertanyaan jebakan padanya.
" aku mencari tahunya setelah kejadian kemarin tuan" kata Aletha
" apa secepat itu kamu bisa mencari informasi seseorang? " kata Carson
Lagi-lagi pertanyaan Carson menjebak Aletha.
" saya dibantu oleh suami saya tuan" kata Aletha
" suami??? "
" oh.... "
" jadi kamu sudah bersuami, jika suamimu bisa mendapatkan informasi dengan begitu cepat aku rasa dia bukan orang biasa. "
" lalu kenapa kamu harus bekerja disini? " kata Carson
Aletha tidak tahan lagi dengan pertanyaan-pertanyaan Carson kepadanya akhirnya dia pun menghentikan Carson.
" apa saya harus memberitahukan segala urusan pribadiku pada anda tuan? "
" saya memang karyawan anda, tapi ada batasan diantara kita berdua. " kata Aletha
" aku melihat lama-kelamaan kamu jadi sama persis dengan saudara kembarmu. "
" apa maksud anda berbicara seperti itu?? "
" anda sudah sangat keterlaluan" kata Aletha menekan tombol lift akan tetapi tombol tersebut tidak berfungsi.
"'apa anda berniat mengurungku juga disini? "
" saya bisa laporkan anda atas perbuatan anda kepada saya hari ini. " kata Aletha
" aku tidak melakukan nya, "
" mungkin lift yang tidak beroperasi. " kata Carson
" apa??? "
" petugas tidak akan pernah berani untuk mengurung bos mereka didalam lift seperti ini jika itu tidak di instruksikan oleh anda sendiri. " kata Aletha
" bos??? ".
" saya bukan bos anda, saya hanya tamu di hotel ini" kata Carson
" benarkah??? "
__ADS_1
" jika ingin berbohong setidaknya pertahankan kebohongan anda agar tidak ketahuan. " kata Aletha
" Apa maksud mu... "
" saya tidak berbohong " kata Carson
" benarkah?? "
" bukankah anda mengatakan pada saya bahwa anda tidak membayar karyawan jika hanya untuk berdiri? " kata Aletha
Carson merasa malu dan langsung menyuruh untuk membuka pintu lift. saat pintu lift terbuka, Aletha pun langsung keluar dari lift meninggalkan Carson disana.
Carson hanya menatap punggung Aletha, sementara Aletha menghembuskan nafasnya lega.
Setelah Aletha pergi, Carson pun menghubungi seseorang.
" bagaimana apa kamu mendapatkan sesuatu?? " kata Carson
" maaf tuan, sepertinya ada seseorang yang sengaja menutup akses jati dirinya Daniel Stefanus tuan. "
" kita sudah mencoba untuk mencari tahu nya, akan tertapi kita tidak mendapatkan sedikitpun mengenai informasi Daniel tuan kecuali sejak mereka di Indonesia. " kata anak buahnya Carson
" baiklah aku mengerti.... "
" soal itu lupakan saja, "
" sebaiknya kamu cari tahu mengenai Alina " kata Carson mengirim photo Aletha.
" baik tuan" kata anak buahnya Carson.
" menutup jati dirinya?? "
" siapa Daniel sebenarnya, bahkan dia mengatakan dia tidak memiliki ayah" kata Carson berbicara sendiri.
Waktu terus berjalan sudah satu minggu berlalu, hari ini Aletha tidak bekerja. Karena dia tidak bekerja akhirnya Daniel mengajak Aryni kerumah nya untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Aletha tidak tahu bahwa Daniel menyuruh Aryni kerumah nya, satu jam berlalu kini Aryni sudah tiba dirumah Aletha.
" mari masuklah " kata Daniel
Aryni pun masuk kedalam rumah nya Daniel, sementara Aletha sedang tidur siang.
" dimana Ibumu?? " kata Aryni
" mamah sedang tidur siang, kita tidak boleh berisik ntar mamah bangun. " kata Daniel menutup pintu kamar Aletha.
Tidak terasa sudah dua jam berlalu, Aryni dan Daniel mengerjakan pekerjaan mereka kali ini mereka berdua benar-benar tidak berdebat.
__ADS_1