Istri Bayaran

Istri Bayaran
Episode 91 Tak terkalahkan


__ADS_3

"Dasar centil."


Queen tidak peduli dengan ejekan abang nya yang penting bagi nya sekarang dia bisa bernyanyi dengan puas di depan mommy dan daddy nya.


"Memang nya kakak bisa nyanyi?"Tanya Rika


"Bisa my, mommy mau dengall?"


"Iya mommy mau dengar kakak nyanyi."


"Naik naik ke puntak gunung, tinggi tinggi sekali, kili kanan ku liat saja banak pohon tempaka, kili kanan ku liat saja banak pohon tempaka."Queen lalu bertepuk tangan karena berhasil dengan nyanyian nya.


"Bagus kan my sualla kakak."


"Wah...kakak bisa hapal lagu nya."Ujar Rika yang bangga karena anak nya sudah bisa luar kepala


"Iya donk my, kakak gitu lho." Queen menepuk dada nya


"Hahahaha..kamu memang princess kesayangan daddy."


"Nanti kakak mau ikut les nyanyi sama joget joget, boleh kan my?"Rayu Queen


"Jangan dulu ya sayang, kakak kan masih kecil tunggi agak besar ya?"


"Tuh kan abang juga bilang, mommy enggak akan mau, enggak percaya abang bilang."


"Abang ndak usah ikut campull, ini ulusan kakak sama mommy sama daddy."


Queen tampak marah karena Bagas seakan akan menyuruh orang tua nya supaya tidak menyetujui keinginan nya.


"Boleh ya daddy na kakak yang ganteng."Rayu Queen sambil mengedipkan kedua mata genit nya.

__ADS_1


"Kalau mommy setuju daddy juga setuju."


"Boleh kan my, kakak mau nyanyi, kan suala kakak cantik tellus nanti kakak masuk tv tellus mommy sama daddy bisa liat, abang ndak usah liat kakak masuk tv kakak ndak suka, tellus kakak telkenal, tellus kakak banak uang dech."


"Uang daddy sudah banyak, iya kan dad?"Ucap Bagas


"Iya bang."


"Itu kan uang daddy, ndak uang kakak, kakak mau calli uang kakak sendili, kakak mau belli lumah, beli mobil, belli boneka belbi yang besal, tellus belli lemali yang besall tempat boneka kakak."


"Kakak masih kecil sayang, nanti ya tunggu besar dulu baru bisa beli yang kakak mau pake uang kakak sendiri."


"Kalau sekalang belum boleh ya my?"


"Belum kak, kalau sekarang kakak harus rajin belajar supaya nanti bisa kerja yang bagus, oke sayang."


"Ote my."


Sanjaya lalu membawa kedua anak nya dan istri nya pulang ke rumah, sepanjang jalan Queen bernyanyi sesuka hati nya, entah lagu apa yang di nyanyikan nya.


"Bi..jagung nya sudah masak belum?"


"Sudah nyonya, mau makan sekarang nyonya biar saya siapkan."


"Iya bi, saya sudah lapar sekali."


"Tunggu sebentar ya nyonya."


Sementara Sanjaya menemani kedua anak nya untuk berganti baju. Setelah itu mereka turun menemui sang mommy yang sedang asik dengan jagung rebus nya.


"My..mommy makan apa?"Tanya Queen karena penasaran dengan warna kuning nya.

__ADS_1


"Ini jagung sayang, jagung rebus kakak mau?"Tawar Rika


"Kenapa bentuk na aneh my, bullat bullat ndak jelas."


"Jagung memang begitu adek."


"Ihhhhh...kakak ndak tanya sama abang."


"Sudah jangan berantem my twins, kakak mau jagung nya, abang mau?Tawar Sanjaya


"Abang mau dad."


Sanjaya memberikan jagung rebus nya yang sudah hangat, agar bisa langsung di makan jagoan nya itu.


"Kakak nya princess."


"Kakak mau yang kecil saja, nanti kakak jadi gendut tellus kakak ndk cantik lagi."


"Ya sudah ini."


Mereka berempat pun makan jagung rebus, dan hanya Queen yang berceloteh seperti biasa.


"Daddy...kakak udah habis kakak mau lagi,lasa na manis, kakak suka, hihihi."


"Tadi kata nya yang kecil sekarang minta nambah."Ejek Bagas


"Suka suka kakak dong, kan kakak yang makan bukan abang."


"Dasar gendut."


"Bialin gendut, tapi kakak tetap cantik iya kan dad."

__ADS_1


"Iya princess daddy."


"Weeekkkk..."


__ADS_2